Ini Posisi yang Bakal Dimainkan Demokrat di DPR

Siswanto

Minggu, 24 Agustus 2014 | 12:29 WIB
Ini Posisi yang Bakal Dimainkan Demokrat di DPR
Presiden SBY menghadiri Sidang Paripurna di gedung DPR/MPR RI, Jumat (15/8). [Rumgapres/Abror]

Suara.com - Di tengah rumor Partai Demokrat segera bergabung ke dalam koalisi pendukung Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Joko Widodo-Jusuf Kalla, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Achmad Mubarok menegaskan bahwa partainya akan mengambil posisi netral atau penyeimbang antara pemerintah dan DPR.

"Kami tidak masuk Jokowi dan juga tidak masuk Koalisi Merah Putih (pendukung Prabowo-Hatta di Pilpres 2014)," kata Mubarok kepada suara.com, Minggu (24/8/2014).

Pernyataan Partai Demokrat terkesan melunak setelah Jokowi-JK terpilih, mengingat dulu ikut mendukung Prabowo-Hatta. Hal itu ditandai dengan kehadiran kader Demokrat di acara deklarasi pro Prabowo-Hatta bernama Koalisi Permanen atau Koalisi Merah Putih di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, 14 Juli 2014.

Kemudian Mubarok mengklarifikasi bahwa yang hadir pada waktu itu hanya DPD Partai Demokrat Jakarta.

Ditanya alasan Partai Demokrat tak masuk ke koalisi pendukung Jokowi-JK dengan tujuan untuk menjaga program-program Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Ketua Umum Partai Demokrat), Mubarok mengatakan tidak ada jaminan seandainya partainya masuk koalisi lalu program tersebut bisa dijaga kalau kader Demokrat tidak mendapatkan posisi menteri yang strategis.

"Tidak menjamin juga (bisa menjaga program SBY) kalau ternyata tidak punya kedudukan strategis, nanti malah tersandera. Maksudnya, kalau cuma sekadar duduk di kementerian, itu tidak ubah apa-apa, malah percuma," katanya.

Partai Demokrat menyadari bahwa koalisi Jokowi-JK tidak kuat di DPR RI, mengingat kursi DPR didominasi oleh partai-partai pendukung Koalisi Merah Putih. Kondisi yang demikian bisa saja mengganggu kebijakan-kebijakan yang akan dijalankan pemerintahan Jokowi-JK.

Walaupun Partai Demokrat akan berada di luar pemerintahan, kata Mubarok, fraksi partainya di DPR tidak akan ikut arus Koalisi Merah Putih. Dengan kata lain, anggota Fraksi Demokrat yang berjumlah 61 orang akan tetap mendukung kebijakan pemerintah manakala program yang akan dijalankan bagus, sebaliknya jika programnya tidak relevan untuk rakyat, maka hal itu akan dikritisi.

"Jangan sampai pemerintah disabotase DPR. Artinya, kalau DPR sampai menghalangi, padahal program pemerintah itu bagus, maka Demokrat akan pro pemerintah. Tapi kalau pemerintah ngotot lakukan hal yang tidak relevan, maka Demokrat akan pro Koalisi Merah Putih," kata Mubarok.

"Jadi ketika dua kelompok tidak seimbang, maka 10 persen (61 anggota Demokrat) bisa jadi penyeimbang, bahkan bisa jadi penentu," Mubarok menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dikawal Paspampres, Jokowi Jadi Saksi Pernikahan Relawan

Dikawal Paspampres, Jokowi Jadi Saksi Pernikahan Relawan

News | Minggu, 24 Agustus 2014 | 11:59 WIB

Relawan Jokowi dan Prabowo Kini Bersatu di Koalisi Indonesia Bisa

Relawan Jokowi dan Prabowo Kini Bersatu di Koalisi Indonesia Bisa

News | Minggu, 24 Agustus 2014 | 11:37 WIB

Lima Ribu Pesan untuk Jokowi-JK

Lima Ribu Pesan untuk Jokowi-JK

News | Minggu, 24 Agustus 2014 | 11:16 WIB

Jokowi-JK Dapat Kado Lagu dari Anak Jalanan

Jokowi-JK Dapat Kado Lagu dari Anak Jalanan

News | Minggu, 24 Agustus 2014 | 10:50 WIB

Gus Dur, SBY, Jokowi Punya Selera Sendiri-sendiri Soal Paspampres

Gus Dur, SBY, Jokowi Punya Selera Sendiri-sendiri Soal Paspampres

News | Minggu, 24 Agustus 2014 | 10:35 WIB

Terkini

Tak Cuma Bali dan Jakarta, Ini Cara Menemukan Sisi Lain Indonesia

Tak Cuma Bali dan Jakarta, Ini Cara Menemukan Sisi Lain Indonesia

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 16:47 WIB

Kepergok Curi Skincare dan Celemek, Pegawai PT KAI Diamuk Massa di Minimarket Cibubur!

Kepergok Curi Skincare dan Celemek, Pegawai PT KAI Diamuk Massa di Minimarket Cibubur!

News | Selasa, 22 September 2026 | 16:42 WIB

Cara Kerja Balon Angioplasti untuk Buka Sumbatan Pembuluh Darah Jantung

Cara Kerja Balon Angioplasti untuk Buka Sumbatan Pembuluh Darah Jantung

Health | Selasa, 22 September 2026 | 16:40 WIB

Sinopsis 3mm Love, Film Korea-Jepang Dibintangi Kim Ji An dan Kurokawa Soya

Sinopsis 3mm Love, Film Korea-Jepang Dibintangi Kim Ji An dan Kurokawa Soya

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 16:40 WIB

Mengapa Indonesia Alami Paceklik Beras Premium?

Mengapa Indonesia Alami Paceklik Beras Premium?

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 16:39 WIB

Jadi Tersangka dan Ditahan KPK, Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Minta Maaf: Doakan Saya

Jadi Tersangka dan Ditahan KPK, Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Minta Maaf: Doakan Saya

News | Selasa, 22 September 2026 | 16:38 WIB

Dana Kelolaan Tumbuh 46%, Bukti Layanan Wealth Management BRI Makin Dipercaya

Dana Kelolaan Tumbuh 46%, Bukti Layanan Wealth Management BRI Makin Dipercaya

Bri | Selasa, 22 September 2026 | 16:37 WIB

Jogja Disesaki Ratusan Kampus, Tapi Tambang Ide Belum Banyak Terserap Masyarakat

Jogja Disesaki Ratusan Kampus, Tapi Tambang Ide Belum Banyak Terserap Masyarakat

Jogja | Selasa, 22 September 2026 | 16:36 WIB

Apakah Kulkas Berbunyi Itu Normal? Kenali 7 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Apakah Kulkas Berbunyi Itu Normal? Kenali 7 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 16:35 WIB

Dicap Underbow PKI oleh Majalah Terbitan Kemenag, GMNI Meradang: Fatal, Ini Bukan Sekadar Typo

Dicap Underbow PKI oleh Majalah Terbitan Kemenag, GMNI Meradang: Fatal, Ini Bukan Sekadar Typo

Jatim | Selasa, 22 September 2026 | 16:33 WIB

×