Komnas Ham dan Tim 7 Kerjasama Tangani Perang KPK-Polri

Laban Laisila

Selasa, 27 Januari 2015 | 20:22 WIB
Komnas Ham dan Tim 7 Kerjasama Tangani Perang KPK-Polri
Komisioner Komas Ham Nur Kholis Datangi KPK. [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas Ham) akan bekerja sama dengan tim independen bentukan presiden, Tim 7, dalam menangani penyelesaian masalah antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri.

"Dan kita juga akan berkoordinasi, akan mengundang Tim 7, tim independen yang dibentuk presiden," kata Komisioner Komnas Ham Nur Kholis di Jakarta, Selasa (27/1/2015).

Dia mengatakan akan mengundang ketujuh orang yang tergabung dalam tim independen tersebut datang ke kantor Komnas ham pada Kamis (29/1).

"Yang jelas kita akan mengundang lusa, Pak Jimly, Pak Oegroseno, Pak Erry Riyana, dan lain-lain. Jadi tujuh-tujuhnya kami upayakan datang ke Komnas HAM untuk membicarakan terkait penyelidikan," kata Nur Kholis.

Dia mengatakan Komnas Ham telah memasang tenggat waktu bagi tim untuk mnyelesaikan penyelidikan dalam kurun satu bulan.

"Target kita SK (surat keputusan) keluar satu bulan. Makin cepat tim bekerja, manfaatnya makin berguna bagi negara," ujar Nur Kholis. 

Sedangkan dalam menyelesaikan rancangan awal penyelidikan, Nur Kholis mengatakan Komnas Ham menargetkan dalam waktu satu minggu.

"Kita akan bekerja secepatnya. Kita sudah pasang target tujuh hari untuk penyelesaian 'draft' awal," kata Nur Kholis.

Diwartakan sebelumnya, Komnas Ham  telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki adanya dugaan kriminalisasi pimpinan KPK pada Senin (26/1/2015).

Tim tersebut beranggotakan 22 orang dengan delapan orang di antaranya komisioner Komnas Ham.

Komnas Ham menilai negara belum memberikan sikap yang konkret dalam menangani perseteruan antara KPK dan Polri.

Oleh karena itu Komnas Ham menilai pimpinan negara perlu mendapatkan masukan dari berbagai sumber, termasuk Komnas Ham, dalam membantu menyelesaikan masalah antara KPK dan Polri.

Tim dari Komnas HAM akan melakukan penyelidikan dugaan kriminalisasi pimpinan KPK dan akan memberikan rekomendasi kepada presiden dalam menyelesaikan masalah antara KPK dan Polri. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

JK:  Tidak Ada Warga yang Kebal Hukum

JK: Tidak Ada Warga yang Kebal Hukum

News | Selasa, 27 Januari 2015 | 17:38 WIB

Terkini

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:45 WIB

Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi

Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:34 WIB

Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini

Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24 WIB

Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris

Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 11:45 WIB

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:45 WIB

Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:15 WIB

Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?

Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:00 WIB

AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?

AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:55 WIB

Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!

Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:46 WIB

Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai

Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:40 WIB