Pemulihan Bencana Butuh Rp78 Triliun, Nepal Siap Terima Bantuan Luar Negeri

M Nurhadi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 07:30 WIB
Pemulihan Bencana Butuh Rp78 Triliun, Nepal Siap Terima Bantuan Luar Negeri
Banjir bandang dahsyat yang menerjang kawasan perbatasan Nepal dan Tibet melenyapkan rombongan pendaki berisi 47 orang. (ABC)
baca 10 detik
  • Banjir bandang akibat runtuhnya gletser di perbatasan Nepal dan Tibet menewaskan ratusan orang pada Rabu lalu.
  • Tim SAR melanjutkan pencarian ribuan korban hilang setelah cuaca buruk mereda dan meminta bantuan ahli internasional.
  • Pemerintah memperkirakan biaya pemulihan mencapai Rp78 triliun serta menguburkan jenazah tak dikenal demi mencegah penyakit.

Suara.com - Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) di Nepal kembali dilanjutkan pada Sabtu sore setelah sempat terhenti akibat cuaca buruk.

Tim penyelamat berpacu dengan waktu untuk melacak keberadaan sekitar 3.000 orang yang dilaporkan hilang menyusul bencana banjir bandang dahsyat yang menerjang wilayah perbatasan Nepal dan Tibet. Bencana ini telah menewaskan ratusan jiwa serta menghancurkan permukiman dan fasilitas umum.

Negara berpenduduk 30 juta jiwa di kawasan Himalaya tersebut kini mengajukan permohonan bantuan tenaga ahli internasional.

Kementerian Keuangan Nepal memperkirakan bahwa proses rekonstruksi dan pemulihan pascabencana membutuhkan dana antara 4 miliar hingga 5 miliar dolar AS (sekitar Rp62 triliun hingga Rp78 triliun).

Tragedi ini dipicu oleh runtuhnya sebuah gletser yang mengalirkan gelombang besar berisi campuran batu, es, lumpur, dan puing-puing ke sistem sungai pegunungan pada Rabu lalu.

Setidaknya 669 orang dilaporkan tewas di Nepal dan tujuh korban jiwa tercatat di wilayah Tibet, China. Luapan air dan material berat menyapu bersih bangunan, jembatan, hingga stasiun pembangkit listrik di sepanjang jalurnya.

Hingga saat ini, sebanyak 2.426 orang di Nepal dan 554 orang di Kabupaten Gyirong, Tibet, masih belum ditemukan. Dari total korban hilang tersebut, sedikitnya 540 orang merupakan warga negara asing yang mayoritas adalah peziarah Hindu asal India.

Tantangan Operasi Penyelamatan dan Identifikasi Jenazah

Petugas kepolisian di Distrik Rasuwa menyatakan bahwa helikopter dan tim darat telah kembali beroperasi setelah jarak pandang membaik.

baca juga

Dikutip dari Reuters, bencana ini sempat memaksa penghentian sementara pencarian akibat tingginya curah hujan, kabut tebal, serta luapan danau bentukan baru di perbatasan Nepal-China yang mengalir ke Sungai Lhende Khola dan Trishuli.

Laporan stasiun televisi pemerintah China (CCTV) menyebutkan bahwa risiko banjir susulan mulai mereda setelah air danau perlahan menyurut. Kendati demikian, otoritas Nepal terus memantau dua danau di hulu karena potensi bahaya dinilai belum sepenuhnya hilang sebelum seluruh air terkuras habis.

Tiga hari pascabencana, proses identifikasi menghadapi kendala berat akibat kondisi sejumlah jenazah yang mulai membusuk. Pemerintah setempat memutuskan untuk segera menguburkan jenazah yang tidak teridentifikasi guna mencegah penularan penyakit.

“Sampel DNA akan diambil, dan jenazah akan dimakamkan di lahan terbuka,” demikian pernyataan resmi dari Administrasi Distrik Chitwan.

Di Kathmandu, kerabat korban hilang berkumpul di luar Rumah Sakit Maharajgunj Medical Campus untuk mengenali anggota keluarga mereka melalui foto-foto jenazah yang ditempelkan di gerbang fasilitas medis tersebut.

