Komisi I Setuju Pengangkatan Jenderal Gatot Jadi Panglima TNI

Ardi Mandiri | Bagus Santosa | Suara.com

Rabu, 01 Juli 2015 | 22:23 WIB
Komisi I Setuju Pengangkatan Jenderal Gatot Jadi Panglima TNI
Komisi I DPR RI gelar uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap Calon Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/7). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Komisi I DPR memutuskan pemberhentian Jenderal TNI Moeldoko sebagai Panglima TNI dan menyetujui pengangkatan Jenderal Gatot Nurmantyo menjadi Panglima TNI. Hal itu dilakukan setelah Komisi I melakukan fit and proper test calon Panglima TNI, Rabu (1/7/2015).

"Apakah setuju?" kata Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq dalam rapat.

"Setuju," kata para anggota.

Dalam kesempatan ini, Mahfudz memaparkan seluruh fraksi memberikan persetujuan. Hanura, PKS, PKB, PAN, Demokrat, Gerindra dan PDI Perjuangan setuju tanpa catatan.

"Nasdem menyatakan persetujuan ada catatan, minta komitmen calon panglima untuk proritas secara sungguh-sungguh dengan industri pertahanan. PPP memberikan persetujuan dan meminta secara khusus komitmen calon Panglima bukan menegaskan saja slogan berani, tegas, dan ikhlas, tapi minta komitmen untuk bertanggungjawab," katanya.

"Kemudian Golkar setuju dengan tiga catatan penting, yaitu pertama meminta calon panglima untuk memberikan langkah terobosan dalam memenuhi kesehjahteraan prajurit, lalu terobosan solusi untuk tanah dan perumahan yang bersengketa dengan TNI, dan memperkuat partisipasi masyarakat dalam membantu dan mendukung tupoksi TNI," sambung Politisi PKS ini.

Secara keseluruhan, pemaparan calon panglima memuaskan, baik secara admintrasi, pemaparan visi dan misi serta program ke depan yang dia fokuskan untuk konsolidasi TNI secara institusi baik personel, doktrin dan alutsista.

"Pandangan panglima juga soal titik konflik yang saat ini sumber ekonomi, ada di ekuator dan Indonesia salah satu negara besar. Dan pandangan ini ternyata ada garis merah dengan yang dipaparkan BIN. Ini yang menarik," kata dia.

Dia menerangkan, rapat kali ini di luar rencana. Komisi I merencanakan rapat kali ini selesai pukul 19.00 WIB, namun baru selesai sekira pukul 21.15 WIB. Setelah rapat kali ini, hasilnya akan disampaikan kepada Pimpinan DPR untuk kemudian diparipurnakan.

"Kami mnita maaf jika sepanjang uji kelayakan ini ada pertanyaan dan ucapan yang kurang berkenan tapi ini proses yang harus kita lalui, tapi kita harap ini akhir yang baik untuk menjaga keutuhan NKRI," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menurut Calon Panglima TNI, Ini Tantangan Indonesia di Masa Depan

Menurut Calon Panglima TNI, Ini Tantangan Indonesia di Masa Depan

News | Rabu, 01 Juli 2015 | 18:52 WIB

Jenderal Gatot: Fokus Bangun Kekuatan AL dan AU Sesegera Mungkin

Jenderal Gatot: Fokus Bangun Kekuatan AL dan AU Sesegera Mungkin

News | Rabu, 01 Juli 2015 | 18:17 WIB

Fit and Proper Test Calon Panglima TNI

Fit and Proper Test Calon Panglima TNI

Foto | Rabu, 01 Juli 2015 | 17:07 WIB

Kekayaan Calon Panglima TNI Mencapai Rp7,11 Miliar dan 8200 Dolar

Kekayaan Calon Panglima TNI Mencapai Rp7,11 Miliar dan 8200 Dolar

News | Rabu, 10 Juni 2015 | 08:58 WIB

Terkini

Diskon Tol 30 Persen Arus Balik Lebaran 2026, Pemudik Diimbau Atur Waktu Perjalanan

Diskon Tol 30 Persen Arus Balik Lebaran 2026, Pemudik Diimbau Atur Waktu Perjalanan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 08:42 WIB

Sambut Arus Balik 2026, Transjakarta Operasikan 5 Rute Khusus dari Pulo Gebang

Sambut Arus Balik 2026, Transjakarta Operasikan 5 Rute Khusus dari Pulo Gebang

News | Senin, 23 Maret 2026 | 07:36 WIB

InJourney Airports Layani 4,41 Juta Penumpang hingga H1 Lebaran 2026

InJourney Airports Layani 4,41 Juta Penumpang hingga H1 Lebaran 2026

News | Senin, 23 Maret 2026 | 07:20 WIB

Jangkauan Rudal Iran Bisa Lintas Eropa dan Asia? AS dan Inggris Bereaksi

Jangkauan Rudal Iran Bisa Lintas Eropa dan Asia? AS dan Inggris Bereaksi

News | Senin, 23 Maret 2026 | 07:11 WIB

Jet F-16 Israel Dikabarkan Rontok di Iran, Klaim IRGC dan Bantahan Tel Aviv Jadi Sorotan

Jet F-16 Israel Dikabarkan Rontok di Iran, Klaim IRGC dan Bantahan Tel Aviv Jadi Sorotan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 07:01 WIB

Lebaran, Prabowo Silaturahmi via Telepon dengan Erdogan hingga Mohammed bin Salman

Lebaran, Prabowo Silaturahmi via Telepon dengan Erdogan hingga Mohammed bin Salman

News | Senin, 23 Maret 2026 | 07:00 WIB

Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil

Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:05 WIB

Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas

Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 22:10 WIB

Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera

Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:53 WIB

MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI

MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:42 WIB