Pengacara Prabowo Lapor DKPP Soal Surat Edaran KPU Buka Kotak Suara

Siswanto

Jum'at, 01 Agustus 2014 | 14:21 WIB
Pengacara Prabowo Lapor DKPP Soal Surat Edaran KPU Buka Kotak Suara
Pengacara Prabowo Subianto laporkan KPU ke DKPP (suara.com/Bagus Santosa)

Suara.com - Tim hukum Prabowo Subianto-Hatta Rajasa melaporkan KPU ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu terkait surat yang diedarkan oleh KPU. Mereka menilai surat edaran untuk membuka kotak suara tersebut mengandung kejanggalan.

Surat edaran yang dimaksud adalah surat KPU RI nomor 1446/KPU tanggal 25 Juli 2014 kepada seluruh KPU Provinsi untuk membuka kotak suara di seluruh kabupaten/kota. Dan, surat edaran KPU RI nomor 1449/KPU kepada KPU Provinsi untuk melakukan pembukaan kotak suara yang ada dalam gugatan mereka ke MK.

"Ini dua surat yang janggal," kata salah satu tim kuasa hukum Prabowo-Hatta, Sahroni, di kantor DKPP, Jakarta, Sabtu (1/8/2014).

Sahroni menilai KPU melanggar peraturan dan kode etik.

Sahroni menjelaskan pembukaan kotak suara baru bisa dilakukan setelah ada perintah dari MK.

Tanpa mendapat perintah MK, Sahroni menilai pembukaan kotak suara sebagai tindakan yang ilegal.

Kuasa hukum Prabowo lainnya, Didi Supriyanto, menambahkan hasil pilpres di sejumlah provinsi memang tengah disengketakan di MK, di antaranya, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

"Padahal tanggal 25 Juli, jam 20.00 WIB baru mengirimkan permohonan gugatan ke MK. Dan tanggal 26 baru teregister. Sedangkan KPU sudah keluarkan surat edaran itu sejak tanggal 25," katanya.

Didi menilai tindakan KPU merupakan pelanggaran peraturan KPU nomor 21 dan 31 dan UU nomor 15 tentang Pemilu dan UU nomor 42 tentang Pilpres. "Ancaman terberat dari DKPP ini adalah pemecatan anggota KPU," kata Didi.

Terkait apakah laporan ke DKPP sudah diterima oleh pimpinan DKPP, Didi mengaku belum lantaran masih masa libur Lebaran. Masa libur lebaran sampai tanggal 3 Agustus 2014. Tim akan kembali ke dewan pada Senin (4/8/2014) untuk membuat laporan resmi.

Sebelumnya, Kamis (31/7/2014), tim hukum Prabowo-Hatta juga melaporkan kasus serupa ke Badan Pengawas Pemilu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kubu Prabowo Sesalkan Polisi Belum Tindaklanjuti Kasus di Cilincing

Kubu Prabowo Sesalkan Polisi Belum Tindaklanjuti Kasus di Cilincing

News | Jum'at, 01 Agustus 2014 | 13:35 WIB

Bintang: Saatnya Jadi Baygon Pembasmi Elite Partai yang Korup

Bintang: Saatnya Jadi Baygon Pembasmi Elite Partai yang Korup

News | Jum'at, 01 Agustus 2014 | 13:21 WIB

KPK Didesak Selidiki Uang 8 Juta Dolar Milik Jokowi

KPK Didesak Selidiki Uang 8 Juta Dolar Milik Jokowi

News | Jum'at, 01 Agustus 2014 | 13:05 WIB

Tim Prabowo: Pilpres Diulang, Pemenangnya Pun Berubah

Tim Prabowo: Pilpres Diulang, Pemenangnya Pun Berubah

News | Jum'at, 01 Agustus 2014 | 12:31 WIB

Terkini

Soal Wacana Syarat 2 Fraksi untuk Capres, PKB Minta Tunggu Pembahasan Panja RUU Pemilu

Soal Wacana Syarat 2 Fraksi untuk Capres, PKB Minta Tunggu Pembahasan Panja RUU Pemilu

News | Senin, 21 September 2026 | 18:29 WIB

Sudewo Dituntut 8,5 Tahun Penjara dan Bayar Uang Pengganti Rp3,67 Miliar

Sudewo Dituntut 8,5 Tahun Penjara dan Bayar Uang Pengganti Rp3,67 Miliar

Foto | Senin, 21 September 2026 | 18:28 WIB

Usut Dugaan Korupsi ATR/BPN, KPK Sasar Kantor Summarecon Bogor

Usut Dugaan Korupsi ATR/BPN, KPK Sasar Kantor Summarecon Bogor

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 18:26 WIB

Wavi Zihan dan Ihsan Tarore Ungkap Tantangan Main di Film Horor Rambut Sewu

Wavi Zihan dan Ihsan Tarore Ungkap Tantangan Main di Film Horor Rambut Sewu

Entertainment | Senin, 21 September 2026 | 18:25 WIB

Beli Rusun tapi Tak Kunjung Dibangun? DPRD DKI Godok Skema Uang Kembali

Beli Rusun tapi Tak Kunjung Dibangun? DPRD DKI Godok Skema Uang Kembali

News | Senin, 21 September 2026 | 18:25 WIB

Ulasan Flex x Cop 2: Aksi Detektif Sultan yang Makin Seru dan Menarik

Ulasan Flex x Cop 2: Aksi Detektif Sultan yang Makin Seru dan Menarik

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 18:25 WIB

Kopdes Merah Putih Mulai Operasi Oktober, Manajer Sudah Siap

Kopdes Merah Putih Mulai Operasi Oktober, Manajer Sudah Siap

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 18:23 WIB

Eugenia Diva Sumbang Perunggu, Indonesia Koleksi 6 Medali di Asian Games 2026

Eugenia Diva Sumbang Perunggu, Indonesia Koleksi 6 Medali di Asian Games 2026

Foto | Senin, 21 September 2026 | 18:22 WIB

Drama Perkara Busi: Jangan Suruh Orang Beli Suku Cadang Tanpa Catatan Spesifik!

Drama Perkara Busi: Jangan Suruh Orang Beli Suku Cadang Tanpa Catatan Spesifik!

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 18:21 WIB

Bukan Kasus Kekerasan Seksual, Polisi Tegaskan Betrand Peto Diperiksa Terkait Dugaan Penganiayaan

Bukan Kasus Kekerasan Seksual, Polisi Tegaskan Betrand Peto Diperiksa Terkait Dugaan Penganiayaan

News | Senin, 21 September 2026 | 18:20 WIB

×