Kepentingan Ini Diprediksi Jadi Alasan Anggota Koalisi Merah Putih Gabung Jokowi

Siswanto | Suara.com

Kamis, 28 Agustus 2014 | 11:22 WIB
Kepentingan Ini Diprediksi Jadi Alasan Anggota Koalisi Merah Putih Gabung Jokowi
Deklarasi Koalisi Permanen Prabowo-Hatta dengan partai pendukung di Tugu Proklamasi, Senin (14/7). [suara.com/Bowo Rahardjo]

Suara.com - Pengamat politik Arya Fernandes memprediksi dua atau tiga partai anggota Koalisi Merah Putih di DPR RI akan mengalihkan dukungan ke Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Joko Widodo-Jusuf Kalla. Mereka diperkirakan mempunyai dua kepentingan besar.

"Yang paling potensial untuk mengalihkan dukungan itu Demokrat, PPP, dan Golkar," kata Arya kepada suara.com, Kamis (28/8/2014).

Ada dua alasan mendasar yang diperkirakan membuat partai-partai itu mengalihkan dukungan ke Jokowi-JK. Pertama, faktor kelangsungan hidup partai untuk pemilu tahun 2019. Faktor kedua ialah perburuan kursi menteri.

"Dalam sejarah koalisi di Indonesia pascareformasi, survival politik di pemilu berikutnya dan perburuan kursi menteri menjadi alasan penting partai mengubah pilihan, sebelum pemilu berubah setelah pemilu selesai. Dengan partai bergabung, mereka akan dapat keuntungan secara politik," katanya.

Arya kemudian memaparkan prediksi lain mengapa ketiga partai itu mengubah haluan. PPP, kata Arya, karena di internal partai ini terjadi polarisasi yang kuat, tetapi tidak ditopang dengan kemampuan mengelola konflik.

Sedangkan di Partai Demokrat, kata Arya, nyaris tidak ada faksi yang kuat, terutama setelah SBY mengambil alih posisi Ketua Umum Partai.

"Jadi Demokrat akan lebih mudah tentukan bargaining politik kepada pemerintahan baru dan itu sangat ditentukan oleh komunikasi yang dibangun SBY dan Jokowi. Dan mungkin Megawati akan melunak kalau SBY dan Jokowi sudah lakukan komunikasi. Mega juga sadar bahwa posisi politik yang tidak seimbang bisa jadi alasan," kata Arya.

Sementara Partai Golkar, mereka menyadari kekuatan yang dimiliki di DPR masih besar, mengingat partai ini merupakan pemenang kedua di Pileg 2014.

"Itu bisa jadi bargaining power bagi Golkar ke PDI Perjuangan (pengusung Jokowi-JK)," kata Arya.

Arya mengatakan juga bahwa peta politik di Indonesia akan semakin jelas dalam dua atau tiga pekan mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

SBY dan Jokowi Beri Keterangan

SBY dan Jokowi Beri Keterangan

Foto | Kamis, 28 Agustus 2014 | 10:54 WIB

Bertemu SBY, Langkah Awal yang Baik Bagi Jokowi

Bertemu SBY, Langkah Awal yang Baik Bagi Jokowi

News | Kamis, 28 Agustus 2014 | 10:53 WIB

Demokrat Bakal Bela Jokowi Bila Dijegal DPR Soal Kenaikan BBM

Demokrat Bakal Bela Jokowi Bila Dijegal DPR Soal Kenaikan BBM

News | Kamis, 28 Agustus 2014 | 09:10 WIB

Presiden SBY dan Jokowi Ciptakan Sejarah Transisi Pemerintahan

Presiden SBY dan Jokowi Ciptakan Sejarah Transisi Pemerintahan

News | Kamis, 28 Agustus 2014 | 08:30 WIB

Megawati Tidak Masalah Demokrat Gabung ke Jokowi-JK

Megawati Tidak Masalah Demokrat Gabung ke Jokowi-JK

News | Kamis, 28 Agustus 2014 | 07:30 WIB

Terkini

Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran

Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran

News | Senin, 23 Maret 2026 | 23:15 WIB

Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil

Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil

News | Senin, 23 Maret 2026 | 23:00 WIB

Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa

Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa

News | Senin, 23 Maret 2026 | 22:05 WIB

Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius

Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius

News | Senin, 23 Maret 2026 | 22:04 WIB

Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa

Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:55 WIB

Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?

Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:55 WIB

Kabar Duka, Legislator 3 Periode NasDem Tamanuri Meninggal Dunia

Kabar Duka, Legislator 3 Periode NasDem Tamanuri Meninggal Dunia

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:53 WIB

Arus Balik Lebaran: Contraflow Tol Japek KM 70 Sampai KM 36 Arah Jakarta Berlaku Malam Ini

Arus Balik Lebaran: Contraflow Tol Japek KM 70 Sampai KM 36 Arah Jakarta Berlaku Malam Ini

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:48 WIB

Antisipasi Dinamika Global, Kemhan-TNI Siapkan Langkah Efisiensi BBM dan Skema 4 Hari Kerja

Antisipasi Dinamika Global, Kemhan-TNI Siapkan Langkah Efisiensi BBM dan Skema 4 Hari Kerja

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:41 WIB

Waspada, BMKG Sebut Jabodetabek Dikepung Hujan Lebat dan Angin Kencang Malam Ini

Waspada, BMKG Sebut Jabodetabek Dikepung Hujan Lebat dan Angin Kencang Malam Ini

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:38 WIB