Kondisi serupa terjadi di luar negeri, di mana Kementerian Luar Negeri Malaysia dan India terus berkoordinasi untuk memantau status ratusan warga negara mereka yang kehilangan kontak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penerima Banpres UMKM Bencana Sumatera Diprioritaskan Bagi Non-Nasabah Perbankan dan KUR

Penerima Banpres UMKM Bencana Sumatera Diprioritaskan Bagi Non-Nasabah Perbankan dan KUR

Bisnis | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 11:54 WIB

9 Warga Singapura Korban Banjir Bandang Nepal Hilang, Keluarga Menangis Sulit Update Informasi

9 Warga Singapura Korban Banjir Bandang Nepal Hilang, Keluarga Menangis Sulit Update Informasi

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 19:17 WIB

Nepal Terancam Banjir Bandang Susulan, Bendungan Danau Tibet Berisiko Jebol

Nepal Terancam Banjir Bandang Susulan, Bendungan Danau Tibet Berisiko Jebol

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:59 WIB

Pasca Banjir Bandang Tewaskan 390 Orang, Danau Raksasa Mendadak Muncul di Nepal

Pasca Banjir Bandang Tewaskan 390 Orang, Danau Raksasa Mendadak Muncul di Nepal

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:45 WIB

Amerika Bakal Sanksi Bank China Jika Tidak Blokir Aliran Duit ke Iran

Amerika Bakal Sanksi Bank China Jika Tidak Blokir Aliran Duit ke Iran

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Jalur Darat Terputus Total, Helikopter Jadi Tumpuan Evakuasi Korban Banjir Bandang Nepal

Jalur Darat Terputus Total, Helikopter Jadi Tumpuan Evakuasi Korban Banjir Bandang Nepal

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:38 WIB

Terkini

The Ordinary Jackpot: Apa yang Berubah saat Karyawan Biasa Menang Lotre?

The Ordinary Jackpot: Apa yang Berubah saat Karyawan Biasa Menang Lotre?

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Ajang Jakarta Esports 2026 Wadahi Gamer Lokal dan Industri Kreatif Ibu Kota

Ajang Jakarta Esports 2026 Wadahi Gamer Lokal dan Industri Kreatif Ibu Kota

Tekno | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:57 WIB

WhatsApp Sasar 179 Ribu Orang Tua di Indonesia Lewat Program Pengasuhan Digital

WhatsApp Sasar 179 Ribu Orang Tua di Indonesia Lewat Program Pengasuhan Digital

Tekno | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:56 WIB

Kasus Impor Barang Tiruan, Tiga Eks Pejabat Bea Cukai Dituntut hingga 11,5 Tahun

Kasus Impor Barang Tiruan, Tiga Eks Pejabat Bea Cukai Dituntut hingga 11,5 Tahun

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Metallica dan Memudarnya Semangat Pemberontakan

Metallica dan Memudarnya Semangat Pemberontakan

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:50 WIB

BRI Peduli Perkuat Akses Infrastruktur Desa Kemang Lewat Jembatan Gantung

BRI Peduli Perkuat Akses Infrastruktur Desa Kemang Lewat Jembatan Gantung

Jakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:46 WIB

DIM RUU Migas Hampir Rampung, BUK Migas Dipastikan Terbentuk

DIM RUU Migas Hampir Rampung, BUK Migas Dipastikan Terbentuk

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:46 WIB

Atasi Kendala Penyeberangan Sungai, BRI Resmikan Jembatan Gantung di Cianjur

Atasi Kendala Penyeberangan Sungai, BRI Resmikan Jembatan Gantung di Cianjur

Riau | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Ulasan Bapak Paling Jujur: Komedi Politik yang Menertawakan Janji Penguasa

Ulasan Bapak Paling Jujur: Komedi Politik yang Menertawakan Janji Penguasa

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:45 WIB

BRI Peduli Hadirkan Jembatan Gantung untuk 7.000 Warga Desa Kemang Cianjur

BRI Peduli Hadirkan Jembatan Gantung untuk 7.000 Warga Desa Kemang Cianjur

Kaltim | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:44 WIB

×