Perempuan Ini Buat Film Adegan Pemerkosaan Dirinya Sendiri

Laban Laisila

Minggu, 07 Juni 2015 | 17:27 WIB
Perempuan Ini Buat Film Adegan Pemerkosaan Dirinya Sendiri
Emma Sulkowicz, korban pemerkosaan di kampus Columbia University. (Columbia Supporter/Youtube)

Suara.com - Masih ingat Emma Sulkowicz, mahasiswa Universitas Colombia, Amerika, yang menuntut keadilan karena menjadi korban pemerkosaan dengan cara membawa kasur keliling kampus?

Kesal tak juga mendapat keadilan karena pelakukanya tak dijerat hukum, Emma mencari cara baru.

Emma nekat membuat film berjudul “Ceci N'est Pas Un Viol”, yang berarti ‘Ini bukan pemerkosaan’, untuk menyindir penegak hukum dan pihak kampus yang melepas pelaku pemerkosaan.

Dalam video itu, Emma memperagakan kekerasan seksual yang diterimanya oleh pelaku sejak awal adegan sampai berakhir dengan pemerkosaan, seperti dilansir independent, Minggu (7/6/2015).

Film itu juga menggambarkan bagaimana si pelaku menampar dan mencekiknya, serta menggunakan kondom saat memperkosanya dalam kondisi kesakitan.

Emma sengaja memproduksi film yang disutradarai orang lain, dengan niatan mengubah pandangan dunia soal kasus pemerkosaan.

"Jika Anda menonton video ini tanpa seizing  saya, maka saya harap Anda merenungkan alasan menuding saya dan berpartisipasi dalam pemerkosaan saya. Karena itu, Anda adalah orang yang tidak bisa menolak membuat Ceci n'est Pas Un Viol tentang apa yang Anda ingin pikirkan soal: pemerkosaan,” kata Emma.

“Tolong, jangan berpartisipasi memperkosa saya. Tontonlah dengan hati-hati,” tambahnya lagi.

Peristiwa pemerkosaan yang menimpa Emma  terjadi di hari pertama dirinya masuk tahun kedua perkuliahan pada tahun 2012 silam.

Dia melaporkan aksi bejat yang dilakukan seorang mahasiswa itu kepada pihak sekolah. Bahkan, ada dua orang mahasiswi lain yang melaporkan si pelaku. Namun, laporannya tak pernah ditanggapi pihak Universitas.

Alasan yang diberikan selalu sama: "si mahasiswa tidak terbukti bertanggung jawab".

Satu setengah tahun kemudian, Emma melaporkan perihal pemerkosaan itu kepada polisi. Namun, hingga kini, sebagaimana dirilis oleh Columbia Spectator, kasus Emma belum diselidiki dengan serius.

Beberapa waktu kemudian, Emma bersama 23 mahasiswa lainnya mengajukan tuntutan kepada Universitas Colombia arena dianggap tak sungguh-sungguh menangani kasus pelecehan seksual.

Namun, apa yang dilakukan Emma banyak mendapat dukungan dari para mahasiswa. Kisahnya juga dimuat dalam media-media besar sekelas Time dan The New York Times.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Perampok Biadab Perkosa Lalu Bunuh Biarawati 86 Tahun

Perampok Biadab Perkosa Lalu Bunuh Biarawati 86 Tahun

News | Rabu, 22 April 2015 | 12:27 WIB

Kesaksian Korban Pemerkosaan Militan ISIS

Kesaksian Korban Pemerkosaan Militan ISIS

News | Jum'at, 17 April 2015 | 06:01 WIB

Tuntut Keadilan, Mahasiswi Korban Pemerkosaan Usung Matras Kemana-mana

Tuntut Keadilan, Mahasiswi Korban Pemerkosaan Usung Matras Kemana-mana

News | Kamis, 04 September 2014 | 19:51 WIB

Terkini

Penduduk Melarat Susut, Tapi Kesenjangan Orang Kaya dan Miskin Makin Besar

Penduduk Melarat Susut, Tapi Kesenjangan Orang Kaya dan Miskin Makin Besar

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 07:31 WIB

Ulasan Pyramid Game: Ketika Perundungan Menjadi Hal yang Dianggap Wajar

Ulasan Pyramid Game: Ketika Perundungan Menjadi Hal yang Dianggap Wajar

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 07:30 WIB

Biar Hunian Terjual, Para BUMN Mulai Antre Ikut Danantara Housing Expo 2026

Biar Hunian Terjual, Para BUMN Mulai Antre Ikut Danantara Housing Expo 2026

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 07:23 WIB

Strategi Astra UD Trucks Perkuat Keandalan Armada Distribusi Energi di GIIAS 2026

Strategi Astra UD Trucks Perkuat Keandalan Armada Distribusi Energi di GIIAS 2026

Otomotif | Kamis, 06 Agustus 2026 | 07:19 WIB

Mengenal Black Start, Teknologi PLTA yang Bisa Hidupkan Listrik Saat Blackout

Mengenal Black Start, Teknologi PLTA yang Bisa Hidupkan Listrik Saat Blackout

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 07:17 WIB

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen, BI Sebut Permintaan Domestik Masih Solid

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen, BI Sebut Permintaan Domestik Masih Solid

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 07:14 WIB

6 Kombinasi Lipstik Ombre untuk Kulit Kuning Langsat, Bibir Makin Fresh dan Berdimensi

6 Kombinasi Lipstik Ombre untuk Kulit Kuning Langsat, Bibir Makin Fresh dan Berdimensi

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 07:07 WIB

Satu Kalimat Bisa Bikin Pasar Goyang, Alasan Presiden Prabowo Perlu Pidato Pakai Teks

Satu Kalimat Bisa Bikin Pasar Goyang, Alasan Presiden Prabowo Perlu Pidato Pakai Teks

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Candu Solusi Instan: Pemberdayaan UMKM atau Kegagalan Cipta Lapangan Kerja?

Candu Solusi Instan: Pemberdayaan UMKM atau Kegagalan Cipta Lapangan Kerja?

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Kesan Singkat Berkendara Isuzu Traga AC yang Kini Dilengkapi Fitur Isuzu Link

Kesan Singkat Berkendara Isuzu Traga AC yang Kini Dilengkapi Fitur Isuzu Link

Otomotif | Kamis, 06 Agustus 2026 | 06:51 WIB

×