Pengamat: Ada Perlakuan Khusus Untuk Lion Air

Esti Utami, Nikolaus Tolen

Sabtu, 21 Februari 2015 | 18:13 WIB
Pengamat: Ada Perlakuan Khusus Untuk Lion Air
Pesawat Lion Air di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (20/2). (Antara)

Pengamat kebijakan publik dari lembaga penelitian Populi Center, Nico Harjanto menilai ada nilai politis di balik tak adanya sanksi tegas dari pemerintah terhadap kasus tertunda sejumlah penerbangan yang dilakukan Lion Air. Ia menilai ada perlakuan khusus dari pemerintah terhadap maskapai berlogo kepala singa tersebut.

Penanganan terhadap Lion Air di matanya sangat berbeda dengan sikap pemerintah saat mengetahui ada pelanggaran yang dilakukan Air Asia, sehingga mengakibatkan jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 beberapa waktu lalu.

Menurutnya, seharusnya pemerintah segera memberikan sanksi yang jelas untuk memberikan efek jera terhadap pelanggaran yang dilakukan Lion Air.

“Kalau kita lihat ini bukan merupakan kejadian pertama, dulu juga pernah terjadi. Tetapi hukuman yang dijatuhkan pada maskapai ini itu tidak membuat jera,"  kata Nico di sela diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (21/2/2015).

Ia menambahkan, jika ditelusuri lebih mendetil maka akan ditemukan ada perlakuan yang berbeda terhadap maskapai yang sahamnya antara lain dimiliki anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Rusdi Kirana ini.

Menurutnya perlakuan istimewa ini sudah terjadi sejak pemerintahan yang sebelumnya (masa SBY).

“Kalau ada pelanggaran tidak diberikan sanksi yang tegas oleh pemerintah, karena memang pemerintah yang dulu itu beberapa pejabatnya terkait dengan maskapai ini. Misalnya, bekas Dirjen Perhubungan Udara itu sekarang menjadi salah satu komisaris di Lion Air," jelas Nico.

Selain itu, tambahnya, masih ada anggota keluarga dari pemerintah yang menjabat kedudukan tertinggi dalam struktur perusahaan milik Rusdi Kirana tersebut. Nico menunjuk kerabat Wakil presiden Jusuf Kalla yang duduk di dewan komisaris Lion Air.

Nico menegaskan perlakuan khusus ini harus segera diakhiri, sehingga Lion Air yang melayani lebih dari 40 persen pasar penerbangan domestik bisa memberikan pelayanan yang aman, nyaman, serta profesional.

“Pemerintah harus bisa menggaransi Lion Air bisa memberikan pelayanan yang aman, nyaman, dan juga profesional sesuai dengan standar yang berlaku internasional. Saya kira itu yang penting  bagi pemerintah,” tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:56 WIB

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:06 WIB

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

×