Habitat Terakhir Gajah Sumatera Dikepung 7 Tambang Batubara

Liberty Jemadu

Selasa, 19 Mei 2015 | 06:16 WIB
Habitat Terakhir Gajah Sumatera Dikepung 7 Tambang Batubara
Sejumlah petugas sedang berupaya membebaskan seekor Gajah Sumatera yang terperangkap (Antara/Syifa).

Suara.com - Sebanyak tujuh perusahaan pertambangan batu bara mendapatkan izin eksplorasi di sekitar habitat terakhir gajah Sumatera (Elephas maximus Sumatrae) di Taman Wisata Alam (TWA) Seblat, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu.

"Ada tujuh perusahaan pertambangan, enam masih melakukan eksplorasi dan satu perusahaan sudah produksi," kata Direktur Yayasan Genesis, salah satu lembaga anggota Walhi Bengkulu, Barlian di Bengkulu, Senin (18/5/2015).

Ia mengatakan, data yang diperoleh Genesis dari Kementerian ESDM, izin eksplorasi yang diterbitkan pemerintah daerah di sekitar habitat satwa terancam punah itu yakni untuk PT Mukomuko Maju Sejahtera seluas 2.043 hektare, PT Lara Sakti Mandiri seluas 12 ribu hektare, PT Borneo Suktan Mining seluas 12 ribu hektare.

Selanjutnya PT Injatama seluas 4.859 hektare, PT Krida Dharma Andika seluas 7.236 hektare dan PT Ferto Rejang seluas 2.431 hektare. Sedangkan satu perusahaan batu bara yang saat ini sudah melakukan tahap produksi yakni PT Kaltim Global seluas 921 hektare.

Penerbitan izin eskplorasi di sekitar kawasan hutan ini dikhawatirkan akan berdampak buruk terhadap masa depan sejumlah satwa langka khas Sumatera.

Selain menjadi rumah bagi puluhan ekor gajah Sumatera, kawasan TWA Seblat seluas lebih 7.000 hektare juga merupakan habitat satwa langka lainnya seperti harimau Sumatera (Phantera Tigris Sumatrae), dan beruang madu (Helarctos Malayanus).

Koordinator PKG Seblat Erni Suyanti Musabine mengatakan hingga saat ini terdapat lebih dari empat permintaan izin untuk melakukan eksplorasi batu bara di dalam kawasan seluas lebih 7.000 hektare itu.

"Seharusnya pemerintah mewujudkan komitmen menjaga kelestarian hutan, terutama TWA Seblat sudah menjadi benteng terakhir gajah Bengkulu," ucapnya.

Sementara Pelaksana tugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, Jaja Mulyana mengatakan sudah pernah menangkap orang asing yang melakukan eksplorasi batubara di dalam kawasan TWA Seblat.

"Kawasan konservasi bukan untuk pertambangan batu bara, jadi jangan bermimpi mendapat izin mengeksplorasi apalagi eksploitasi batu bara di dalam TWA Seblat," kata dia.

Ia mengatakan keberadaan pertambangan batu bara yang berada di luar TWA Seblat juga akan berpengaruh terhadap kelestarian satwa langka yang terdapat di dalam hutan konservasi itu.

Selain pertambangan batu bara dan perkebunan skala besar, habitat gajah Sumatera itu juga terancam oleh perambahan hutan oleh masyarakat.

"Seperti di kawasan hutan produksi Lebong Kandis sudah memutus koridor gajah menuju Taman Nasional Kerinci Seblat," ujarnya.

