KPUD Sulsel Kekurangan Anggaran Gelar Pemilukada Serentak

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Minggu, 01 Maret 2015 | 21:43 WIB
KPUD Sulsel Kekurangan Anggaran Gelar Pemilukada Serentak
Ilustrasi surat suara pemilu

Suara.com - Komisi Pemilihan Umum Daerah Sulawesi Selatan kekurangan anggaran untuk menggelar pemilihan umum kepala daerah serentak 2015. Mereka meminta tambahan dana.

Ada 11 kabupaten Sulawesi Selatan yang akan memilih kepala daerahnya. KPUD setepat mengatakan dana yang kurang itu untuk pembiayaan kampanye. Maka itu mereka meminta ada dana yang bersumber dari APBN. Karena minimnya anggaran yang dialokasikan dari APBD.

"Kita sudah pernah berkoordinasi saat menggelar rakor di KPU Sulsel dan ternyata hampir seluruh kabupaten itu minim anggarannya, makanya kita berharap adanya anggaran tambahan dari APBN," ujar Komisioner Divisi Data dan Teknis KPU Luwu Utara, Supriyanto di Makassar, Minggu (1/3/2015).

Dia mengatakan, dasar dari sejumlah penyelenggara pemilu mengharapkan dana APBD itu karena dalam Undang-Undang Pilkada yang telah disahkan beberapa waktu lalu oleh DPR-RI tercantum anggaran pemilihan yang berasal dari APBN dan APBD.

Supriyanto mengaku, pemerintah daerah dalam mendukung kinerja KPU telah mengalokasikan dana yang bersumber dari APBD. Dana yang dialokasikan itu belum mencukupi semua kebutuhan.

"Dana yang ditanggung oleh APBD tidak terlalu banyak. Kalau empat item itu ditanggung KPU, maka anggaran pemilihan semakin berkurang sehingga menganggu anggaran lainnya," katanya.

Dia menjelaskan, ada empat jenis yang ditanggung oleh KPU. Di antaranya fasilitas debat kandidat, pemasangan alat peraga, penyebaran bahan kampanye dan iklan melalui media.

Sementara yang tidak ditanggung oleh KPU yakni kampanye calon peserta pemilu. Seperti kampanye tertutup dan terbuka. Dalam tahapan tersebut, penyelenggara pemilu sebagian menanggung kampanye bagi peserta pemilu.

"Empat jenis yang ditanggung penyelenggara pemilu itu sebaiknya dibebankan saja ke APBN karena akan semakin memberatkan kami," katanya.

Dia menambahkan, khusus untuk KPU Lutra, anggaran yang dimiliki saat ini sebanyak Rp8 miliar yang berasal dari APBD. Anggaran ini lebih kecil dari yang diusulkannya setahun lalu yakni Rp18 miliar.

Ia bahkan mengaku dengan minimnya anggaran ditambah dengan beban berat seperti keempat jenis itu, maka tidak akan mencukupi dana yang dimilikinya itu. Kecuali pada APBD Perubahan anggaran pemilihan ditambah.

Hal serupa juga diungkapkan Komisioner KPU Bulukumba Ambar Rusnita yang mengaku jika keempat jenis anggaran kampanye peserta pemilu, sebaiknya dibebabkan ke APBN saja. Sebab nilainya cukup besar jika dibebankan ke APBD.

Anggaran yang dimiliki KPU Bulukumba hingga saat ini masih kecil. Butuh tambahan pada APBD Perubahan. Dijelaskan, anggaran yang ada Rp15 miliar. Sedangkan KPU mengusulkan Rp19,8 miliar.

"Bayangkan saja, kalau anggaran Panitia Pemilihan Kecamatan dan Panitia Pemungutan Suara sekitar Rp200 juta. Belum anggaran lain yang mesti dikeluarkan," ucapnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Persaingan Jumlah Suara Ketat, Zulkifli Sementara Ungguli Hatta

Persaingan Jumlah Suara Ketat, Zulkifli Sementara Ungguli Hatta

News | Minggu, 01 Maret 2015 | 21:35 WIB

Hindari Konflik, Proses Pemilihan Ketum PAN Dipercepat

Hindari Konflik, Proses Pemilihan Ketum PAN Dipercepat

News | Minggu, 01 Maret 2015 | 20:57 WIB

Pendukung Zulkifli Hasan Bentrok dengan Wartawan

Pendukung Zulkifli Hasan Bentrok dengan Wartawan

News | Minggu, 01 Maret 2015 | 17:20 WIB

Kubu Zulkifli Minta Hatta Mundur sebagai Calon Ketum

Kubu Zulkifli Minta Hatta Mundur sebagai Calon Ketum

News | Minggu, 01 Maret 2015 | 16:51 WIB

Kongres PAN Dipercepat, Kubu Zulkifli Protes

Kongres PAN Dipercepat, Kubu Zulkifli Protes

News | Minggu, 01 Maret 2015 | 15:20 WIB

Dituduh Amien Rais, Hatta Beberkan Pertemuannya dengan Jokowi

Dituduh Amien Rais, Hatta Beberkan Pertemuannya dengan Jokowi

News | Minggu, 01 Maret 2015 | 15:02 WIB

Ricuh, Kongres PAN Diskorsing

Ricuh, Kongres PAN Diskorsing

News | Minggu, 01 Maret 2015 | 14:15 WIB

Kongres PAN Ricuh, Polda Bali 'Angkat Tangan'

Kongres PAN Ricuh, Polda Bali 'Angkat Tangan'

News | Minggu, 01 Maret 2015 | 14:04 WIB

Ini Agenda Hari Kedua Kongres PAN

Ini Agenda Hari Kedua Kongres PAN

News | Minggu, 01 Maret 2015 | 11:19 WIB

Senior PAN Menjagokan Zulkifli Hasan

Senior PAN Menjagokan Zulkifli Hasan

News | Minggu, 01 Maret 2015 | 10:15 WIB

Terkini

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:41 WIB

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:38 WIB

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:33 WIB

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:34 WIB

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB