Gus Dur, SBY, Jokowi Punya Selera Sendiri-sendiri Soal Paspampres

Siswanto

Minggu, 24 Agustus 2014 | 10:35 WIB
Gus Dur, SBY, Jokowi Punya Selera Sendiri-sendiri Soal Paspampres
Personil Paspampres mengikuti upacara pengesahan validasi organisasi dan tugas Paspampres di Mako Paspampres Tanah Abang, Jakarta, Senin (3/3). ANTARA/Wahyu Putro A

Suara.com - Dulu, ketika Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (alm) masih menjabat Presiden RI, Paspampres sering dibikin bingung. Pasalnya, Presiden Gus Dur minta jumlah pasukan yang menjaganya tidak terlalu banyak.

Selain itu, Gus Dur juga kerap bergerak di luar protokoler.

"Zaman Gus Dur, pasukan dibikin bingung karena Gus Dur cenderung semau sendiri. Ketika lagi jalan, tiba-tiba minta berhenti cuma buat beli duren," kata anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Achmad Mubarok sambil tertawa kepada suara.com, Minggu (24/8/2014) pagi.

Padahal, kata Mubarok, Paspampres memiliki standar pengamanan sendiri, mengingat tanggung jawab mereka sangat berat

"Berhenti di jalan untuk beli duren, itu kan seharusnya tidak boleh. Tapi kan Gus Dur, dia malah bilang 'saya yang ngatur,'" kata Mubarok sambil terkekeh.

Berbeda dengan zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menurut Mubarok sangat taat asas. Presiden SBY selalu mengikuti protokoler pengamanan Kepala Negara yang dijalankan Paspampres.

"Kalau sistemnya seperti itu, ya diikuti Pak SBY," kata Mubarok. "Pak SBY menghormati sistem baku."

Bagaimana dengan Presiden RI terpilih untuk periode 2014-2019, Joko Widodo?

Setelah ditetapkan sebagai presiden terpilih, 22 Juli 2014, Jokowi mengatakan tidak ingin dikawal dengan pengamanan super ketat yang justru membuatnya tidak bisa dekat dengan rakyat, apalagi ia hobi blusukan ke kampung-kampung.

"Wong namanya Paspampres itu kan kita yang mengatur. Masa saya yang diatur Paspampres. Enggak kebalik?" kata Jokowi, Jumat (22/8/2014).

Standar protokoler pengamanan Presiden adalah 37 anggota Paspampres, tujuh rangkaian mobil, dan tiga sepeda motor pengamanan melekat. Tapi, Jokowi berencana menguranginya.

"Itu standarnya, tapi masih kita hitung. Kalau tiga cukup, ya tiga saja," kata Jokowi, mantan Wali Kota Solo.

Menurut Mubarok, selera Jokowi mirip selera Gus Dur.

"Tapi nanti kalau ada sesuatu yang yang menimpa Presiden, yang disalahkan tetap Paspampres juga," kata Mubarok.

Mubarok mengatakan pengurangan jumlah anggota Paspampres yang mengawal Presiden boleh-boleh saja.

"Tapi Paspampres punya standar baku. Mungkin ya jangan terlalu mencolok saja," kata Mubarok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Siapa yang Dipilih Jokowi, Golkar atau Demokrat?

Siapa yang Dipilih Jokowi, Golkar atau Demokrat?

News | Minggu, 24 Agustus 2014 | 09:32 WIB

Dua Hal yang Akan Dilakukan Jokowi-JK Demi Efisensi Anggaran

Dua Hal yang Akan Dilakukan Jokowi-JK Demi Efisensi Anggaran

News | Minggu, 24 Agustus 2014 | 06:30 WIB

Jokowi Diminta Cepat Bangun Jembatan Selat Sunda

Jokowi Diminta Cepat Bangun Jembatan Selat Sunda

Bisnis | Minggu, 24 Agustus 2014 | 05:30 WIB

Tidak Ada Alasan Untuk Menunda Pelantikan Jokowi

Tidak Ada Alasan Untuk Menunda Pelantikan Jokowi

News | Minggu, 24 Agustus 2014 | 02:30 WIB

 Koalisi Tanpa Syarat Jokowi Harus Diuji

Koalisi Tanpa Syarat Jokowi Harus Diuji

News | Sabtu, 23 Agustus 2014 | 22:59 WIB

Terkini

Hidangan Rumahan dan Suasana Hangat di Uma Oma Cafe Blok M, Ada Nasi Iga Penyet hingga Putu Cake

Hidangan Rumahan dan Suasana Hangat di Uma Oma Cafe Blok M, Ada Nasi Iga Penyet hingga Putu Cake

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 22:43 WIB

Yusril Ungkap Dugaan Penyadapan Prabowo Dimulai Tak Lama Setelah Pelantikan Presiden

Yusril Ungkap Dugaan Penyadapan Prabowo Dimulai Tak Lama Setelah Pelantikan Presiden

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:40 WIB

Pangi Syarwi Sebut Penyadapan Prabowo sebagai Operasi Makar, Singgung Geng Solo

Pangi Syarwi Sebut Penyadapan Prabowo sebagai Operasi Makar, Singgung Geng Solo

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:28 WIB

Pria di Medan Ditemukan Tewas dalam Gorong-gorong, Diduga Hendak Curi Kabel

Pria di Medan Ditemukan Tewas dalam Gorong-gorong, Diduga Hendak Curi Kabel

Sumut | Selasa, 03 November 2026 | 22:27 WIB

Listyo Sigit Jadi Tersangka, Polri Didesak Bongkar Dalang Penyadapan

Listyo Sigit Jadi Tersangka, Polri Didesak Bongkar Dalang Penyadapan

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:10 WIB

Prabowo hingga Menteri Diduga Disadap, Yusril Sebut Belum Ada Indikasi Makar

Prabowo hingga Menteri Diduga Disadap, Yusril Sebut Belum Ada Indikasi Makar

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:04 WIB

Hasil Lengkap I League Cup: Persija Imbang, Persebaya dan Persijap Dipermalukan Tim Championship

Hasil Lengkap I League Cup: Persija Imbang, Persebaya dan Persijap Dipermalukan Tim Championship

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 22:00 WIB

Bulog Pastikan 4,6 Juta Ton Cadangan Beras Pemerintah Terjaga Mutunya Jelang Akhir Tahun

Bulog Pastikan 4,6 Juta Ton Cadangan Beras Pemerintah Terjaga Mutunya Jelang Akhir Tahun

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 21:59 WIB

Resmi Tersangka, Jenderal Listyo Sigit Cs Diduga Sadap Telepon Prabowo Sejak 2025

Resmi Tersangka, Jenderal Listyo Sigit Cs Diduga Sadap Telepon Prabowo Sejak 2025

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:55 WIB

Yusril Ungkap Dugaan Penyadapan Prabowo Berlangsung dari 2025

Yusril Ungkap Dugaan Penyadapan Prabowo Berlangsung dari 2025

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 21:53 WIB

×