Ia mengharapkan pemerintah daerah mengambil tindakan terhadap pembukaan hutan untuk aktivitas ilegal di dalam hutan produksi itu. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kakaktua Jambul Kuning Ini Hanya Mau Minum Susu Cokelat

Kakaktua Jambul Kuning Ini Hanya Mau Minum Susu Cokelat

News | Kamis, 14 Mei 2015 | 23:03 WIB

Setelah 20 Tahun, Binatang Langka Mirip Teddy Bear Muncul Lagi

Setelah 20 Tahun, Binatang Langka Mirip Teddy Bear Muncul Lagi

Tekno | Jum'at, 27 Maret 2015 | 06:48 WIB

Rekonstruksi Pembantaian Gajah Sumatera

Rekonstruksi Pembantaian Gajah Sumatera

Foto | Kamis, 12 Februari 2015 | 11:18 WIB

"Jokowi" Lahir di Taman Safari

"Jokowi" Lahir di Taman Safari

Foto | Kamis, 25 Desember 2014 | 17:41 WIB

Ilmuwan Dunia Luncurkan Daftar 10 Spesies Baru 2013

Ilmuwan Dunia Luncurkan Daftar 10 Spesies Baru 2013

Tekno | Kamis, 22 Mei 2014 | 15:07 WIB

Cina Bakal Penjarakan Para Pengonsumsi Daging Hewan Langka

Cina Bakal Penjarakan Para Pengonsumsi Daging Hewan Langka

News | Jum'at, 25 April 2014 | 20:55 WIB

Terkini

Sidang Ijazah Gibran di MK, Mantan Komisioner KPU: Verifikasi Dokumen Itu Harus Datang Langsung!

Sidang Ijazah Gibran di MK, Mantan Komisioner KPU: Verifikasi Dokumen Itu Harus Datang Langsung!

News | Rabu, 30 September 2026 | 21:28 WIB

Kasus KM Virgo Transport 8, Pemilik Kapal Bisa Terjerat Pidana

Kasus KM Virgo Transport 8, Pemilik Kapal Bisa Terjerat Pidana

Video | Rabu, 30 September 2026 | 21:20 WIB

Nahkoda KM Virgo Transport 8 Ditetapkan Tersangka dan Ditahan!

Nahkoda KM Virgo Transport 8 Ditetapkan Tersangka dan Ditahan!

News | Rabu, 30 September 2026 | 21:11 WIB

Kim Young Kwang dan Lee Ju Myoung Dipastikan Bintangi The Queen of Taming

Kim Young Kwang dan Lee Ju Myoung Dipastikan Bintangi The Queen of Taming

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 21:00 WIB

Apakah 28 Oktober 2026 Hari Libur Nasional? Ini Daftar Tanggal Merah Bulan Depan

Apakah 28 Oktober 2026 Hari Libur Nasional? Ini Daftar Tanggal Merah Bulan Depan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 20:55 WIB

6 Shio yang Bakal Banjir Duit di Bulan Oktober 2026 Menurut Ahli Tarot

6 Shio yang Bakal Banjir Duit di Bulan Oktober 2026 Menurut Ahli Tarot

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 20:50 WIB

Sumsel Dikepung 2.639 Titik Panas Hari Ini, Apa yang Sebenarnya Sedang Terjadi?

Sumsel Dikepung 2.639 Titik Panas Hari Ini, Apa yang Sebenarnya Sedang Terjadi?

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 20:42 WIB

Kasus Karhutla: 138 Orang Ditetapkan Tersangka, 68 Perusahaan Disegel!

Kasus Karhutla: 138 Orang Ditetapkan Tersangka, 68 Perusahaan Disegel!

News | Rabu, 30 September 2026 | 20:38 WIB

Harga Cabai Merah Palembang Rp70 Ribu per Kilogram, Stok Aman tapi Kenapa Tetap Mahal?

Harga Cabai Merah Palembang Rp70 Ribu per Kilogram, Stok Aman tapi Kenapa Tetap Mahal?

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 20:22 WIB

Prabowo Minta Kemenkeu-Danantara Kolaborasi Jaga Ekonomi RI

Prabowo Minta Kemenkeu-Danantara Kolaborasi Jaga Ekonomi RI

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 20:20 WIB

×