Penghasilan Berkurang, Perangkat Desa "Curhat" ke Menteri Marwan

Arsito Hidayatullah

Selasa, 03 Februari 2015 | 23:09 WIB
Penghasilan Berkurang, Perangkat Desa "Curhat" ke Menteri Marwan
Suasana audiensi Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) dengan Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi Marwan Jafar, Selasa (3/2/2015) di Jakarta. [Kemdes]

Suara.com - Pihak Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Nasional mengeluhkan sejumlah hal yang dinilai mejadi sumber keresahan para kepala desa, terkait program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Terutama yang jadi keluhan adalah persentase belanja operasional dan perangkat desa yang dinilai sangat kecil.

Sebagaimana disampaikan melalui siaran persnya, keluhan tersebut antara lain disampaikan Ketua Umum PPDI Nasional, Ubaidi Rosyidi, saat menggelar audiensi dengan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Marwan Jafar, Selasa (3/2/2015).

Rosyidi mengungkapkan, hingga saat ini para kepala desa mengaku resah lantaran kecilnya anggaran operasional desa, termasuk gaji mereka. Pasalnya, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 43 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan UU Desa, sebanyak 70 persen penggunaan dana desa adalah untuk keperluan belanja penyelenggaraan pemerintahan desa, seperti pelaksanaan pembangunan, juga pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat desa.

"Sedangkan untuk operasional dan gaji aparat desa, termasuk kami (kepala desa), hanya sebesar 30 persen dari APB-Des. Kami tentu akan mengalami pengurangan penghasilan dengan ketentuan ini," ujar Rosyidi, di Kantor Kemendes PDTT, Kalibata, Jakarta.

Di sisi lain menurutnya, penyaluran dana desa pada tahun ini hanya sekitar Rp270 juta. Jumlah tersebut menurutnya sulit memenuhi keinginan para kepala desa dalam membangun desa setempat.

"Padahal, amanah UU Desa dan janji Pak Presiden Jokowi (Joko Widodo), jelas menyebutkan akan memberikan bantuan dana untuk desa Rp1,4 miliar," tanya Rosyidi.

Dia pun menegaskan bahwa bantuan dana desa sebesar Rp270 juta, tidak akan mampu merubah kondisi perdesaan secara signifikan. Apalagi, dana tersebut diprioritaskan untuk infrastruktur dan pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

"Kami khawatir, kesejahteraan masyarakat desa tidak terpenuhi dengan anggaran tersebut," keluhnya.

Oleh karena itu, PPDI pun meminta Mendes PDTT Marwan Jafar untuk meperjuangkan revisi PP tersebut, terutama pada Pasal 100 yang mengatur tentang mekanisme penyerapan dana desa.

"Kami sangat berharap, Pak Menteri dapat membantu dalam merevisi ketentuan ini, agar kesejahteraan bagi para aparat desa juga terpenuhi," pinta Rosyidi.

Menanggapi keluhan itu, Mendes PDTT menjelaskan, pihaknya juga tengah mengusulkan untuk merevisi PP tersebut. "Nah, terkait dengan aspirasi bapak-bapak, nanti akan kami perjuangkan. Tentu akan melalui kajian dulu di kementerian kami," kata Marwan.

Sementara itu, terkait penyaluran dana desa sebesar Rp1,4 miliar, Marwan menegaskan bahwa pemerintah tetap akan merealisasikan dana tersebut.

"Tetapi, harus saya sampaikan bahwa penyaluran dana tersebut akan dilakukan secara bertahap. Pasti kita penuhi," tegasnya.

Marwan menjelaskan, melihat kemampuan APBN, pemerintah tidak mungkin bisa memenuhi penyaluran dana desa sebesar Rp1,4 miliar sekaligus, karena harus menyesuaikan dengan kemampuan. Sementara dalam APBN 2014 yang sudah disahkan oleh DPR periode 2009-2014, dana desa hanya dialokasikan sebesar total Rp9 triliun.

