Awas, Dana Bansos dan Hibah Dipakai di Pemilukada 2015

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Minggu, 12 April 2015 | 13:42 WIB
Awas, Dana Bansos dan Hibah Dipakai di Pemilukada 2015
Koordinator ICW Ade Irawan (kedua kiri). [Antara/OJT/Yashinta Difa]
Deputi Koordinator Indonesia Corruption Watch Ade Irawan mengatakan di pemilihan umum kepala daerah tahun 2015 yang akan diselenggarakan secara serentak, potensi penyalahgunaan uang negara tetap ada. Anggaran yang paling potensial disalahgunakan untuk kampanye peserta pemilu ialah dana bantuan sosial dan dana hibah.

Oleh karena itu, Ade mewanti-wanti pemerintah dan penyelenggara pemilu untuk melakukan pengawasan ekstra.

"Penggunaan uang negara sering terjadi dalam pilkada, terutama di daerah-daerah. Penggunaan uang negara harus dijaga, termasuk dana bantuan sekolah, karena di daerah banyak yang menggunakan dana BOS untuk kampanye, APBD paling banyak dana bansos," kata Ade dalam diskusi bertema Pilkada Langsung dan Praktek Bandit Anggaran di Aula Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (12/4/2015).

Selain itu, kata Ade, politik uang dapat menimbulkan kerentanan penyalahgunaan anggaran negara, apalagi, sistem pemilu yang diterapkan sekarang, membutuhkan dana yang besar.

"Paling bahaya (politik uang) kepada penyelenggara. Hasil riset kami, beberapa penyelenggara mengaku mendapat uang. Ini yang membuat diperlukan uang banyak untuk memenangkan persaingan," katanya.

Menurut Ade pengawasan penyalahgunaan fasilitas negara harus dioptimalkan. Sebab, di beberapa daerah masih banyak praktek penggunaan fasilitas negara untuk kepentingan kampanye.

"Banyak gedung milik pemerintah dijadikan alat kampanye. Ini titik rawan yang akan terjadi dalam pilkada," ujarnya.

Berdasarkan data dari Indonesia Corruption Watch, alokasi dana hibah DKI Jakarta terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2010 sebesar Rp433 miliar, naik menjadi Rp882 miliar di tahun 2011 dan naik lagi Rp1,3 triliun di tahun 2012.

Pemilukada di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur juga perlu diwaspadai. Sebab, alokasi dana hibah dan bansos di ketiga provinsi naik signifikan tiap tahun.

Dalam APBD Pemerintah Provinsi Jawa Barat, alokasi dana bansos mengalami kenaikan dari Rp2,1 triliun pada 2011 menjadi Rp2,9 triliun pada 2013. Sedangkan dana hibah membengkak 10 kali lipat, dari Rp120,6 miliar pada 2009 menjadi Rp1,2 triliun pada APBD 2013.

Kemudian, dalam APBD Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga terlihat tren yang sama. Alokasi dana hibah dari Rp107 miliar pada 2011 menjadi Rp4 triliun pada 2013. Sedangkan dana bansos, dari Rp396 miliar pada 2009, membengkak jadi Rp9,4 triliun dalam APBD 2013.

Pada APBD Pemerintah Provinsi Jatim, pembengkakan alokasi dana hibah juga terlihat. Bahkan, mencapai delapan kali lipat, yaitu dari Rp541 miliar pada 2009, menjadi Rp4,09 triliun dalam APBD 2013.

"Oleh karena itu, penyelenggara pemilu harus kerja keras mengawasi Pilkada 2015 mendatang agar masyarakat Indonesia tidak dibodohi," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Misi Hijau JCWF 2026: Wujudkan Wisata Berkelanjutan Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

Misi Hijau JCWF 2026: Wujudkan Wisata Berkelanjutan Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

Jogja | Minggu, 08 November 2026 | 07:53 WIB

Jelajah Jogja Cultural Wellness Festival 2026: Sensasi Pemulihan Diri Berbalut Kearifan Budaya

Jelajah Jogja Cultural Wellness Festival 2026: Sensasi Pemulihan Diri Berbalut Kearifan Budaya

Jogja | Minggu, 08 November 2026 | 07:48 WIB

Ambisi Besar PSSI di Piala Asia 2027: 10 Pemain Naturalisasi Jadi Senjata Rahasia?

Ambisi Besar PSSI di Piala Asia 2027: 10 Pemain Naturalisasi Jadi Senjata Rahasia?

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 07:15 WIB

5 Rekomendasi Tas Exsport Stylish dan Awet 2026: Badak untuk Kuliah, Kerja, hingga Hangout!

5 Rekomendasi Tas Exsport Stylish dan Awet 2026: Badak untuk Kuliah, Kerja, hingga Hangout!

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 06:45 WIB

Sadap-Menyadap di Warkop: Dari Tiga Jenderal hingga Kasbon Berenkripsi

Sadap-Menyadap di Warkop: Dari Tiga Jenderal hingga Kasbon Berenkripsi

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 06:30 WIB

Apple Kirim Peringatan Spyware iPhone di 99 Negara dan Cara Mengatasinya

Apple Kirim Peringatan Spyware iPhone di 99 Negara dan Cara Mengatasinya

Tekno | Minggu, 08 November 2026 | 06:25 WIB

Bangun Papua Tak Cukup Fisik, Warga Ingin Ada Rasa Aman dan Damai

Bangun Papua Tak Cukup Fisik, Warga Ingin Ada Rasa Aman dan Damai

News | Minggu, 08 November 2026 | 06:24 WIB

4 Shio Paling Beruntung 8 November 2026: Macan hingga Babi Panen Hoki dan Rezeki

4 Shio Paling Beruntung 8 November 2026: Macan hingga Babi Panen Hoki dan Rezeki

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 06:15 WIB

Tak Siapkan Pidato, Penyanyi Cilik Etenia Croft Sukses Sabet Trofi AMI Awards 2026

Tak Siapkan Pidato, Penyanyi Cilik Etenia Croft Sukses Sabet Trofi AMI Awards 2026

Entertainment | Minggu, 08 November 2026 | 06:05 WIB

Dari Dapur hingga Bengkel Pelosok: 12 Inovasi Nyata Anak Bangsa Selamatkan Masa Depan Bumi

Dari Dapur hingga Bengkel Pelosok: 12 Inovasi Nyata Anak Bangsa Selamatkan Masa Depan Bumi

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 05:55 WIB

×