Thailand Minta Olahraga Aneh Dihapus dari SEA Games

Yusuf Abdillah

Jum'at, 05 Juni 2015 | 14:30 WIB
Thailand Minta Olahraga Aneh Dihapus dari SEA Games
Netball merupakan cabang olahraga yang dipertandingan pada SEA Games 2015 pilihan tuan rumah. (Reuters/SINGSOC]

Suara.com - SEA Games perlu mencoret cabang-cabang olahraga regional yang kurang jelas dan fokus sepenuhnya pada cabang-cabang olahraga Olimpiade, demikian desak ofisial-ofisial Thailand.

Dengan SEA Games ke-28 akan dibuka di Singapura pada Jumat, sejumlah ofisial mengatakan ajang itu telah gagal memenuhi tujuan awalnya yakni meningkatkan standar-standar atletik di wilayah itu.

"Mereka yang berwenang di SEA Games semestinya membuatnya semakin menarik untuk para atlet dan penggemar," kata gubernur Otoritas Olahraga Thailand (SAT) Sakol Wannapong, kepada The Bangkok Post.

"Cabang-cabang olahraga di SEA Games semestinya hanya memasukkan disiplin-disiplin Olimpiade."

Ketika negara-negara Asia Tenggara merupakan penguasa dunia untuk cabang olahraga sepak takraw dan pencak silat, mereka telah gagal memberi dampak pada cabang-cabang olahraga yang dimainkan oleh lebih banyak orang.

Program dua tahunan SEA Games itu ditentukan oleh para tuan rumah dan edisi terkini mempertandingkan 36 cabang olahraga, termasuk floorball (hoki dalam ruangan), netball, boling, petanque, dan wushu.

"Kali ini, Singapura tidak mempertandingkan cabang-cabang olahraga Olimpiade seperti angkat berat dan sepak bola putri, namun netball dimasukkan dalam program," kata Sakol.

"Pada Olimpiade sebelumnya di 2012, tidak ada seorang atletpun dari negara peserta SEA Games yang memenangi medali emas."

Anggota dewan Federasi SEA Games Charoen Wattanasin mengatakan sulit untuk meyakinkan negara-negara lain untuk mengubahnya, di mana turnamen itu, yang kini menginjak tahun ke-56, merupakan peluang langka bagi mereka untuk memenangi medali-medali emas.

Pada edisi 2013 di Myanmar, bela diri yang tidak populer vovinam dan kenpo dipertandingkan, bersama dengan chinlone, futsal, catur, dan binaraga.

"Sebagai anggota Federasi SEA Games, secara pribadi saya ingin mengoreksi beberapa hal untuk membuat SEA Games menjadi lebih baik," kata Charoen kepada The Bangkok Post.

"Namun itu tidak mudah sebab banyak negara enggan melakukannya. Mereka ingin memiliki olahraga-olahraga tradisional mereka di SEA Games."

"SEA Games semestinya menjadi panggung bagi atlet-atlet muda untuk mengasah kemampuan-kemampuan mereka untuk ajang-ajang yang lebih besar seperti Asian Games dan Olimpiade," tambahnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?

Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 22:10 WIB

Kejar Quick Wins! Prabowo Boyong Menkes ke Lampung Besok demi Resmikan RSUD Baru

Kejar Quick Wins! Prabowo Boyong Menkes ke Lampung Besok demi Resmikan RSUD Baru

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:50 WIB

Narrative Backlash! Pakar: Unggahan Lama Prabowo Soal Rupiah Kini Jadi Senjata Makan Tuan

Narrative Backlash! Pakar: Unggahan Lama Prabowo Soal Rupiah Kini Jadi Senjata Makan Tuan

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:31 WIB

Polisi Sita Dokumen dari Lantai 12 WIKA Tower, Buntut Kasus Korupsi Pabrik Gula

Polisi Sita Dokumen dari Lantai 12 WIKA Tower, Buntut Kasus Korupsi Pabrik Gula

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:27 WIB

DKI-Depok Kompak, Jalan Berlubang di Bawah Flyover UI Akhirnya Rata Aspal

DKI-Depok Kompak, Jalan Berlubang di Bawah Flyover UI Akhirnya Rata Aspal

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:20 WIB

Biar Serentak ke Meja Hijau, KPK Tambah 30 Hari Masa Tahanan Gus Yaqut di Kasus Haji

Biar Serentak ke Meja Hijau, KPK Tambah 30 Hari Masa Tahanan Gus Yaqut di Kasus Haji

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:17 WIB

Otto Hasibuan Digugat Warga, Prabowo Didesak Nonaktifkan Sang Wamenko

Otto Hasibuan Digugat Warga, Prabowo Didesak Nonaktifkan Sang Wamenko

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:14 WIB

Saran Mitigasi Korupsi Diabaikan, Ombudsman Bongkar Celah Maladministrasi di BGN dan Imipas

Saran Mitigasi Korupsi Diabaikan, Ombudsman Bongkar Celah Maladministrasi di BGN dan Imipas

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:02 WIB

Korupsi CSR PT PJU Mandek, Boyamin Saiman Ancam Seret Kejari Banyuwangi ke Jalur Hukum

Korupsi CSR PT PJU Mandek, Boyamin Saiman Ancam Seret Kejari Banyuwangi ke Jalur Hukum

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 20:55 WIB

Keluar Istana, Budi Gunadi Jawab Isu Jadi Menkeu Baru

Keluar Istana, Budi Gunadi Jawab Isu Jadi Menkeu Baru

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 20:44 WIB