-
Lampu hazard motor murni untuk kondisi darurat saat berhenti, bukan saat kendaraan melaju.
-
Menyalakan hazard saat hujan atau di persimpangan justru membingungkan pengendara lain dan membahayakan.
-
Kesalahan penggunaan hazard mematikan fungsi sein sebagai indikator arah bermanuver yang sangat krusial.
Suara.com - Fitur lampu hazard pada sepeda motor keluaran terbaru awalnya disematkan pabrikan sebagai lompatan besar dalam standar keselamatan berkendara roda dua.
Secara teknis, pabrikan mengadopsi sistem kelistrikan silang dari roda empat ini murni sebagai sinyal darurat SOS atau indikator malfungsi saat kendaraan tak berdaya.
Namun, ironi justru terjadi di jalanan kita, di mana fitur krusial penyelamat ini malah menjelma menjadi anomali komunikasi visual yang membahayakan lalu lintas.
Banyak pengendara yang tanpa sadar 'membajak' fungsi hazard untuk keperluan yang berlawanan dengan desain kelistrikan dan peruntukan aslinya.
Kebiasaan salah kaprah ini lekat dengan pemandangan sehari-hari, mulai dari aksi membelah hujan deras, konvoi, hingga dalih prioritas saat menerabas persimpangan.
Padahal, menekan tombol hazard saat motor masih melaju sama dengan mematikan satu-satunya alat komunikasi bermanuver Anda, karena sistem kelistrikan akan memaksa keempat lampu sein menyala bersamaan.
Sorotan Teknis: Menyalakan hazard saat bergerak akan memutus komunikasi visual Anda. Pengendara di belakang kehilangan kemampuan memprediksi ke mana motor akan bermanuver, mengaburkan fungsi sein, dan memicu risiko tabrakan.
Desain spesifik dari pabrikan ini sebenarnya sudah dikunci oleh regulasi resmi. Aturannya sendiri tercantum dalam UU No. 22 tahun 2009 tentang LLAJ, Pasal 121 ayat 1 yang berbunyi,
“Setiap pengemudi kendaraan bermotor wajib memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya (lampu hazard), atau isyarat lain pada saat berhenti atau parkir dalam keadaan darurat di jalan”.

Melihat masih maraknya salah kaprah di masyarakat, Astra Motor Yogyakarta membeberkan beberapa kebiasaan keliru yang wajib dihindari:
- Mematikan Logika di Persimpangan
Masih banyak pengendara baik motor atau mobil mengaktifkan hazard di persimpangan sambil mereka melaju lurus.
Sebenarnya hal ini tidak perlu karena bukan peruntukannya. Tanpa menghidupkan lampu sein, itu sudah menandakan kalau kendaraan akan bergerak lurus.
- Memicu Ilusi Optik Saat Hujan
Penggunaan lampu hazard seperti ini disebut bisa membingungkan pengendara di belakang.
Soalnya dengan lampu hazard yang menyala fungsi lampu sein menjadi tidak maksimal. Pengemudi disarankan untuk berhati-hati saat melalui hujan sembari menyalakan lampu utama.
- Distraksi Visual di Lorong Gelap
Aktivitas ini juga tidak perlu karena tidak ada efeknya dan malah dinilai membingungkan pengemudi di belakang.