5 Pesan SBY Untuk Prabowo-Hatta

Ruben Setiawan | Suara.com

Jum'at, 04 Juli 2014 | 23:47 WIB
5 Pesan SBY Untuk Prabowo-Hatta
Capres Prabowo bertemu dengan Presiden SBY di Puri Cikeas, (4/7). (Rumgapres/Abror)

Suara.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan lima pesan kepada calon presiden Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Hatta Rajasa saat keduanya berkunjung ke kediamannya.

"Saya harus berhati-hati untuk sampaikan pesan ini, saya khawatir dianggap menggurui, saya hanya sampaikan hal ini berangkat dari yang saya alami, penuh suka dan duka penuh romantika dan banyak pelajaran yang saya petik, saya ingin berbagi," kata Presiden saat menerima Prabowo-Hatta dan pimpinan partai Koalisi Merah Putih di Puri Cikeas, Bogor, Jumat malam.

Dalam pesannya yang pertama, Yudhoyono mengingatkan bahwa menjadi pemimpin, termasuk menjadi Presiden, haruslah memiliki sikap yang sabar, tegar dan kuat.

"Jika Bapak memimpin negeri ini harus sangat sabar, sabar saja tidak cukup, tegar dan kuat. Indonesia saat ini era kebebasan, kritis, saudara kita memiliki harapan tinggi, seringkali di luar kemampuan pemerintah. Dalam konteks ini ada masyarakat yang mudah menyalahkan, kritik tidak puas dan kecewa, kalau sudah begitu yang jadi sasaran presiden, kemudian wapres baru menteri kemudian gubernur atau bupati walikota," kata Presiden.

Hal kedua yang dititipkan oleh Kepala Negara adalah terus bekerja dan berikhtiar.

"Pemerintah, harus terus bekerja dan berikhtiar, persoalan tidak ada habis-habisnya. Kadang masyarakat kita kritis, atau bahkan bisa juga (kita-red) dihujat dan disalahkan, namun harus terus bekerja dan ikhtiar," kata Presiden.

Ditambahkannya, "yang ketiga kepentingan di negeri ini banyak, kepentingan banyak. Sebagai pemimpin, bapak berdua memimpin kami, utamakan kepentingan rakyat, meletakkan kepentingan partai setelah kepentingan rakyat, kepentingan kelompok setelah kepentingan rakyat, keluarga apalagi, banyak godaan karena itu harus kokoh dan tidak mudah tergoda." Hal keempat yang ditekankan Yudhoyono adalah pemimpin harus adil, termasuk tidak memendam amarah kepada orang yang tidak memilihnya.

"Yang keempat, rakyat berharap, bila memimpin harus pimpin semua, adil, termasuk saudara kita yang tidak pilih bapak, pemimpin tidak boleh memendam amarah, begitu dapat mandat semua jadi rakyat kita," tegasnya.

Dan terakhir, SBY mengingatkan, demokrasi dan kebebasan yang berkembang saat ini harus terus dipupuk dan dikembangkan.

"Terakhir, Indonesia sudah menjadi negara demokrasi, demokrasi kita belum sempurna, masih dalam tahap pematangan, namun demikian bagaimanapun demokrasi dan kebebasan ini harus kita hormati. Dengan demokrasi yang belum matang, kadang rule of law belum terbentuk dengan baik politik jadi gaduh, karena itu sasaran kembarnya politik stabil ekonomi tumbuh, kesejahteraan rakyat bisa terwujud dengan tetap hormati nilai demokrasi," kata Presiden.

Prabowo dalam kesempatan itu mengucapkan terima kasih atas lima masukan tersebut dan mengatakan akan melanjutkan program pemerintah yang sudah berjalan dengan baik serta menghargai masukan yang diberikan.

"Bapak sebagai tokoh nasional, negarawan bangsa, kami ucapkan terima kasih. Bagi kami, ini amanah dan pesan. Kami hanya ingin sampaikan penghargaan dan rasa hormat kami atas semua yang telah bapak lakukan," kata Prabowo.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat malam pukul 21.00 WIB menerima kunjungan calon presiden nomor urut satu Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Hatta Rajasa di Puri Cikeas, Bogor.

