Array

Kabinet Jokowi Dinilai Tak Perlu Wamen, Cukup Wamenlu

Ruben Setiawan Suara.Com
Jum'at, 29 Agustus 2014 | 20:57 WIB
Kabinet Jokowi Dinilai Tak Perlu Wamen, Cukup Wamenlu
Presiden terpilih Joko Widodo bersama Wakil Presiden terpilih Jusuf Kalla dan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani. [Antara/Muhammad Adimaja]

Suara.com - Pengamat Politik Universitas Indonesia Salim Said menilai, jabatan wakil menteri tidak perlu ada pada kabinet Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla periode 2014-2019. Sebaliknya, menurut Salim, jabatan wakil menteri luar negeri masih diperlukan, untuk mengambil alih tugas menteri luar negeri yang bertugas ke luar negeri.

"Wakil menteri tidak perlu kecuali wamenlu, karena sudah ada sekjen dan irjen. Kalau wakil menteri luar negeri perlu karena menteri luar negeri banyak ke luar negeri," kata Salim di Jakarta, Jumat (29/8/2014).

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden terpilih Jokowi membuka peluang untuk penghapusan jabatan wakil menteri dalam kabinetnya untuk menghemat anggaran negara. Namun hal tersebut masih menjadi pertimbangan karena ada sejumlah kementerian yang membutuhkan peran wakil menteri untuk membagi beban kerja.

Jabatan wakil menteri yang bertugas untuk membantu seorang menteri, muncul sejak pemerintahan yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Selain itu, muncul juga wacana perampingan kabinet dari 34 kementerian menjadi 27 kementerian yang berdasarkan kajian tim transisi bersama 22 pokja rumah transisi.

"Kalau perampingan kabinet tergantung Pak Jokowi dan penasehat-penasehatnya untuk merumuskan. Ini kan ada dia pendapat, pendapat Jokowi dan JK," ujar Salim.

Soal perampingan kabinet, dikabarkan Jokowi dan Jusuf Kalla memiliki beda pendapat. Jusuf kalla menilai perampingan kabinet akan banyak memakan waktu, energi dan biaya.

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Indonesia Effendi Ghazali menilai tim transisi sebaiknya lebih perbanyak diskusi dengan Jokowi, Jusuf Kalla dan Megawati seraya melakukan kajian.

Tim transisi dibentuk untuk merancang strategi penjabaran visi misi, sembilan program aksi dan janji-janji dalam kampanye yang diusung pasangan presiden dan wakil presiden terpilih periode 2014-2019 Joko Widodo-Jusuf Kalla.

"Takutnya tim transisi seperti belum cukup banyak dapat masukan baik itu dari Mega, Jokowi, maupun JK, khususnya Pak JK. Sehingga misalnya kajian-kajian yang mereka lakukan dengan agak mudah dimentahkan Pak JK, misalnya soal simulasi kabinet," ujar Effendi. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI