Gawat, Kaum Paedofil Perjuangkan Hak Legalisasi Seks dengan Anak

Ardi Mandiri

Rabu, 01 Juli 2015 | 06:44 WIB
Gawat, Kaum Paedofil Perjuangkan Hak Legalisasi Seks dengan Anak
Ilustrasi
"Paedofilia adalah hal alami dan normal pada lelaki. Paling tidak ada segelintir minoritas lelaki normal yang ingin berhubungan seks dengan anak." Demikian bunyi presentasi dalam sebuah konferensi yang digelar Paedofil Information Exchange (PIE) yang disponsori oleh Universitas Cambridge, Juli 2014 silam.
 
Salah satu pesertanya adalah Tom O'Carroll --yang memang keras memperjuangkan legalisasi seks dengan anak. "Luar biasa. Ini adalah situasi langka di mana saya merasa cukup populer," ujar O'Carroll dalam blognya. Perlu dicatat bahwa lelaki ini merupakan pelaku pelecehan anak. 
 
Perjuangan kaum paedofil untuk bisa diakui secara hukum kembali mengemuka pasca-disahkannya pernikahan kaum Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di seluruh negara bagian AS, Juni 2015. Perjuangan kaum LBGT ini mendapat sokongan luas netizen dengan menyebar tagar #lovewins dengan warna kebesaran berupa warna pelangi.
 
Namun, tidak seperti kaum LBGT yang memperjuangkan hak sesama manusia dewasa, aktivis paedofil justru ingin agar cinta berhasrat mereka pada anak juga diakui. Hal ini memunculkan kekhawatiran karena mereka mencoba meretas batas norma masyarakat mengenai penyimpangan yang mereka alami.
 
Rekam jejak perjuangan kaum paedofil ini bisa dilihat lewat buku Perspectives of Paedophilia pada 1981. Buku yang diedit oleh pengajar sosiologi di Universitas Sussex, Brian Taylor, ini ditujukan untuk pekerja sosial dan pengasuh anak. Buku tersebut ingin membersihkan citra negatif paedofil di masyarakat.
 
Taylor menyebutkan bahwa paedofil digambarkan sebagai orang sakit/jahat yang mengintai sekolah dengan harapan bisa menggaet anak yang tidak berdosa. Padahal, kata Taylor, itu adalah stereotipe semata. "Stereotipe yang tidak akurat dan tidak membantu," tegasnya.
 
Mengapa demikian? Karena mayoritas kasus pedofilia terjadi di dalam keluarga.
 
Pendapat serupa disampaikan Profesor Ken Plummer, aktivis PIE yang juga pengajar sosiologi di Essex University. Ia pernah menuliskan hal berikut dalam blognya pada 2012 ,"Setelah homoseksual tidak terlalu menimbulkan kepanikan moral, pariah dari pencabul anak sudah mulai menjadi legenda setan semata."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Waspadai Predator Perempuan!

Waspadai Predator Perempuan!

Lifestyle | Selasa, 28 April 2015 | 07:30 WIB

Istri Guru JIS: Suami Saya Bukan Paedofil

Istri Guru JIS: Suami Saya Bukan Paedofil

News | Kamis, 17 Juli 2014 | 00:17 WIB

Terkini

Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti

Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:45 WIB

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:21 WIB

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:09 WIB

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:30 WIB

×