Pertemuan yang berlangsung 30 menit itu, Prabowo-Hatta di dampingi oleh anggota koalisi merah putih antara lain Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie, Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi, Sekjen Partai Golkar Idrus Marham, Sekjen Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan dan pengusaha Harry Tanoe Sudibyo serta anggota koalisi lainnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Prabowo-Hatta Kunjungi SBY di Cikeas

Prabowo-Hatta Kunjungi SBY di Cikeas

News | Jum'at, 04 Juli 2014 | 23:36 WIB

Dukung Jokowi-JK, Cinta Laura Keliling Naik Bajaj

Dukung Jokowi-JK, Cinta Laura Keliling Naik Bajaj

Entertainment | Jum'at, 04 Juli 2014 | 22:52 WIB

Blusukan Jokowi yang Satu Ini Lain dari Biasanya

Blusukan Jokowi yang Satu Ini Lain dari Biasanya

News | Jum'at, 04 Juli 2014 | 22:40 WIB

JK Imbau Pendukungnya Tak Anarkis

JK Imbau Pendukungnya Tak Anarkis

News | Jum'at, 04 Juli 2014 | 21:41 WIB

Asosiasi Dosen Deklarasikan Dukung Prabowo-Hatta

Asosiasi Dosen Deklarasikan Dukung Prabowo-Hatta

News | Jum'at, 04 Juli 2014 | 20:20 WIB

Tim Prabowo-Hatta Kunjungi Sejumlah Ulama Banten

Tim Prabowo-Hatta Kunjungi Sejumlah Ulama Banten

News | Jum'at, 04 Juli 2014 | 20:07 WIB

Terkini

Jakarta Catat 6 Suspek Hantavirus, Aktivitas Bersih-Bersih Rumah Bisa Jadi Pemicu Paparan

Jakarta Catat 6 Suspek Hantavirus, Aktivitas Bersih-Bersih Rumah Bisa Jadi Pemicu Paparan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 11:51 WIB

Guntur Romli Soal Ucapan 'Rakyat Desa Tak Pakai Dolar': Kalau di Cerdas Cermat, Skornya Minus 5

Guntur Romli Soal Ucapan 'Rakyat Desa Tak Pakai Dolar': Kalau di Cerdas Cermat, Skornya Minus 5

News | Senin, 18 Mei 2026 | 11:43 WIB

Bagi Masyarakat Adat Malaumkarta, Egek Jadi Ritual Menjaga Laut dari Ancaman Eksploitasi

Bagi Masyarakat Adat Malaumkarta, Egek Jadi Ritual Menjaga Laut dari Ancaman Eksploitasi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 11:28 WIB

Aturan Pilah Sampah DKI Dikritik, Mengapa Beban Lebih Banyak ke Warga?

Aturan Pilah Sampah DKI Dikritik, Mengapa Beban Lebih Banyak ke Warga?

News | Senin, 18 Mei 2026 | 11:11 WIB

Pramono Anung Pasang Mata di Seluruh Jakarta, Tawuran dan Kriminalitas Diburu CCTV

Pramono Anung Pasang Mata di Seluruh Jakarta, Tawuran dan Kriminalitas Diburu CCTV

News | Senin, 18 Mei 2026 | 10:57 WIB

Batal Diperiksa Hari Ini untuk Kasus Haji, Muhadjir Effendy Minta KPK Tunda Jadwal Pemeriksaan

Batal Diperiksa Hari Ini untuk Kasus Haji, Muhadjir Effendy Minta KPK Tunda Jadwal Pemeriksaan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 10:57 WIB

DPR Sebut Pernyataan Prabowo soal 'Rakyat di Desa Tak Pakai Dolar' untuk Menenangkan Masyarakat

DPR Sebut Pernyataan Prabowo soal 'Rakyat di Desa Tak Pakai Dolar' untuk Menenangkan Masyarakat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 10:44 WIB

Prabowo Serahkan Alpalhankam Generasi Baru ke TNI AU: Ada Jet Tempur Rafale hingga Radar Canggih

Prabowo Serahkan Alpalhankam Generasi Baru ke TNI AU: Ada Jet Tempur Rafale hingga Radar Canggih

News | Senin, 18 Mei 2026 | 10:33 WIB

Isu Kompor hingga Sepatu Sekolah Rakyat Digoreng, Gus Ipul: Kemensos Babak Belur di Medsos

Isu Kompor hingga Sepatu Sekolah Rakyat Digoreng, Gus Ipul: Kemensos Babak Belur di Medsos

News | Senin, 18 Mei 2026 | 10:31 WIB

Gus Ipul Ingatkan Pegawai Kemensos: Korupsi Besar Berawal dari 'Ah, Ini Biasa'

Gus Ipul Ingatkan Pegawai Kemensos: Korupsi Besar Berawal dari 'Ah, Ini Biasa'

News | Senin, 18 Mei 2026 | 10:03 WIB