Raung Menggeliat, Citilink Batalkan Jadwal ke Bali dan Lombok

Siswanto

Jum'at, 10 Juli 2015 | 14:09 WIB
Raung Menggeliat, Citilink Batalkan Jadwal ke Bali dan Lombok
Pesawat Citilink. (citilink.co.id)

Suara.com - Manajemen maskapai Citilink Indonesia memutuskan membatalkan seluruh penerbangan dari dan ke Denpasar, Bali, serta Lombok, Nusa Tenggara Barat, hari ini akibat peningkatan aktivitas Gunung Raung di Jawa Timur.

Gunung Raung (3.332 mdpl) di perbatasan tiga kabupaten wilayah timur Provinsi Jawa Timur yang meletus beberapa hari terakhir menyemburkan abu vulkanik yang tertiup angin ke arah timur ke Bali dan Lombok.

Kondisi ini dinilai mulai mengganggu keamanan dan keselamatan penerbangan di wilayah ini, demikian President & CEO Citilik Indonesia Albert Burhan.

Albert menjelaskan pembatalan terbang mengacu pada pemberitahuan yang dikeluarkan otoritas penerbangan.

"Dasar kebijakan untuk tidak melakukan operasi penerbangan dari dan ke Denpasar serta Lombok adalah demi safety atau alasan keamanan dan keselamatan penerbangan. Bagi Citilink itu hal yang terutama saat ini," ujar Albert.

Ia mengemukakan hal itu terkait dengan semakin meluasnya abu vulkanik dari Gunung Raung.

Sedikitnya ada 27 penerbangan Citilink Indonesia menerbangi rute Jakarta-Denpasar, Surabaya-Lombok, Surabaya-Denpasar, Bandung-Denpasar, Bandung-Lombok, dan Balikpapan-Denpasar, sedangkan penerbangan untuk rute-rute lainnya berjalan normal seperti biasa.

Citilink mengimbau penumpang mengubah reservasi atau pesanan tiket dengan menyediakan sejumlah pilihan kepada penumpang mulai dari refund (pengembalian uang tiket) secara penuh dan tidak ada potongan, re-route, dan juga reschedule penerbangan para penumpang.

"Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, dan saat ini terus memonitor perkembangan yang masih berlangsung serta mengintensifkan kerja sama dengan pihak bandara, BMKG, dan juga instansi terkait lainnya sebagai antisipasi terhadap hal yang tidak diinginkan," tutur Albert.

Vice President Communication Citilink Indonesia Benny S. Butarbutar menambahkan untuk memudahkan penumpang melakukan refund, re-routedan juga reschedule, manajemen Citilink menyarankan penumpang untuk menghubungi call center 0804 1080808 atau customer service di bandara setempat.

Karena kejadian ini merupakan bencana alam dan masuk kategori force majoure atau di luar dugaan, maka Peraturan Menteri Perhubungan (PM) No.77 Tahun 2011 yang mengatur pemberian kompensasi terhadap penumpang akibat penundaan yang diakibatkan maskapai, pihak bandara ataupun kesalahan operasional menjadi tidak berlaku.

"Untuk lebih jelas, detail penerbangan yang terkena dampak dari erupsi Gunung Raung bisa dilihat di website atau laman Citilink www.citilink.co.id," kata Benny. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ribuan Calon Penumpang Menumpuk di Bandara Ngurah Rai

Ribuan Calon Penumpang Menumpuk di Bandara Ngurah Rai

News | Jum'at, 10 Juli 2015 | 10:24 WIB

Puluhan Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Dibatalkan

Puluhan Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Dibatalkan

News | Jum'at, 10 Juli 2015 | 08:27 WIB

Penerbangan Surabaya-Lombok dan Sebaliknya Masih Ditunda

Penerbangan Surabaya-Lombok dan Sebaliknya Masih Ditunda

News | Jum'at, 10 Juli 2015 | 07:34 WIB

Lion Air  Batalkan 12 Penerbangan Akibat Erupsi Gunung Raung

Lion Air Batalkan 12 Penerbangan Akibat Erupsi Gunung Raung

News | Jum'at, 10 Juli 2015 | 07:12 WIB

Terkini

Ingatkan Warga NU, Maruf Amin: Jangan Rebutan Tambang, Hati-hati Terjerat

Ingatkan Warga NU, Maruf Amin: Jangan Rebutan Tambang, Hati-hati Terjerat

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:30 WIB

Kick Off Pembangunan Kantor Imigrasi, Upaya Imigrasi Sumut Dekatkan Layanan Publik

Kick Off Pembangunan Kantor Imigrasi, Upaya Imigrasi Sumut Dekatkan Layanan Publik

Sumut | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:24 WIB

4 Color Correcting Sunscreen SPF 50 Atasi Redness & Dark Spot saat Outdoor!

4 Color Correcting Sunscreen SPF 50 Atasi Redness & Dark Spot saat Outdoor!

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:20 WIB

Mobil Keluarga 7 Seater Murah Paling Nyaman Apa Saja? Ini Opsinya, Anti Mabuk Darat!

Mobil Keluarga 7 Seater Murah Paling Nyaman Apa Saja? Ini Opsinya, Anti Mabuk Darat!

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:18 WIB

Daftar Zodiak yang Dikenal Paling Red Flag dalam Percintaan, Kamu Termasuk?

Daftar Zodiak yang Dikenal Paling Red Flag dalam Percintaan, Kamu Termasuk?

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Persib Bandung Matangkan Persiapan di Bali, Igor Tolic Jadikan Dua Laga Uji Coba sebagai Tolok Ukur

Persib Bandung Matangkan Persiapan di Bali, Igor Tolic Jadikan Dua Laga Uji Coba sebagai Tolok Ukur

Jabar | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Gubsu Bobby Nasution Siapkan Rumah Produksi Kelapa di Nias Utara

Gubsu Bobby Nasution Siapkan Rumah Produksi Kelapa di Nias Utara

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:07 WIB

IHSG Melonjak 2,78% Sepekan, Transaksi Saham Tembus 39,95 Miliar Lembar

IHSG Melonjak 2,78% Sepekan, Transaksi Saham Tembus 39,95 Miliar Lembar

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:05 WIB

Ketok Palu Perubahan KUA-PPAS Rp7,99 Triliun: Menilik Peta Jalan Lampung Sejahtera di 2026

Ketok Palu Perubahan KUA-PPAS Rp7,99 Triliun: Menilik Peta Jalan Lampung Sejahtera di 2026

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:03 WIB

Soroti Era SBY dan Jokowi, Purbaya Sebut Mesin Ekonomi Indonesia Pincang Selama 20 Tahun

Soroti Era SBY dan Jokowi, Purbaya Sebut Mesin Ekonomi Indonesia Pincang Selama 20 Tahun

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:00 WIB

×