Ini Penyebab Orang Terdekat Jadi Pelaku Kekerasan

Ririn Indriani, Nikolaus Tolen

Minggu, 14 Juni 2015 | 05:09 WIB
Ini  Penyebab Orang Terdekat Jadi Pelaku Kekerasan
Ilustrasi (Shutterstock)

Suara.com - Kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh orang terdekat sering terjadi di Indonesia. Anggota DPR dari Partai Kebangkitan Bangsa(PKB) Maman Imanul Haq, menilai bahwa salah satu faktor yang menyebabkan hal tersebut tidak pernah berhenti terjadi adalah adanya keinginan untuk menunjukkan otoritas orangtua atau orang terdekat kepada anak-anak.

"Sebenarnya hal ini terjadi terus menerus karena orangtua itu ingin menunjukkan otoritas atau kewenangannya terhadap anak-anak, itu yang menyebabkan adanya kekerasan," jelasnya di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu(13/6/2015).

Beranjak dari fakta tersebut, Maman menyatakan pihaknya akan melakukan revisi terhadap Undang-undang perlindungan anak. Menurutnya, dalam UU tersebut nantinya akan diatur tidak hanya terkait adopsi, tetapi juga berkaiatan dengan hak-hak yang dimiliki oleh seorang anak.

"Tentang hak-hak anak dan adopsi, termasuk juga anak-anak korban perceraian, karena selama ini ada larangan untuk anak tidak bertemu orangtuanya saat sesudah bercerai," lanjut Anggota DPR Komisi 8 tersebut.

Selain itu, untuk melakukan pencegahan lainnya, Maman mengatakan bahwa ke depannya akan membentuk kelompok yang bergerak untuk melindungi anak seperti yang telah dilakukan di Nusa Tenggara Timur. Dia pun berencana akan mendirikan prasasti bagi tokoh-tokoh yang memiliki peran penting dalam gerakan yang bisa mengatasi kekerasan terhadap anak.

"Nanti juga kita akan membentuk perkumpulan untuk gerakan perlindungan anak berbasis masyarakat, nanti di dalamnya ada tokoh-tokoh yang sangat peduli terhadap anak-anak, nanti akan ada prasasti terkait itu(perlindungan anak," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polisi Akan Dalami Pengakuan Agus ke Akbar Faisal

Polisi Akan Dalami Pengakuan Agus ke Akbar Faisal

News | Sabtu, 13 Juni 2015 | 19:47 WIB

Terkini

Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap

Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:31 WIB

Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!

Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:14 WIB

KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG

KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG

News | Senin, 22 Juni 2026 | 21:54 WIB

Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!

Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 21:16 WIB

Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir

Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:35 WIB

Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI

Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:24 WIB

Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa

Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:21 WIB

Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik

Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:16 WIB

DPR Bukan Tukang 'Stempel' Pemerintah! Saan Mustopa Kalim Fungsi Kontrol Parlemen Tetap Tajam

DPR Bukan Tukang 'Stempel' Pemerintah! Saan Mustopa Kalim Fungsi Kontrol Parlemen Tetap Tajam

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:07 WIB

Parkir Cawang Tak Dilarang Total, Sudinhub: Kami Tindak yang Bandel!

Parkir Cawang Tak Dilarang Total, Sudinhub: Kami Tindak yang Bandel!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 19:42 WIB