"Nanti, dalam APBN-P, akan dilakukan penambahan Rp11 triliun, sehingga total dana desa yang dapat disalurkan pada tahun ini baru Rp270 juta. Ini hitungan kasar saja, jika dirata-rata dengan jumlah desa se-Indonesia yang mencapai 74.000-an desa," bebernya.

Marwan pun meminta para kepala desa agar lebih bersabar untuk dapat memanfaatkan dana desa tersebut. "Yang penting, tahun ini kita cairkan dulu sesuai kemampuan APBN tadi. Nanti ke depan akan saya perjuangkan agar mendapat tambahan setiap tahun," katanya.

Lebih jauh, Marwan pun tak lupa mengimbau kepada para kepala desa agar membentuk BUMDes. Menurutnya, hal itu akan mendorong peningkatan laju perekonomian desa setempat.

"Buatlah BUMDes sesuai potensi sumber daya di desa masing-masing, agar dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat desa," imbaunya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menteri Desa Prioritaskan 1.138 Desa Perbatasan

Menteri Desa Prioritaskan 1.138 Desa Perbatasan

News | Senin, 02 Februari 2015 | 17:18 WIB

Belum Terbitnya Keppres Persulit Kementerian Desa

Belum Terbitnya Keppres Persulit Kementerian Desa

News | Selasa, 06 Januari 2015 | 18:54 WIB

Terkini

Presiden Setuju Tanah Wakaf Blang Padang Dikembalikan ke Masjid Raya Baiturrahman Aceh

Presiden Setuju Tanah Wakaf Blang Padang Dikembalikan ke Masjid Raya Baiturrahman Aceh

Sumut | Minggu, 08 November 2026 | 11:02 WIB

Masuk Daftar Pejabat yang Diduga Disadap, Erick Thohir: Saya Nomor 36

Masuk Daftar Pejabat yang Diduga Disadap, Erick Thohir: Saya Nomor 36

Bola | Minggu, 08 November 2026 | 10:57 WIB

Dana Korban Penipuan Rp967,5 Miliar Berhasil Diblokir

Dana Korban Penipuan Rp967,5 Miliar Berhasil Diblokir

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 10:56 WIB

Mengupas Luka Batin Masa Kecil Lewat Buku 'Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero'

Mengupas Luka Batin Masa Kecil Lewat Buku 'Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero'

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 10:55 WIB

Kasus Pembakaran Warung Mi Babi Sukoharjo: Polisi Tangkap DPO di Solo, Mantan Napiter

Kasus Pembakaran Warung Mi Babi Sukoharjo: Polisi Tangkap DPO di Solo, Mantan Napiter

Jawa Tengah | Minggu, 08 November 2026 | 10:54 WIB

Prakiraan Cuaca 8 November: Hujan Berpotensi Hampir Merata di Sumut Sore-Malam Ini

Prakiraan Cuaca 8 November: Hujan Berpotensi Hampir Merata di Sumut Sore-Malam Ini

Sumut | Minggu, 08 November 2026 | 10:51 WIB

Pangdam Hasanuddin Gandeng Ormas dan Ojol Berantas Mafia TNI

Pangdam Hasanuddin Gandeng Ormas dan Ojol Berantas Mafia TNI

Sulsel | Minggu, 08 November 2026 | 10:43 WIB

Bebas Bibir Pecah: 4 Lip Care Sunflower Seed Oil Penjaga Kelembapan

Bebas Bibir Pecah: 4 Lip Care Sunflower Seed Oil Penjaga Kelembapan

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 10:40 WIB

Jangan Asal Hapus, Ini 7 Cara Mengatasi Memori Internal HP Penuh karena File Tersembunyi

Jangan Asal Hapus, Ini 7 Cara Mengatasi Memori Internal HP Penuh karena File Tersembunyi

Tekno | Minggu, 08 November 2026 | 10:38 WIB

Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Jepang, Lebih dari 20 Orang Luka-Luka

Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Jepang, Lebih dari 20 Orang Luka-Luka

Sumut | Minggu, 08 November 2026 | 10:36 WIB

×