Digigit Anjing, Bocah Tujuh Tahun Meninggal Dunia

Angelina Donna

Sabtu, 28 Maret 2015 | 09:00 WIB
Digigit Anjing, Bocah Tujuh Tahun Meninggal Dunia
Ilustrasi anjing peliharaan (Shutterstock).

Suara.com - Seorang anak di Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, meninggal dunia diduga akibat penyakit rabies setelah sebelumnya digigit anjing.

"Ada kasus gigitan anjing. Sudah 13 hari yang lalu, tapi harus kami pastikan gejala klinisnya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kotawaringin Timur (Kotim), dr Faisal Novendra Cahyanto di Sampit, Sabtu (28/3/2015).

Anak yang meninggal dunia diduga karena gigitan anjing rabies itu diketahui bernama Aldi, berusia tujuh tahun, warga Desa Tumbang Tilap Kecamatan Mentaya Hulu. Desa ini bisa ditempuh sekitar lima jam perjalanan dari Sampit, ibu kota Kabupaten Kotim.

Bocah tersebut digigit anjing pada 3 Maret lalu sehingga menderita luka di pelipis kiri. Gejala klinis mulai terlihat pada 11 Maret yaitu korban menderita panas tinggi dan kejang-kejang, serta fotofobia atau tidak suka ruangan terang.

Kondisi ini membuat pihak keluarga cemas, namun baru membawanya ke pusat pelayanan kesehatan di Kuala Kuayan pada 13 Maret. Sayangnya, kondisi kesehatan korban terus memburuk sehingga mengembuskan nafas terakhir pada 14 Maret, atau sehari setelah dibawa ke pusat pelayanan kesehatan.

"Tim surveilans Dinas Kesehatan turun ke lapangan kemarin. Sebelumnya dari Distanak juga sudah turun," kata Faisal seraya menyatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Ancaman rabies di Kotim menjadi perhatian pemerintah daerah. Dinas Pertanian Peternakan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (DP3KP) Kotim bahkan melakukan vaksin antirabies secara massal, khususnya terhadap anjing yang ada di Kota Sampit.

"Sudah 50 persen anjing di Kota Sampit sudah diberikan suntikan vaksin antirabies dan kami targetkan hingga akhir Maret nanti akan mencapai 70 persen," kata Kepala DP3KP Kotim, I Made Dikantara.

Vaksin terhadap binatang peliharaan terutama anjing dilakukan untuk menghambat penyebaran penyakit rabies. Kesadaran masyarakat Kabupaten Kotim akan bahaya penyakit rabies masih sangat rendah, hal itu dapat dilihat dari masih banyaknya anjing yang dilepas liarkan.

DP3KP Kabupaten Kotim mengancam akan memusnahkan anjing yang dilepas liarkan, hal itu dilakukan untuk mengantisipasi meluasnya penyebaran penyakit rabies. Terdeteksinya penyakit rabies di wilayah Kabupaten Kotim berawal dari ditemukannya empat anjing yang positif mengidap penyakit rabies.

Dari empat anjing yang dinyatakan positif mengidap penyakit rabies tersebut, dua diantaranya telah menyerang atau menggigit tiga orang. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bantai Anjing, 4 Warga Mesir Divonis 3 Tahun Penjara

Bantai Anjing, 4 Warga Mesir Divonis 3 Tahun Penjara

News | Kamis, 12 Maret 2015 | 01:32 WIB

Anjing Ini Berjalan Jauh demi Bertemu Majikannya di Rumah Sakit

Anjing Ini Berjalan Jauh demi Bertemu Majikannya di Rumah Sakit

News | Jum'at, 13 Februari 2015 | 21:58 WIB

Terkini

Pencernaan Sehat Ikut Dukung Anak Siap Belajar

Pencernaan Sehat Ikut Dukung Anak Siap Belajar

Health | Minggu, 06 September 2026 | 00:17 WIB

Regulasi Kehutanan Dinilai Mandul, Hutan Indonesia Terancam Karhutla

Regulasi Kehutanan Dinilai Mandul, Hutan Indonesia Terancam Karhutla

News | Sabtu, 05 September 2026 | 23:05 WIB

AHY: Jabatan Tak Abadi, Fasilitas Negara Jangan Dipakai Politik

AHY: Jabatan Tak Abadi, Fasilitas Negara Jangan Dipakai Politik

News | Sabtu, 05 September 2026 | 22:35 WIB

Persija Sikat Borneo FC, Ini Klasemen Sementara Pekan I Super League 2026/2027

Persija Sikat Borneo FC, Ini Klasemen Sementara Pekan I Super League 2026/2027

Bola | Sabtu, 05 September 2026 | 22:21 WIB

Kapolda-Pangdam Cek Karhutla Siak, Empat Wilayah Riau Jadi Atensi

Kapolda-Pangdam Cek Karhutla Siak, Empat Wilayah Riau Jadi Atensi

Riau | Sabtu, 05 September 2026 | 22:15 WIB

Lantik Pengurus Golkar Jateng, Bahlil Lahadalia Targetkan Penambahan Kursi di Pemilu 2029

Lantik Pengurus Golkar Jateng, Bahlil Lahadalia Targetkan Penambahan Kursi di Pemilu 2029

Surakarta | Sabtu, 05 September 2026 | 22:10 WIB

Jumenengan Hangabehi Sebatas Melengkapi Adat, Gusti Neno: Belum Ada Raja Definitif

Jumenengan Hangabehi Sebatas Melengkapi Adat, Gusti Neno: Belum Ada Raja Definitif

Surakarta | Sabtu, 05 September 2026 | 22:06 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau: Lampung Selatan Siaga, Masyarakat Diminta Tak Terpancing Hoaks

Erupsi Gunung Anak Krakatau: Lampung Selatan Siaga, Masyarakat Diminta Tak Terpancing Hoaks

Lampung | Sabtu, 05 September 2026 | 22:04 WIB

Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo

Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo

Jawa Tengah | Sabtu, 05 September 2026 | 22:01 WIB

Link Streaming Debut Emil Audero Malam Ini Rayo Vallecano vs Racing Santander

Link Streaming Debut Emil Audero Malam Ini Rayo Vallecano vs Racing Santander

Bola | Sabtu, 05 September 2026 | 22:00 WIB

×