Keluarkan Kata-kata Kotor di TV, Ahok: Saya Sudah Muak

Doddy Rosadi, Dwi Bowo Raharjo

Jum'at, 20 Maret 2015 | 10:09 WIB
Keluarkan Kata-kata Kotor di TV, Ahok: Saya Sudah Muak
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama [suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengungkapkan permohonan maaf kepada masyarakat Indonesia setelah mengungkapkan kata-kata kotor beberapa waktu lalu ketika wawancara dengan KOMPAS TV dalam program Kompas Petang (17/3/2015) yang menimbulkan kontroversi.

Acara yang disiarkan Live itu terdengar kata-kata kotor keluar dari mulut Ahok. Kata –kata tersebut antara lain, Bangsat, Goblok, Nenek Bego yang terdengar dari mulut Ahok. Hal itu dikarenakan Ahok geram saat ditanya soal foto istrinya Veronica Tan yang duduk di kursi gubernur. Bukan hanya itu saja, tudingan Veronica ikut terlibat dalam revitalisasi Kota Tua juga ditanyakan.

"Jadi ya itu tadi, kalau orang yang merasa tersinggung, atau merasa tidak suka perkataan saya membawa bahasa toilet, ya saya minta maaf," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (20/3/2015).  

Mantan Bupati Belitung Timur itu, mengaku kesal melihat oknum pejabat DKI yang mengambil uang rakyat. Ahok menilai orang yang melakukan korupsi dan nyolong uang rakyat lebih tidak santun dan manusiawi.

"Tapi kalau kami hidup di tengah- masyarakat yang begtu miskin, sementara oknum pejabat nyolong uang gila-gilaan dan dengan santun gaya bahasa agama, kamu muak nggak kira-kira? Nah itu ungkapan perasaan saya yang udah gak tahan," kata Ahok.

"Kalo menurut saya teman-teman saya bilang saya masih lumayan keluarin bahasa toilet, karena saya udah gak tahan. Saya betul-betul muak dengan kemunafikan, kepura-puraan, dengan sistim oknum pejabat yang hidup mewah-mewah sementara rakyat gak bisa hidup," tegas Ahok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Walau Ahok Suka Marah-marah, Publik Tetap Suka

Walau Ahok Suka Marah-marah, Publik Tetap Suka

News | Kamis, 19 Maret 2015 | 16:01 WIB

Kisruh Dana Siluman, Publik Lebih Percaya Ahok Dibanding DPRD

Kisruh Dana Siluman, Publik Lebih Percaya Ahok Dibanding DPRD

News | Kamis, 19 Maret 2015 | 15:44 WIB

Pakai e-Budgeting, Ahok: Kita Nggak Mau SKPD Fitnah DPRD Lagi

Pakai e-Budgeting, Ahok: Kita Nggak Mau SKPD Fitnah DPRD Lagi

News | Kamis, 19 Maret 2015 | 12:43 WIB

Terkini

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:54 WIB

×