Tak Sengaja Terkena Bom, Bos ISIS Nyaris Tewas

Liberty Jemadu

Rabu, 22 April 2015 | 10:35 WIB
Tak Sengaja Terkena Bom, Bos ISIS Nyaris Tewas
Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi. (Reuters/File)

Suara.com - Bos kelompok Negara Islam Irak dan Suriah, Abu Bakar al Baghdadi diyakini mengalami cedera parah akibat serangan udara di wilayah sebelah barat Irak, demikian dilaporkan The Guardian, mengutip beberapa sumber.

Seorang sumber di Irak yang mempunyai hubungan dengan ISIS mengungkapkan bahwa Baghdadi menderita cedera parah karena terkena bom yang dilancarkan oleh pesawat-pesawat pasukan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat pada Maret lau. Sumber itu mengatakan cedera yang dialami Baghdadi sempat mengancam nyawanya, tetapi kini sudah berangsur pulih, meski dia tak bisa setiap hari mengendalikan kelompok teroris tersebut.

Cedera yang dialami Baghdadi bahkan sempat memaksa para elit ISIS menggelar pertemuan untuk memilih pemimpin baru, karena menyangka ia akan tewas.

Sementara dua pejabat lainnya, - seorang diplomat Barat dan penasehat pemerintah Irak - memastikan bahwa ada serangan udara pada 18 Maret di distrik al Baaj, Niniweh, di dekat perbatasan dengan Suriah.

Sang diplomat memastikan bahwa serangan pada 18 Maret itu mengincar sebuah konvoi yang terdiri dari tiga mobil, yang sedang melintas di antara desa Umm al-Rous dan al-Qaaran. Serangan itu sebenarnya menyasar pemimpin ISIS lokal dan diyakini berhasil menewaskan tiga orang. Tak ada yang tahu jika saat itu Baghdadi termasuk salah satu penumpang dalam konvoi tersebut.

Hisham al-Hashimi, penasehat pemerintah Irak terkait ISIS, memastikan bahwa Baghdadi adalah salah satu penumpang dalam konvoi itu.

"Ya, dia terluka di al-Baaj, dekat desa Umm al-Rous pada 18 Maret, bersama sekelompok orang yang menemaninya," kata Al Hashimi kepada The Guardian.

Adapun pemerintah AS tak bisa memastikan laporan tersebut.

"Kami tak bisa memastikan laporan ini," kata seorang juru bicara departemen pertahanan AS.

Baghdadi diyakini banyak menghabiskan waktunya di al-Baaj, wilayah yang berjarak 200 mil (sekitar 322 km) dari Mosul, salah satu kota pusat kekuatan ISIS di Irak.

"Dia memilih wilayah ini karena dia tahu bahwa pasukan Amerika tidak banyak beroperasi di sini," kata seroang sumber lain, "Sejak 2003 militer AS nyaris tak muncul di sana. Itu adalah salah satu wilayah Irak yang belum dipetakan."

Al-Baaj adalah sebuah wilayah milik suku-suku Sunni, yang bahkan sejak era rezim Saddam Hussein tak bisa dikendalikan oleh pemerintah. Wilayah ini sering menjadi tempat perlindungan kelompok teroris sejak 2004.

ISIS dan pendahulunya Al Qaidah kerap menggunakan al-Baaj sebagai tempat untuk menyelundupkan barang dari Suriah ke beberapa provinsi Sunni Irak seperti Niniweh dan Anbar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Irak: Yang Ditangkap Lebanon Bukan Istri Baghdadi

Irak: Yang Ditangkap Lebanon Bukan Istri Baghdadi

News | Rabu, 03 Desember 2014 | 15:33 WIB

ISIS Janjikan Rumah dan Uang Untuk Anggota yang Ingin Nikah

ISIS Janjikan Rumah dan Uang Untuk Anggota yang Ingin Nikah

News | Sabtu, 30 Agustus 2014 | 02:15 WIB

Terkini

Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?

Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:00 WIB

AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?

AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:55 WIB

Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!

Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:46 WIB

Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai

Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:40 WIB

Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat

Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:09 WIB

Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura

Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:01 WIB

Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026

Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 20:50 WIB

Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki

Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 20:00 WIB

Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia

Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 19:10 WIB

Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan

Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:55 WIB