Paus: Pebisnis Senjata Tak Layak Mengaku Sebagai Orang Kristen

Liberty Jemadu

Senin, 22 Juni 2015 | 21:06 WIB
Paus: Pebisnis Senjata Tak Layak Mengaku Sebagai Orang Kristen
Paus Fransiskus memimpin misa Pentekosta di Basilika St Petrus, Vatikan, Minggu (24/5) [Reuters/Alessandro Bianchi].

Suara.com - Orang-orang bergelut di bidang industri senjata adalah munafik jika mengaku sebagai orang Kristen, demikian dikatakan Paus Fransiskus, Minggu (21/6/2015). Kecaman itu disampaikan Fransiskus dalam sebuah pertemuan dengan kaum muda di Turin, Italia.

"Jika Anda hanya percaya pada manusia, maka Anda sudah tersesat," kata Fransiskus saat berbicara soal perang, kepercayaan, dan politik di hadapan kaum muda Turin.

"Saya jadi berpikir tentang orang-orang, para manajer, pengusaha yang mengaku dirinya Kristen tetapi justru memproduksi senjata. Bukankah ini justru memicu ketidakpercayaan?" ujar Paus, yang dalam kesempatan itu tak membaca pidato yang sebelumnya telah disiapkan.

Ia juga mengkritik mereka yang berinvestasi di industri persenjataan. Ia mengatakan bahwa "tipu muslihat adalah mata uang dunia saat ini... perilaku mereka tak sejalan dengan perkataannya."

Fransiskus juga mengulang kritiknya terkait Perang Dunia I dan II. Ia menyebut tragedi genosida terhadap kaum Yahudi yang turut menjadi korban perang akbar di Eropa dan dunia itu.

"Negara-negara besar memamerkan rel-rel kereta api yang membawa gerbong-gerbong ke kamp seperti Auschwitz untuk membantai orang Yahudi, Kristen, homosksual, dan semua orang. Mengapa mereka tak pernah membom rel-rel kereta itu?" ujar Fransiskus/

Ia juga menyebut tragedi pembantaian orang Armenia oleh Turki di Perang Dunia I. Tetapi dia tak menggunakan kata "genosida", kata yang April lalu dia sebut dan memicu krisis diplomatik antara Vatikan dengan Turki. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Paus Fransiskus Minta Orang Tua Larang Anak "Internetan" di Kamar

Paus Fransiskus Minta Orang Tua Larang Anak "Internetan" di Kamar

News | Selasa, 09 Juni 2015 | 07:09 WIB

Paus Fransiskus: Pembantaian Kenya Adalah Kebrutalan yang Sia-Sia

Paus Fransiskus: Pembantaian Kenya Adalah Kebrutalan yang Sia-Sia

News | Jum'at, 03 April 2015 | 19:50 WIB

Paus Fransiskus Temui Dua Keluarga Korban Pemenggalan ISIS

Paus Fransiskus Temui Dua Keluarga Korban Pemenggalan ISIS

News | Kamis, 26 Maret 2015 | 14:46 WIB

Terkini

Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau

Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:00 WIB

Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari

Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 19:00 WIB

OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi

OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 18:39 WIB

Agus Jabo Minta Kader PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo

Agus Jabo Minta Kader PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:59 WIB

Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli

Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:27 WIB

Tawuran Remaja di Cengkareng Digagalkan Patroli Gabungan, Celurit hingga Petasan Disita

Tawuran Remaja di Cengkareng Digagalkan Patroli Gabungan, Celurit hingga Petasan Disita

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:22 WIB

Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500

Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:54 WIB

Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri

Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:47 WIB

Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi

Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:30 WIB

100 Ribu Anak Lebanon Terancam Gagal Sekolah akibat Kerusakan Bangunan Pascakonflik

100 Ribu Anak Lebanon Terancam Gagal Sekolah akibat Kerusakan Bangunan Pascakonflik

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:23 WIB

×