KPU Bubarkan Simulasi Pemungutan Suara Pilpres di Johar Baru

Siswanto

Kamis, 03 Juli 2014 | 20:16 WIB
KPU Bubarkan Simulasi Pemungutan Suara Pilpres di Johar Baru
Kotak suara dari 72 TPS di wilayah Kelurahan Cililitan dikembalikan ke Kantor Kelurahan Cililitan Jakarta, Kamis (10/4). [suara.com/Adrian Mahakam]

Suara.com - Petugas Komisi Pemilihan Umum pusat menghentikan proses penghitungan suara pada simulasi pemungutan suara yang diselenggarakan warga di Jalan Percetakan Negara 1, Rt 02/07, Kelurahan Johar Baru, Jakarta Pusat, Kamis (3/7/2014) sekitar jam 17.00 WIB.

"Alasannya tidak ada izin, padahal panwas kecamatan tidak mempermasalahkan. Kami juga sudah memberitahukan kegiatan ini kepada polisi dan KPUD," kata petugas penyelenggara simulasi pemungutan suara, Sutisna, kepada suara.com.

Simulasi ini diselenggarakan di rumah ketua RT. Tujuan kegiatan ini, kata Sutisna, agar masyarakat tidak lagi golput di Pilpres 9 Juli 2014 nanti, mengingat selama ini tingkat golput warga setempat masuk kategori tinggi.

"Kita ingin ada kesadaran dari warga kami agar aktif menjadi pemilih," kata Sutisna.

Simulasi diikuti oleh 175 warga satu RT. Jumlahnya jauh dari targetnya semula, yakni 500 warga.

Semula, proses pemungutan suara berjalan lancar. Tetapi begitu memasuki penghitungan suara, petugas KPU datang dan langsung menghentikan.

"Tidak tahu kenapa bisa datang," kata Sutisna.

Walau dihentikan petugas KPU, kata Sutisna, warga tetap saja menghitung hasil pemungutan suara.

"Hasilnya, mayoritas nomor satu unggul. 137 suara untuk nomor satu. 24 ke nomor dua. sembilan kertas suara rusak," katanya.

Sutisna kecewa dengan tindakan petugas KPU yang ia nilai tidak mendukung inisiatif warga untuk membantu menyukseskan jalannya pemilu. Padahal, katanya, panwas mendukung.

"Tujuannya yang penting kita gak golput," katanya.

Sutisna menilai tindakan KPU tadi sore sebagai tindakan yang penuh arogansi.

"Merasa jadi yang miliki negara ini. Orang-orang sampai bilang, KPU dukung nomor dua dan karena yang menang ini nomor satu, mungkin takut mereka," kata Sutisna.

Secara pribadi, Sutisna mengaku tadinya belum memiliki pilihan capres. Tapi gara-gara tindakan penghentian simulasi oleh KPU, ia berpikir untuk memilih Prabowo Subianto - Hatta Rajasa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

AJI Indonesia: Stop Kriminalisasi Pers, Hentikan Media Partisan

AJI Indonesia: Stop Kriminalisasi Pers, Hentikan Media Partisan

News | Kamis, 03 Juli 2014 | 19:12 WIB

Jokowi: Kesejahteraan Guru Pesantren Penting

Jokowi: Kesejahteraan Guru Pesantren Penting

News | Kamis, 03 Juli 2014 | 18:51 WIB

Manuver Demokrat Dukung Prabowo, Timses Jokowi: Ini Pembodohan

Manuver Demokrat Dukung Prabowo, Timses Jokowi: Ini Pembodohan

News | Kamis, 03 Juli 2014 | 18:35 WIB

Survei Jokowi Disalip Prabowo, Timses: Itu Ngawur

Survei Jokowi Disalip Prabowo, Timses: Itu Ngawur

News | Kamis, 03 Juli 2014 | 18:19 WIB

Terkini

5 Tahun Dibiarkan Semrawut, Kabel di Kuningan Barat Bikin Pengendara Sering Terpeleset!

5 Tahun Dibiarkan Semrawut, Kabel di Kuningan Barat Bikin Pengendara Sering Terpeleset!

News | Rabu, 30 September 2026 | 15:43 WIB

Jokowi dan PSI Makin Percaya Diri, Pengamat Singgung Potensi Pecah Kongsi

Jokowi dan PSI Makin Percaya Diri, Pengamat Singgung Potensi Pecah Kongsi

Video | Rabu, 30 September 2026 | 15:42 WIB

Honda Keluarkan Mobil Keluarga Harga Setara Innova Zenix Hybrid

Honda Keluarkan Mobil Keluarga Harga Setara Innova Zenix Hybrid

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 15:41 WIB

Review Serial Honor Thy Mother: Mengulik Duka dan Ambisi dalam Keluarga

Review Serial Honor Thy Mother: Mengulik Duka dan Ambisi dalam Keluarga

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 15:40 WIB

Bansos dan KJP Banyak yang Putus, DPRD DKI Desak Pengelolaan Desil Balik ke Daerah

Bansos dan KJP Banyak yang Putus, DPRD DKI Desak Pengelolaan Desil Balik ke Daerah

News | Rabu, 30 September 2026 | 15:38 WIB

5 Moisturizer Ekstrak Mawar untuk Samarkan Garis Halus dan Bikin Awet Muda di Usia 45 Tahun ke Atas

5 Moisturizer Ekstrak Mawar untuk Samarkan Garis Halus dan Bikin Awet Muda di Usia 45 Tahun ke Atas

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 15:38 WIB

5 Masker Wajah dari Bunga Mawar untuk Cerahkan Wajah dan Cegah Garis Halus di Usia 40 Tahun

5 Masker Wajah dari Bunga Mawar untuk Cerahkan Wajah dan Cegah Garis Halus di Usia 40 Tahun

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 15:37 WIB

Buntut Skandal Kamar Mewah, Bangunan Fasilitas Khusus di Lapas Cibinong Akhirnya Diratakan

Buntut Skandal Kamar Mewah, Bangunan Fasilitas Khusus di Lapas Cibinong Akhirnya Diratakan

Jabar | Rabu, 30 September 2026 | 15:35 WIB

Warga Evakuasi Korban dari Kolong Truk di Makassar: Balita Tewas, Tiga Luka-Luka

Warga Evakuasi Korban dari Kolong Truk di Makassar: Balita Tewas, Tiga Luka-Luka

Sulsel | Rabu, 30 September 2026 | 15:35 WIB

Komdis PSSI Hukum Yakob-Yance Sayuri dan Fabio Lefundes, Ada Intimidasi hingga Kekerasan

Komdis PSSI Hukum Yakob-Yance Sayuri dan Fabio Lefundes, Ada Intimidasi hingga Kekerasan

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 15:35 WIB

×