Antisipasi Pemadaman saat UN, Sekolah Siapkan Genset Cadangan

Esti Utami

Selasa, 14 April 2015 | 09:41 WIB
Antisipasi Pemadaman saat UN, Sekolah Siapkan Genset Cadangan
UAN berbasis komputer. (Antara/Vitalis Yogi Trisna)
Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) berbasis komputer menimbulkan kerepotan tersendiri bagi banyak sekolah di pedalaman. Sejumlah sekolah SMA sederajat di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan mislanya, harus menyiapkan mesin genset untuk mengantisipasi listrik padam, agar pelaksanaan UN tetap lancar.

"Kami baru menerapkan Ujian Nasional (UN) dengan menggunakan system Computer Based Test (CBT), agar UN tetap lancar, kami menyiapkan mesin genset untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi pemadaman listris," kata Kepala Sekolah SMKN 2 Amuntai, Falak Suryadi di Amuntai, Senin (13/4/2015) sebagaimana dikutip kantor berita Antara.

Falak mengatakan, sekolah yang dipimpinnya adalah satu dari tiga buah SMK di Kabupaten Hulu Sungai Utara yang menerapkan sistem CBT mulai UN 2015.

Selama ini, lanjutnya, proses belajar dan mengajar di SMK 2 cukup menggunakan satu buah genset, namun seiring penggunaan sarana komputer secara bersamaan oleh siswa selama UN berlangsung hingga tiga hari ke depan, maka pihaknya menambah satu unit genset untuk cadangan.

"Siswa SMK 2 yang menjadi Peserta UN sebanyak 211 orang dengan fasilitas komputer sebanyak 20 unit yang dibagi dalam empat ruang ujian dan dilaksanakan sebanyak 3 kali pergantian shift setiap harinya," ujarnya.

SMK 2 Amuntai ditunjuk menerapkan UN sistem CBT ini, karena fasilitas dan tenaga ahli komputer yang dimiliki SMK 2 Amuntai memang memenuhi syarat.  SMK 2 memiliki fasilitas komputer cukup banyak disebabkan hampir semua mata pelajaran produktif yang diajarkan di SMK berhubungan dengan penggunaan fasilitas komputer sebagai media belajarnya.

Sekolah ini juga memiliki sebanyak dua tenaga ahli komputer berpendidikan strata dua (S2 komputer) yang bisa mengawasi proses on line pelaksanaan UN 2015. Falak mengakui dengan menerapkan sistem CBT pada pelaksanaan UN tahun ini di sekolahnya, memudahkan siswa dalam menjawab soal UN lebih cepat dan praktis.

Fatur salah seorang siswa SMK 2 menuturkan dirinya sama sekali tidak kesulitan menjawab soal UN dengan menggunakan sistem CBT.

"Yang terpenting kita memasukan kata sandi dan 'user name' atau nama pengguna, setelah itu cukup mengklik jawaban soal," paparnya.

Dia mengakui, sempat terjadi insidien mesin komputer seorang siswa peserta UN di SMK 2 Amuntai tiba-tiba blank alias mati sekitar lima menit, namun bisa cepat diatasi karena di setiap ruang ujian sudah disediakan 2 hingga 3 komputer cadangan oleh pihak sekolah.

"Jika komputer padam dengan sendirinya atau listrik padam, jawaban soal kita tidak hilang karena sistem CBT menjalankan 'auto save' atau penyimpanan secara otomatis," tuturnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Surakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Jabar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:01 WIB

×