Tak Lagi Ada yang Berani Masuk Zona Merah Sinabung

Ardi Mandiri, admin

Rabu, 22 Oktober 2014 | 23:23 WIB
Tak Lagi Ada yang Berani Masuk Zona Merah Sinabung
Gunung Sinabung meletus di Karo, Sumut,

Suara.com - Pengungsi erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, tidak lagi berani memasuk zona merah di kawasan tersebut. Warga ogah mati konyol hanya gara-gara memasuki wilayah tersebut.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, Jhonson Tarigan, mengatakan, lokasi yang selama ini rawan terkena luncuran lava panas dan debu vulkanik erupsi Gunung Sinabung, sudah steril.

"Desa yang masuk daerah berbahaya itu yakni Desa Sukameriah, Desa Bekerah dan Desa Simacem sudah kosong. Tidak ada lagi penduduk yang bermukim di sana. Mereka seluruhnya berada di lokasi penampungan," kata Jhonson.

Jhonson mengatakan, warga di daerah tersebut dalam waktu dekat ini akan direlokasi di kawasan hutan produksi Desa Siosor, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo atau sekitar lebih kurang 12 Km dari Kota Kabanjahe.

Bahkan di lokasi hutan produksi yang agropolitan tersebut, para pengungsi dibangunkan perumahan dan lahan perkebunan oleh Pemerintah Pusat.

Oleh karena itu, katanya, lahan perkebunan milik pengungsi yang berada di zona merah tersebut tidak dibenarkan lagi dikelola warga di daerah itu.

"Kalau terjadi erupsi Gunung Sinabung dan luncuran awan panas dan debu vulkanik, maka penduduk yang tinggal di tiga desa tersebut bisa menjadi korban," kata mantan Humas Pemkab Karo.

Sehubungan dengan itu, jelasnya, maka Pemerintah Pusat merelokasi warga tersebut di tempat yang aman dan terjamin tidak akan terkena material Gunung Sinabung.

"Hal ini, sudah dipikirkan baik dan buruknya, maka pengungsi Sinabung yang masih tinggal di penampungan disuruh pindah di kawasan hutan produksi tersebut," kata Jhonson.

Data yang diperoleh menyebutkan ada sebanyak 3.287 jiwa atau 1.019 kepala keluarga (KK) pengungsi Sinabung yang masih tinggal di 16 lokasi penampungan dan mereka berasal dari zona merah (daerah berbahaya), yakni Desa Sukameriah, Desa Bekerah dan Desa Simacem.

Sebelumnya, Gunung Sinabung Kabupaten Karo masih berstatus Siaga Level III dan Minggu (12/10) terjadi guguran 142 kali.

Selain itu, terjadi beberapa kali erupsi, yaitu pada pukul 00.00-06.00 WIB terjadi 3 kali awan panas guguran.

Jarak luncur sejauh 2.000-3.000 meter ke arah Selatan dan pukul 06.00 hingga 12.00 WIB terjadi 3 kali awan panas guguran, jarak luncur sejauh 2.000-2.500 meter ke selatan, tinggi kolom abu awan panas 1.000 meter.

Pada pukul 12.00-18.00 WIB terjadi 3 kali awan panas guguran, jarak luncur sejauh 1.500-2.500 meter ke selatan, tinggi kolom 2.000 meter ke arah tenggara dan abu awan panas 1.000-1.500 meter. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pesona Kebun Anggur di Bawah Kaki Gunung Sinabung, Bisa PP dari Medan!

Pesona Kebun Anggur di Bawah Kaki Gunung Sinabung, Bisa PP dari Medan!

Your Say | Selasa, 10 Februari 2026 | 19:10 WIB

Terkini

Prakiraan Cuaca: Pekanbaru Waspada Kabut Asap, Padang Hujan Disertai Petir

Prakiraan Cuaca: Pekanbaru Waspada Kabut Asap, Padang Hujan Disertai Petir

Riau | Minggu, 30 Agustus 2026 | 07:43 WIB

5 Fakta Aturan Kuota Internet Dilarang Hangus, Operator Wajib Sediakan Refund

5 Fakta Aturan Kuota Internet Dilarang Hangus, Operator Wajib Sediakan Refund

Tekno | Minggu, 30 Agustus 2026 | 07:38 WIB

Review Film 27 Steps of May: Perjalanan Panjang Berdamai dengan Trauma

Review Film 27 Steps of May: Perjalanan Panjang Berdamai dengan Trauma

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 07:30 WIB

Pemulihan Bencana Butuh Rp78 Triliun, Nepal Siap Terima Bantuan Luar Negeri

Pemulihan Bencana Butuh Rp78 Triliun, Nepal Siap Terima Bantuan Luar Negeri

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 07:30 WIB

Bisnis Properti Makin Ketat, Komponen Kecil Ini Jadi Penentu Kualitas Bangunan

Bisnis Properti Makin Ketat, Komponen Kecil Ini Jadi Penentu Kualitas Bangunan

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 07:25 WIB

5 Cara Membersihkan Sisa Sunscreen Waterproof dengan Sabun Cuci Muka Biasa

5 Cara Membersihkan Sisa Sunscreen Waterproof dengan Sabun Cuci Muka Biasa

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 07:23 WIB

Muktamar NU Berjalan Alot, PWNU, PCNU dan PCINU Diizinkan Usul Lima Kandidat

Muktamar NU Berjalan Alot, PWNU, PCNU dan PCINU Diizinkan Usul Lima Kandidat

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 07:12 WIB

ADVAN Hadirkan ADVAN V11 dan AIGEN Ultra T di AGRES.ID Karnaval Gadget Yogyakarta

ADVAN Hadirkan ADVAN V11 dan AIGEN Ultra T di AGRES.ID Karnaval Gadget Yogyakarta

Tekno | Minggu, 30 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Ulasan Film Rumah Singgah: Cerita Mengharukan tentang Kasih dan Pengorbanan

Ulasan Film Rumah Singgah: Cerita Mengharukan tentang Kasih dan Pengorbanan

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Antrean Mengular di SPBU Bali, Ini Janji Pertamina

Antrean Mengular di SPBU Bali, Ini Janji Pertamina

Bali | Minggu, 30 Agustus 2026 | 05:46 WIB

×