Pabrik Es Batu Berbakteri, Sehari Bisa Produksi Ribuan Es Balok

Laban Laisila, Nikolaus Tolen

Jum'at, 27 Maret 2015 | 17:55 WIB
Pabrik Es Batu Berbakteri, Sehari Bisa Produksi Ribuan Es Balok
Pabrik es balok yang menggunakan air sungai Kalimalang sebagai bahan baku. [suara.com/Nikolaus Tolen]

Suara.com - Pabrik es batu balok yang mengandung bakteri di Jalan Rawa Gelam nomor 2, Kawasan Industri Pulogadung (KIP), Cakung, Jakarta Timur, ternyata mampu memproduksi es balok hingga 2.500 balok dalam satu malam.

Berdasarkan keteragan salah satu petugas keamanan yang ditemui suara.com di lokasi, Jumat (27/3/2015), mengatakan ribuan es batu itu diproduksi dalam dua bagian pabrik.

"Sehari rata-rata bisa sampai 2.500 es balok, dan tempat operasi di dua gedung yang panjang ini, yang saru ini bisa 1.000, yang satu bisa 1.500" kata petugas yang tak bersedia disebutkan identitasnya itu.

Menurut dia, jumlah yang diproduksi saat ini justru mengalami penurunan.

Padahal, sekitar tahun 1990-an, perusahaan itu bisa memproduksi sekitar 7.500 balok es.

"Sejak orang punya kulkas banyak, sekarang jumlahnya menurun," ujar sekuriti yang mengaku telah bekerja selama 23 tahun di pabrik e situ..

Dia mengatakan, pelanggan dari hasil produksi es pabrik terseut beragam, mulai dari agen-agen kecil sampai dengan pelanggan besar.

Pelanggan besar biasanya adalah kontraktor bangunan yang sengaja memesan pada akhir pekan.

“Enggak tahu juga insinyur-insinyur itu pakai balok es buat apa, bisa sampai 1.500 balok," katanya.

Sedangkan wilayah pasokan es balok dari perusahaan rersebut menurtnya mencakup wilayah Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan sebagian wilayah Jakarta Selatan.

Diberitakan sebelumnya, dari pabrik yang digerebek itu, polisi sudah mengamankan dua orang, yakni DN (55) sebagai pemilik alat angkut, dan AL (55) sebagai penanggung jawab pabrik. Selain itu, petugas juga sudah mengamankan barang bukti truk pengangkut air, balok es, alat cetak es batu, dan zat kimia.

Kepala Kepolisian Resort Jakarta Selatan Komisaris Besar Wahyu Hadiningrat mengatakan pabrik pembuat es tersebut digerebek karena diduga memproses es batu dengan tidak sehat.

Dugaan itu dikuatkan oleh hasil tes laboratorium Balai Besar Laboratorium Kesehatan Direktorat Jenderal Bina Upaya Kementerian Kesehatan.

"Didapatkan hasilnya tidak layak untuk dikonsumsi orang karena ada bakteri coliform. Bila dikonsumsi akan mendatangkan berbagai penyakit, termasuk kanker," kata Wahyu.

Berdasarkan penyelidikan polisi, kata Wahyu, air yang digunakan untuk bahan baku es balok diambil dari saluran inspeksi Kalimalang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Penampakan Pabrik Es Balok Air Kalimalang yang Digerebek

Ini Penampakan Pabrik Es Balok Air Kalimalang yang Digerebek

News | Sabtu, 28 Maret 2015 | 05:28 WIB

Pabrik Es Air Kalimalang, DPRD: Dinkes Harus Telusuri Sumber Air

Pabrik Es Air Kalimalang, DPRD: Dinkes Harus Telusuri Sumber Air

News | Jum'at, 27 Maret 2015 | 15:52 WIB

Bila Terbukti Salah, Pabrik Es Batu Air Kalimalang Bisa Dibekukan

Bila Terbukti Salah, Pabrik Es Batu Air Kalimalang Bisa Dibekukan

News | Jum'at, 27 Maret 2015 | 20:09 WIB

DPRD: Pengusaha Pabrik Es Balok Air Kalimalang Harus Ditindak

DPRD: Pengusaha Pabrik Es Balok Air Kalimalang Harus Ditindak

News | Jum'at, 27 Maret 2015 | 11:58 WIB

Polisi Usut Pabrik Es Batu Pakai Air Kalimalang, 2 Orang Diamankan

Polisi Usut Pabrik Es Batu Pakai Air Kalimalang, 2 Orang Diamankan

News | Jum'at, 27 Maret 2015 | 11:26 WIB

Terkini

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Video | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Jawa Tengah | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:58 WIB

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

Jatim | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:56 WIB

Pemerintah Finalisasi Pendidikan Gratis PAUD hingga Kuliah, Kriteria Penerima Belum Jelas

Pemerintah Finalisasi Pendidikan Gratis PAUD hingga Kuliah, Kriteria Penerima Belum Jelas

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:48 WIB

Sumsel Jadi Proyek Percontohan Teknologi Dry Ice, Benarkah Bisa Mengatasi Kabut Asap?

Sumsel Jadi Proyek Percontohan Teknologi Dry Ice, Benarkah Bisa Mengatasi Kabut Asap?

Sumsel | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:47 WIB

Laga Panas 2 Kartu Merah, Persib Bandung Tundukkan Cong Viettel 1-0

Laga Panas 2 Kartu Merah, Persib Bandung Tundukkan Cong Viettel 1-0

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:44 WIB

Ledakan Keras Hantam Kawasan Pasar Cimanggis Ciputat

Ledakan Keras Hantam Kawasan Pasar Cimanggis Ciputat

Banten | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:39 WIB

14 Titik Longsor Tapan-Batas Jambi Dibersihkan, Jalur Mulai Fungsional

14 Titik Longsor Tapan-Batas Jambi Dibersihkan, Jalur Mulai Fungsional

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:34 WIB

×