Gara-gara Tokek, Seorang Anak Asal Nias Divonis Hukuman Mati

Siswanto, Nikolaus Tolen

Kamis, 19 Maret 2015 | 16:43 WIB
Gara-gara Tokek, Seorang Anak Asal Nias Divonis Hukuman Mati
Kepala Divisi Pembelaan Hak Sipil dan Politik Kontras Putri Kanisa memegang gambar Yusman Telaumbanua alias Ucok (suara.com/Nikolaus Tolen)

Suara.com - Yusman Telaumbanua dan kakak iparnya, Rusula Hia, kini mendekam di Lapas Batu Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Mereka dihukum mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Gunungsitoli tahun 2013 terkait dengan kasus pembunuhan berencana terhadap Kolimarinus Zega, Jimmi Trio Girsang, dan Rugun Br Haloho di Gunungsitoli, Nias, Sumatera Utara, pada tanggal 24 April 2012.

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan menaruh perhatian yang besar terhadap kasus itu. Kontras menemukan sejumlah kejanggalan, di antaranya, diduga selama proses pemeriksaan, penyidik Polres Nias telah melakukan pemalsuan data terkait usia Yusman. Kasus ini juga telah dibawa ke Komisi Yudisial agar majelis hakim yang menjatuhkan vonis diselidiki.

Kasus apa yang membuat mereka tersangkut kasus hukum?

"Hal sepele memang, dimana awalnya si korban (Jimmi) mau membeli tokek, tetapi dia tidak tahu siapa yang punya. Jimmi yang merupakan majikan Usman pun tanya kepada Yusman, dan kebetulan kakak Ipar Yusman (Rusula) ada tokek dan mau dijual, maka ada perjanjian di situ," kata Kepala Divisi Pembela Hak Sipil dan Politik Kontras Putri Kanisa di gedung Komisi Yudisial, Kramat, Jakarta Pusat, Kamis (19/3/2015).

Selanjutnya, korban dijemput oleh tukang ojek atas permintaan Rusula. Sebagian warga percaya kalau seseorang berniat membeli tokek, pasti memiliki banyak uang dan diduga karena motif itu tukang ojek tadi menghabisi ketiga korban di kebun.

"Saat sudah setuju, Rusula meminta tukang ojek yang adalah tetangganya untuk menjemput ketiga pembeli tersebut. namun mereka tanya, kenapa datang malam, lalu Rusla menjawab mereka ingin beli tokek. Tukang ojek tersebut langsung pergi dan ternyata satu orang bawa parang untuk menghabisi nyawa ketiga korban, itu dilihat mereka sendiri. Dan itu terjadi di perkebunan, dimana mereka membacok dan membakar mayat ketiga korban," Putri menambahkan.

Sampai saat ini, keempat tukang itu tidak diketahui keberadaannya. Tapi kemudian polisi menangkap Yusman yang sempat kabur karena takut. Ia takut karena salah satu orang yang dibunuh adalah majikannya. Usman pun diproses dan kemudian divonis hukuman mati. Ketika itu usia Yusman masih 16 tahun atau di bawah umur.

"Seorang anak, apapun kasusnya, dan meskipun tuntutannya seumur hidup atau hukum mati, Hakim tetap memutuskannya tidak boleh lebih dari 10 tahun. Itu sesuai dengan Pasal 6 UU Nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan anak," kata Putri.

Koordinator Kontras Haris Azhar sebelumnya menjelaskan selama proses pemeriksaan, penyidik Polres Nias diduga melakukan pemalsuan data terkait usia Yusman. Selain itu, kata dia, selama proses hukum berlangsung, tidak ada satupun saksi dalam peristiwa pembunuhan tersebut yang menunjukkan keterlibatan terdakwa sehingga keterangan dalam proses hukum hanya didasarkan pada pengakuan terdakwa. Pihak penyidik sebenarnya sudah mengantongi nama – nama pelaku yang hingga tahun 2012 telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang oleh Polres Gunungsitoli, namun hingga saat ini tidak ada kejelasan terkait proses pencarian terhadap pelaku sebenarnya yang telah ditetapkan sebagai DPO.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Mas Bechi Bebas Bersyarat, LPSK Minta Korban Tak Ragu Lapor Jika Kembali Dapat Ancaman

Mas Bechi Bebas Bersyarat, LPSK Minta Korban Tak Ragu Lapor Jika Kembali Dapat Ancaman

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:54 WIB

Iran Ancam Perluas Perang ke Samudra Hindia Jika AS dan Israel Kembali Menyerang

Iran Ancam Perluas Perang ke Samudra Hindia Jika AS dan Israel Kembali Menyerang

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:52 WIB

Denny Indrayana Tegaskan Gugatan di MK Bukan Sekadar Ijazah Gibran: Ini Political Corruption

Denny Indrayana Tegaskan Gugatan di MK Bukan Sekadar Ijazah Gibran: Ini Political Corruption

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:50 WIB

AI Mulai Masuk Pabrik UKM, Data Jadi Senjata Baru Dongkrak Produktivitas

AI Mulai Masuk Pabrik UKM, Data Jadi Senjata Baru Dongkrak Produktivitas

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 12:49 WIB

7 Penyebab Pakaian Tetap Bau Apek meski Sudah Pakai Pelembut Saat Dijemur

7 Penyebab Pakaian Tetap Bau Apek meski Sudah Pakai Pelembut Saat Dijemur

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 12:44 WIB

Jejak Ngeri F Alias Batak: Penggerak Pelajar Buat Rusuh, Bawa Sajam, hingga Incar Kantor Polisi

Jejak Ngeri F Alias Batak: Penggerak Pelajar Buat Rusuh, Bawa Sajam, hingga Incar Kantor Polisi

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:43 WIB

Lipstik Wardah Glasting Ada Berapa Shade? Cek Pilihan Warnanya untuk Wanita Indonesia

Lipstik Wardah Glasting Ada Berapa Shade? Cek Pilihan Warnanya untuk Wanita Indonesia

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 12:36 WIB

Tak Cuma Hiburan, BagaimanaSeni Bisa Jadi Jalan untuk Menggerakkan Aksi Iklim

Tak Cuma Hiburan, BagaimanaSeni Bisa Jadi Jalan untuk Menggerakkan Aksi Iklim

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 12:33 WIB

MediaTek C10 Max Bawa Performa AI 55 TOPS, Siap Jadi Penantang Snapdragon X

MediaTek C10 Max Bawa Performa AI 55 TOPS, Siap Jadi Penantang Snapdragon X

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 12:33 WIB

Buku Hakim Sarmin Presiden Kita: Membaca Politik Lewat Tawa dalam Dua Lakon

Buku Hakim Sarmin Presiden Kita: Membaca Politik Lewat Tawa dalam Dua Lakon

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 12:30 WIB

×