Gus Ipul Ajak ASN Kemensos Turun Ground Check DTSEN

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Jum'at, 13 Februari 2026 | 21:40 WIB
Gus Ipul Ajak ASN Kemensos Turun Ground Check DTSEN
Menteri Sosial, Gus Ipul. (Dok: Kemensos)

Suara.com - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak seluruh pegawai Kementerian Sosial (Kemensos) memperkuat akurasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) menjelang Ramadan. Ia menegaskan, DTSEN menjadi basis utama seluruh program bantuan sosial sehingga tepat sasaran. Ajakan tersebut disampaikan dalam acara Ramadhan Bahagia: Putus dari Putus Asa di Gedung Aneka Bhakti Kemensos, Jakarta Pusat, Jumat, (13/2/2026).

Acara tersebut dihadiri pejabat tinggi pratama dan pejabat tinggi madya serta ratusan staf di lingkungan Kemensos.

"Saya ingin mengajak seluruh jajaran Kemensos untuk mau dan bersedia ‘berjihad’ menghadirkan data yang akurat dengan meluangkan sedikit waktu dan pikiran, ikut pemutakhiran data (DTSEN)," kata Gus Ipul.

Ia menekankan, pemutakhiran data tidak bisa hanya dibebankan kepada Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial Kemensos. Seluruh pegawai diminta berkontribusi aktif, termasuk dalam menemukan warga prasejahtera yang belum tersentuh bantuan sosial atau yang ia sebut sebagai “The Invisible People”.

"Ketika pegawai Kemensos melihat tetangga, saudara, teman-temannya atau melihat siapapun (yang termasuk) the invicible people, seperti yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto, kita bisa membantu dan berjuang dengan salah satu caranya adalah ikut updating atau pemutakhiran data (DTSEN)," jelas Gus Ipul.

Menurutnya, kesalahan data berisiko membuat bantuan tidak tepat sasaran. Karena itu, akurasi DTSEN menjadi kunci agar setiap intervensi benar benar menjangkau warga yang berhak.

Pemutakhiran dapat dilakukan melalui jalur partisipatif atau informal, yakni lewat aplikasi Cek Bansos, Call Center 021-171, serta layanan WhatsApp 08877-171-171.

"Jangan sampai kita mengajak orang di mana-mana sementara pegawai Kemensos tidak paham Cek Bansos," kata Gus Ipul.

Selain jalur partisipatif, pembaruan data juga dilakukan melalui mekanisme formal secara berjenjang mulai dari RT dan RW, verifikasi Badan Pusat Statistik (BPS) serta pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), sebelum ditetapkan oleh bupati atau wali kota dan masuk ke dalam DTSEN.

baca juga

"(Pemutakhiran melalui) RT/ RW sampai musyawarah desa, ke dinas sosial, BPS kabupaten/ kota pendamping PKH ditetapkan oleh bupati/ wali kota baru naik ke atas (masuk DTSEN)," jelas Gus Ipul.

Ia menegaskan, proses usul dan sanggah penerima bantuan bukan sekadar administrasi, melainkan bagian dari tanggung jawab moral dan sosial.

"Ketika teman-teman, saudara-saudara sekalian memberikan usul dan menyanggah seseorang yang seharusnya dapat atau tidak dapat (bansos), itu adalah ibadah yang luar biasa. Sebab data bukan sekadar angkat, tapi di sana ada keadilan," kata Gus Ipul.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

9 Jadi 10! Promo Bukber Unik di Ibis Styles Malang Yang Wajib Dicoba

9 Jadi 10! Promo Bukber Unik di Ibis Styles Malang Yang Wajib Dicoba

Your Say | Jum'at, 13 Februari 2026 | 21:12 WIB

Respons Keluhan Warga, Kemensos Libatkan YLKI Awasi Penonaktifan BPJS PBI

Respons Keluhan Warga, Kemensos Libatkan YLKI Awasi Penonaktifan BPJS PBI

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 20:43 WIB

Stok Beras Aman Jelang Ramadan, Firman Soebagyo Ingatkan Potensi Anomali Cuaca Ganggu Distribusi

Stok Beras Aman Jelang Ramadan, Firman Soebagyo Ingatkan Potensi Anomali Cuaca Ganggu Distribusi

DPR | Jum'at, 13 Februari 2026 | 17:10 WIB

Panduan Lengkap Bayar Fidyah Lansia: Takaran dan Ketentuannya

Panduan Lengkap Bayar Fidyah Lansia: Takaran dan Ketentuannya

Your Say | Jum'at, 13 Februari 2026 | 17:20 WIB

30 Link Download Poster Takjil Ramadan, Estetik dan Mudah Diedit Buat Jualan atau Baksos

30 Link Download Poster Takjil Ramadan, Estetik dan Mudah Diedit Buat Jualan atau Baksos

Lifestyle | Jum'at, 13 Februari 2026 | 15:58 WIB

Doa Ziarah Kubur Sesuai Sunah Rasul Sebelum Ramadan

Doa Ziarah Kubur Sesuai Sunah Rasul Sebelum Ramadan

Lifestyle | Jum'at, 13 Februari 2026 | 15:39 WIB

Terkini

Direproduksi Antar Generasi, 200 Lebih Kasus Bullying Terjadi di Kota Jogja

Direproduksi Antar Generasi, 200 Lebih Kasus Bullying Terjadi di Kota Jogja

Jogja | Selasa, 29 September 2026 | 17:37 WIB

AI Bikin Produk Digital Makin Cepat, Tapi Berguna bagi Bisnis?

AI Bikin Produk Digital Makin Cepat, Tapi Berguna bagi Bisnis?

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 17:37 WIB

BRIN Ungkap Dampak Buruk Vape: Masalah Diabetes sampai Celah Penyebaran Narkoba

BRIN Ungkap Dampak Buruk Vape: Masalah Diabetes sampai Celah Penyebaran Narkoba

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:36 WIB

Sempat Tembus Rp18.000, Rupiah Ditutup di Rp17.981 per Dolar AS

Sempat Tembus Rp18.000, Rupiah Ditutup di Rp17.981 per Dolar AS

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 17:34 WIB

Diumumkan Meninggal Lewat Pengeras Suara Masjid, Pria di Sampang Tiba-tiba Pulang Segar Bugar

Diumumkan Meninggal Lewat Pengeras Suara Masjid, Pria di Sampang Tiba-tiba Pulang Segar Bugar

Jatim | Selasa, 29 September 2026 | 17:34 WIB

Tak Hanya Fasilitas Mewah, Ombudsman Juga Temukan Indikasi Pungli di Lapas Cibinong

Tak Hanya Fasilitas Mewah, Ombudsman Juga Temukan Indikasi Pungli di Lapas Cibinong

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:32 WIB

Kuota LPG 3Kg Dikurangi, Pemerintah Harus Hati-hati

Kuota LPG 3Kg Dikurangi, Pemerintah Harus Hati-hati

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 17:31 WIB

ASN Gugur di Latsarmil, Masih Perlukah Bela Negara Gaya Militeristik?

ASN Gugur di Latsarmil, Masih Perlukah Bela Negara Gaya Militeristik?

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:31 WIB

IHSG Masih Tertekan, Saham Teknologi Masih Jadi Beban

IHSG Masih Tertekan, Saham Teknologi Masih Jadi Beban

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 17:30 WIB

Ruang Penguatan Sempit, Rupiah Berpotensi Permanen di Level Rp18.000

Ruang Penguatan Sempit, Rupiah Berpotensi Permanen di Level Rp18.000

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 17:30 WIB

×