Kasus Tukar Menukar Hutan Bogor, Dirut Sentul City Diperiksa KPK

Siswanto | Suara.com

Jum'at, 20 Juni 2014 | 11:36 WIB
Kasus Tukar Menukar Hutan Bogor, Dirut Sentul City Diperiksa KPK
Pintu ruang kerja Bupati Bogor Rachmat Yasin disegel KPK (ANTARA FOTO/Jafkhairi)

Suara.com - Direktur Utama PT Sentul City Tbk. Cahyadi Kumala alias Swie Teng sudah tiba di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (20/6/2014) sejak pukul 08.30 WIB tadi bersama dua ajudan. Ia akan menjalani pemeriksaan terkait dugaan kasus suap rekomendasi tukar menukar kawasan hutan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Ia tidak mau bicara kepada wartawan yang bertanya kepadanya.

Terdengar ia memerintahkan ajudannya untuk mengambil berkas yang tertinggal di mobil.

"Tolong ambil amplop coklat di mobil," katanya. Setelah itu, ia bergegas masuk ke ruang tunggu pemeriksaan KPK.

Ia terlihat menghindari sorotan kamera wartawan. Ia duduk di bangku paling pojok dengan menutupi wajah.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha mengatakan baru hari ini Swie Teng mau datang ke KPK. Sebelumnya, ia mangkir.

"Mereka akan diperiksa untuk tersangka YY (Yohan Yhap)," kata Priharsa kepada suara.com.

Swie Teng dan anaknya, Daniel, serta anak buah: Cahyadi, Robin Zulkarnaen, Teuteung Rosita, Heru Tandaputra serta Direktur PT Bumi Jonggol Asri Haryadi Kumala telah dicegah Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM untuk bepergian ke luar negeri.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tiga tersangka, yakni Bupati Bogor Rachmat Yasin, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor Muhammad Zairin, dan Franciskus Xaverius Yohan Yhap dari PT Bukit Jonggol Asri.

Rachmat Yasin dan Muhammad Zairin disangkakan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 5 ayat 2 atau Pasal 11 UU No 39/1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20/2001 mengenai pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara Yohan Yhap disangkakan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 sebagaimana diubah dengan UU No 20/2001 mengenai pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hari Ini, KPK Periksa Tiga Saksi Kasus Tukar Menukar Hutan Bogor

Hari Ini, KPK Periksa Tiga Saksi Kasus Tukar Menukar Hutan Bogor

News | Jum'at, 20 Juni 2014 | 11:04 WIB

Kasus Tukar Menukar Hutan, Rachmat Yasin dan Istri Diperiksa KPK

Kasus Tukar Menukar Hutan, Rachmat Yasin dan Istri Diperiksa KPK

News | Rabu, 18 Juni 2014 | 11:37 WIB

Terkait Kaus Suap Rachmat Yasin, KPK Minta Imigrasi Cekal 3 Karyawan

Terkait Kaus Suap Rachmat Yasin, KPK Minta Imigrasi Cekal 3 Karyawan

News | Rabu, 14 Mei 2014 | 20:27 WIB

Terkini

Iran Ancam Tutup Laut Merah, Apa Dampaknya bagi Dunia?

Iran Ancam Tutup Laut Merah, Apa Dampaknya bagi Dunia?

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:55 WIB

Citra Satelit Ungkap Penghancuran Sistematis Desa Lebanon Selatan Oleh Israel, Ini Wujudnya

Citra Satelit Ungkap Penghancuran Sistematis Desa Lebanon Selatan Oleh Israel, Ini Wujudnya

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:55 WIB

Dinilai Terlalu Provokatif, Mabes Polri Didesak Usut Dugaan Makar dari Pernyataan Saiful Mujani

Dinilai Terlalu Provokatif, Mabes Polri Didesak Usut Dugaan Makar dari Pernyataan Saiful Mujani

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:54 WIB

27 Psikiater Analisis Kondisi Mental Donald Trump, Apa Hasilnya?

27 Psikiater Analisis Kondisi Mental Donald Trump, Apa Hasilnya?

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:48 WIB

KontraS Ragukan Motif Dendam Pribadi dalam Kasus Andrie Yunus, Soroti Dugaan Putus Rantai Komando

KontraS Ragukan Motif Dendam Pribadi dalam Kasus Andrie Yunus, Soroti Dugaan Putus Rantai Komando

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:46 WIB

Ironi Ketua Ombudsman Hery Susanto: Jadi Tersangka Kejagung, Padahal Baru Seminggu Dilantik Prabowo

Ironi Ketua Ombudsman Hery Susanto: Jadi Tersangka Kejagung, Padahal Baru Seminggu Dilantik Prabowo

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:41 WIB

Skandal Suaka LGBT, Warga Pakistan dan Bangladesh Ngaku Gay Demi Jadi Warga Negara Inggris

Skandal Suaka LGBT, Warga Pakistan dan Bangladesh Ngaku Gay Demi Jadi Warga Negara Inggris

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:39 WIB

Studi Ungkap Cukai RI Gagal Bikin Rokok Mahal

Studi Ungkap Cukai RI Gagal Bikin Rokok Mahal

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:38 WIB

Terungkap! Begini Modus Ketua Ombudsman 'Atur' Kebijakan Demi Muluskan Bisnis Tambang PT TSHI

Terungkap! Begini Modus Ketua Ombudsman 'Atur' Kebijakan Demi Muluskan Bisnis Tambang PT TSHI

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:30 WIB

13 Ribu SPPG Sudah Bersertifikat, yang Bandel Terancam Disetop Sementara

13 Ribu SPPG Sudah Bersertifikat, yang Bandel Terancam Disetop Sementara

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:27 WIB