KontraS Nilai Penangkapan Novel Bentuk 'Pembusukan' KPK

Ardi Mandiri | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Jum'at, 01 Mei 2015 | 14:58 WIB
KontraS Nilai Penangkapan Novel Bentuk 'Pembusukan' KPK
Penyidik KPK, Novel Baswedan. [Antara]

Suara.com - KontraS menilai penangkapkan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh Bareskrim Polri sebagai bentuk pembusukan dan kriminalisasi terhadap lembaga antirasuah.

KontraS juga menyatakan bahwa penangkapan tersebut sebagai bentuk pembangkangan Polri terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Ini bentuk pembangkangan polri. Jokowi kan sudah pernah bilang kalau kriminalisasi kepada KPK harus dihentikan. Namun dengan ditangkapnya Novel berarti Polri telah membangkang," kata Koordinator KontraS Haris Azhar di kantornya, Jumat (1/5/2015).

Lebih lanjut Haris menilai penangkapan Novel dan penggeledahan di rumahnya sangat mengada-ngada. "Itu kasus sudah terjadi sejak 2004, kemudian diungkit lagi tahun 2012. Selama jeda itu polisi ngapain aja, kok sekarang diangkat lagi. Terus itu kejadian di Bengkulu, kenapa yang digeledah rumahnya yang di sini, apa hubungannya," Haris menandaskan.

Karena itu, Kontras meminta Presiden Jokowi segera 'angkat bicara' soal kasus ini. Jika Jokowi tidak segera bertindak, hal ini akan menjatuhkan nama KPK sebagai penegak hukum.

"Kami minta Jokowi untuk segera bertindak dan mengevaluasi polri dengan segera," tegasnya.

Seperti diketahui, Novel ditangkap atas tuduhan kasus penembakan terhadap enam pencuri sarang burung walet di Bengkulu pada 2004. Novel yang kala itu menjabat Kasatreskrim Polres Bengkulu diduga menewaskan satu dari enam tersangka.

Terkait dengan hal itu, Polres Bengkulu menetapkannya Novel sebagai tersangka pada Oktober 2012. Ironisnya, penetapan tersebut terjadi setelah Novel memimpin penggeledahan di Gedung Korlantas, untuk mengusut kasus korupsi yang melibatkan Irjen Pol Djoko Susilo.

Namun, kasus ini sempat ditunda pada 2012 lalu atas permintaan presiden saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hingga kemudian diusut kembali saat hubungan KPK dan Polri memanas pasca-Komjen Budi Gunawan dijadikan tersangka korupsi, saat langkahnya menjadi Kapolri tengah dekat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polri Hormati Pimpinan KPK Bila Akan Mundur

Polri Hormati Pimpinan KPK Bila Akan Mundur

News | Jum'at, 01 Mei 2015 | 14:24 WIB

Pimpinan KPK Bakal Mundur Bila Novel Tetap Ditahan

Pimpinan KPK Bakal Mundur Bila Novel Tetap Ditahan

News | Jum'at, 01 Mei 2015 | 13:15 WIB

Pimpinan KPK Berharap Novel Tidak Ditahan

Pimpinan KPK Berharap Novel Tidak Ditahan

News | Jum'at, 01 Mei 2015 | 12:45 WIB

Terkini

TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!

TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!

News | Sabtu, 18 April 2026 | 21:06 WIB

Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat

Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:53 WIB

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:25 WIB

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:19 WIB

Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi

Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:49 WIB

Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu

Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:45 WIB

Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati

Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:32 WIB

Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!

Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:30 WIB

Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman

Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:22 WIB

Dipolisikan Kasus Penistaan Agama, JK Larang Umat Islam Demo Bela Dirinya: Jangan!

Dipolisikan Kasus Penistaan Agama, JK Larang Umat Islam Demo Bela Dirinya: Jangan!

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:17 WIB