Tahan Anak SD di Sel, Kapolda Riau Minta Maaf

Ardi Mandiri

Kamis, 26 Maret 2015 | 03:57 WIB
Tahan Anak SD di Sel, Kapolda Riau Minta Maaf
Ilustrasi narapidana dalam penjara. (Shutterstock)

Suara.com - Kepala Kepolisian Daerah Riau, Brigjen Pol Drs Dolly Bambang Hermawan meminta maaf terkait kasus dugaan kesalahan prosedur penahanan siswa Sekolah Dasar di sel Polsek Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan.

Permintaan maaf tersebut disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tedjo kepada wartawan di Pekanbaru, Rabu (25/3/2015).

"Kita memohon maaf kepada masyarakat terutama pihak keluarga, jika ada tindakan kepolisian yang tidak sesuai prosedur dan mengindahkan mekanisme penanganan anak di Polsek Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan," kata Guntur.

Ia berjanji jika perbuatan oknum polisi yang tidak sesuai prosedur tersebut terbukti, maka akan melakukan penindakan tegas kepada oknum bersangkutan.

Selain itu, ia juga mengucapkan terima kasih atas pengawasan masyarakat serta instansi terkait terhadap kinerja polisi dan akan menjadikan kasus dugaan pelanggaran tersebut sebagai bahan koreksi untuk kinerja jajaran kepolisian yang ia pimpin kedepan.

"Ini akan kita jadikan sebagai bahan koreksi ke depannya. Tapi kita akan tetap tegakkan disiplin terhadap anggota," ujar dia.

Sebelumnya, Kepolisian Sektor Pangkalan Kerinci menangkap tiga anak SD, yakni Rz (9), Sy (12), dan Mi (10), karena tertangkap tangan mencuri jajan di kantin sebelah sekolah.

Ketiga anak tersebut ditangkap lalu diperiksa di kepolisian tanpa didampingi Lembaga Perlindungan Anak. Kemudian setelah pemeriksaan, ketiga anak itu juga dituduh melakukan pencurian ditempat lain setelah salah seorang warga melaporkan kehilangan emas dan uang senilai Rp15 juta.

Atas tuduhan tersebut, anak tersebut akhirnya ditahan di sel Polsek Pangkalan Kerinci selama dua hari. Ketiganya bebas setelah salah seorang ibu dari anak itu melaporkan tindakan Polsek Pangkalan Kerinci ke Polda Riau.

Sementara itu, Kapolsek Pangkalan Kerinci Kompol Rajib yang dihubungi wartawan pada Senin (23/3) lalu membenarkan adanya penangkapan dan penahanan tiga anak tersebut selama dua hari.

Ia mengatakan, ketiganya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan pihaknya akan melanjutkan kasus ini meski anak-anak itu telah dibebaskan dari tahanan.

"Benar anggota kita menangkap tiga anak tersebut dan barang bukti yang ada saat ini adalah jajanan hasil curian mereka," ujarnya.

Namun, untuk dugaan pencurian lainnya berupa pencurian emas dan uang senilai Rp15 juta, ia mengatakan belum mempunyai barang. "Bukti yang lainnya masih dalam penyelidikan," kata Rajib. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Curi Emas, 3 Siswa SD Mendekam dalam Bui

Curi Emas, 3 Siswa SD Mendekam dalam Bui

News | Selasa, 24 Maret 2015 | 23:06 WIB

Terkini

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:22 WIB

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:13 WIB

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Banten | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:30 WIB

×