Pelaku Begal Motor Jalani Ujian Nasional di Polsek

Arsito Hidayatullah

Senin, 13 April 2015 | 13:57 WIB
Pelaku Begal Motor Jalani Ujian Nasional di Polsek
Sejumlah petugas tampak melakukan penyortiran soal Ujian Nasional (UN) saat tiba di SMAN 77, Jakarta Pusat, Sabtu (11/4/2015). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Sejumlah pelajar SLTA yang tersangkut masalah hukum, hari ini harus menjalani Ujian Nasional (UN) di kantor polisi. Salah satunya adalah siswa SMU YP PGRI Makassar, Reynaldi (18), tersangka begal motor dan pelaku pengrusakan minimarket, yang mengikuti UN di kantor Polsek Panakukang, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (13/4/2015).

Reynaldi melaksanakan ujian di ruang khusus pemeriksaan yang sudah disiapkan pihak kepolisian setempat. Dia diawasi dua petugas dan dua pengawas sekolah, saat mengerjakan soal-soal ujian Bahasa Indonesia yang diberikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Makassar.

Berbaju kaos hitam dan celana pendek, didampingi ibu kandungnya beserta petugas dan pengawas dari sekolah, Reynaldi mengerjakan 50 soal. Hanya dalam waktu setengah jam, ujian tersebut sudah selesai dikerjakannya.

"Saya bersyukur masih bisa diberi kesempatan ikut ujian oleh sekolah. Saya menyesal melakukan perbuatan kriminal," ujarnya sembari tertunduk, saat diwawancarai seusai menjalani UN.

Saat ditanya apakah dirinya sudah sempat belajar, Reynaldi mengatakan orang tuanya sengaja membawakan buku pelajaran untuk dipelajari sebagai bekal menjalani ujian tersebut.

"Tadi malam ibu saya membawakan beberapa buku untuk dipelajari dalam menghadapi ujian besok (hari ini) dan selanjutnya," tutur anak sulung dari lima bersaudara itu.

Reynaldi mengaku pasrah dan sangat menyesal atas tindakannya melakukan kejahatan, hingga harus berurusan dengan pihak kepolisian untuk mempertanggungjawabkan kelakuannya.

"Saya menyesal pak. Saya tidak menyangka bisa berada di sini, sementara teman-teman saya ujian di sekolah. Saya hanya ikut-ikutan saja waktu itu," ujar remaja yang mengaku justru bercita-cita menjadi polisi itu.

Kapolsek Panakukang, Kompol Tri Hambodo mengatakan, pihaknya memang memberikan hak kepada tersangka meskipun telah melakukan perbuatan kriminal.

"Kami tetap memberikan dia (Reynaldi) hak mengikuti ujian, karena masih berstatus pelajar. Tetapi untuk perbuatan kejahatan yang dilakukannya, proses hukum tetap berjalan dan saat ini sudah ditingkatkan menjadi P21," sebut Tri.

Sebelumnya, Reynaldi bersama gengnya melakukan perampokan serta tindak kekerasan di sejumlah minimarket di Kota Makassar. Dia lantas berhasil ditangkap aparat kepolisian sekitar tiga pekan lalu. Sebelum ditangkap itu, dia sempat dikeroyok massa, dan sebutir peluru pun bersarang di kakinya. Tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dan kekerasan dengan ancaman kurungan 7 tahun penjara. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ahok: UPS Komputer Murah Kok, Kecuali USB yang Bisa UPS Itu Mahal

Ahok: UPS Komputer Murah Kok, Kecuali USB yang Bisa UPS Itu Mahal

News | Senin, 13 April 2015 | 10:26 WIB

Internet Belum Terkoneksi, Pelaksanaan UAN Terhambat

Internet Belum Terkoneksi, Pelaksanaan UAN Terhambat

News | Senin, 13 April 2015 | 07:52 WIB

Mendikbud Anies Baswedan Minta Guru Jaga Integritas dalam UN

Mendikbud Anies Baswedan Minta Guru Jaga Integritas dalam UN

News | Senin, 13 April 2015 | 06:48 WIB

Terkini

Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI

Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:34 WIB

Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah

Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:02 WIB

AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah

AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:26 WIB

Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol

Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:20 WIB

KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA

KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:44 WIB

GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya

GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:22 WIB

GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri

GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:41 WIB

Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA

Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:28 WIB

Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri

Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:24 WIB

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:55 WIB