Sidang Perdana Gugatan Praperadilan Bupati Morotai Digelar Senin

Liberty Jemadu | Suara.com

Minggu, 26 Juli 2015 | 23:32 WIB
Sidang Perdana Gugatan Praperadilan Bupati Morotai Digelar Senin
Ahmad Rifai, pengacara Bupati Morotai Rusli Sibua [suara.com/Nikolaus Tolen]

Suara.com - Sidang perdana praperadilan Bupati Pulau Morotai Rusli Sibua akan digelar pada Senin (27/7/2015) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Kami sudah menyiapkan materinya dengan baik termasuk penyalahgunaan wewenang oleh lembaga tersebut karena sudah salah menetapkan klien kami menjadi tersangka dan pak RS (Rusli Sibuat) tidak melakukan yang sebagaimana KPK sangkakan," kata pengacara Rusli, Achmad Rifai melalui pesan singkat yang diterima di Jakarta, Minggu (26/7/2015).

Sidang rencananya akan dipimpin oleh hakim tunggal Martin Ponto Bidara.

Rifai menilai bahwa KPK sudah salah alamat menetapkan kliennya sebagai tersangka karena menilai kliennya bukan orang yang menjadi pemrakarsa pemberian uang ke mantan ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, melainkan pengacara Rusli saat itu yang bernama Sahrin Hamid.

"Bahwa yang mentransfer adalah Muchlis Tapi Tapi dan M Djuffry, dan yang berkomunikasi adalah Sahrin sebagaimana dalam putusan MA. Namun yang ditetapkan tersangka Pak RS, padahal Pak RS tak pernah menyuruh, tidak tahu asal uang, dan mestinya KPK menjadikan tersangka orang yang telah mentransfer dan berkomunikasi dengan Akil Mochtar," jelas Rifai.

Rifai juga menyatakan akan menghadirkan sejumlah saksi dalam sidang praperadilan mesti tidak menyebut siapa saja pihak yang akan dijadikan saksi.

"Ada saksi, tapi nanti saja. Yang jelas kami sangat yakin akan menang," tambah Rifai.

KPK sendiri menyatakan siap menghadapi gugatan praperadilan tersebut.

"KPK sudah melakukan antisipasi terhadap pelaksanaan upaya paksa, termasuk adanya praperadilan dari siapa pun. Jadi kami siap saja menghadapi proses hukum, termasuk praperadilan ini dan tidak ada persiapan khusus untuk kasus ini," kata Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Ketua KPK Indriyanto Seno Adji melalui pesan singkat.

Menurut Indiryanto, penyidikan kasus tersebut pun akan terus berlangsung.

"Tetap ada penyidikan dan pemeriksaan dan segera akan limpah (ke tahap penuntutan)," ungkap Indriyanto.

Rusli Sibua sudah ditahan KPK di rumah tahanan kelas I Jakarta Timur cabang KPK yang berada di Detasemen Polisi Militer (Denpom) Guntur, Jakarta sejak 8 Juli 2015 setelah sebelumnya dijemput paksa oleh penyidik KPK pada hari yang sama.

KPK mengenakan sangkaan pasal 6 ayat 1 huruf a UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 juncto 55 ayat 1 ke-1 KUHP kepada Rusli.

Pasal tersebut mengatur tentang perbuatan memberi atau menjanjikan sesuatu kepada hakim dengan maksud untuk mempengaruhi putusan perkara yang diserahkan kepadanya untuk diadili dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp750 juta.

Dalam putusan kasasi mantan ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, disebutkan bahwa Akil menerima Rp2,99 miliar dari Rusli Sibua.

KPU pulau Morotai sesungguhnya memenangkan pasangan Arsad Sardan dan Demianus Ice sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah, namun Rusli Sibua dan Weni R Praisu menggugat putusan tersebut di MK dan menunjuk Sharin Hamid sebagai penasihat hukum.

Akil menjadi ketua panel hakim konstitusi bersama dengan Muhammad Alim dan Hamdan Zoelva untuk memutus sengketa tersebut.

Sahrin Hamid kemudian menghubungi Akil dan dibalas dengan telepon agar Rusli menyiapkan uang sebesar Rp6 miliar sebelum putusan dijatuhkan, tapi Rusli hanya menyanggupi Rp3 miliar.

Setelah menerima informasi mengenai jumlah uang yang sanggup dipenuhi, Akil meminta Sahrin mengantar langsung ke kantor MK, tapi Sahrin menolak karena tidak berani sehingga akhirnya ditransfer ke rekening CV Ratu Samagat dengan keterangan "angkutan kelapa sawit".

Rusli mengirim uang tersebut dalam tiga kali transaksi dengan nilai total Rp2,989 miliar. Pada putusan 20 Juni 2011, MK pun memenangkan Rusli Sibua dan Weni R Paraisu dengan jumlah suara 11.384. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bupati Morotai Minta Bambang Widjojanto Diperiksa, Ini Kata KPK

Bupati Morotai Minta Bambang Widjojanto Diperiksa, Ini Kata KPK

News | Rabu, 22 Juli 2015 | 23:34 WIB

Bupati Morotai Minta KPK Periksa Bambang Widjojanto

Bupati Morotai Minta KPK Periksa Bambang Widjojanto

News | Rabu, 22 Juli 2015 | 19:39 WIB

Dijemput Paksa, Ini Alasan Bupati Morotai Menolak Diperiksa KPK

Dijemput Paksa, Ini Alasan Bupati Morotai Menolak Diperiksa KPK

News | Rabu, 08 Juli 2015 | 17:07 WIB

Mangkir Diperiksa, KPK Jemput Paksa Bupati Morotai

Mangkir Diperiksa, KPK Jemput Paksa Bupati Morotai

News | Rabu, 08 Juli 2015 | 15:57 WIB

Mangkir Diperiksa KPK, Bupati Morotai Bantah Takut Ditahan

Mangkir Diperiksa KPK, Bupati Morotai Bantah Takut Ditahan

News | Selasa, 07 Juli 2015 | 17:07 WIB

Pengacara Pastikan Rusli Sibua Mangkir Lagi dari Panggilan KPK

Pengacara Pastikan Rusli Sibua Mangkir Lagi dari Panggilan KPK

News | Selasa, 07 Juli 2015 | 14:59 WIB

Bupati Morotai Mangkir dari Panggilan KPK

Bupati Morotai Mangkir dari Panggilan KPK

News | Kamis, 02 Juli 2015 | 18:44 WIB

KPK Jadwalkan Pemeriksaan Bupati Morotai Sebagai Tersangka

KPK Jadwalkan Pemeriksaan Bupati Morotai Sebagai Tersangka

News | Kamis, 02 Juli 2015 | 09:41 WIB

Suap Akil Mochtar, Bupati Morotai Ditetapkan Tersangka

Suap Akil Mochtar, Bupati Morotai Ditetapkan Tersangka

News | Jum'at, 26 Juni 2015 | 17:38 WIB

Terkini

Bisik-bisik Trump Saat Salaman Erat dengan Xi Jinping, Pakar Etika Bilang Begini

Bisik-bisik Trump Saat Salaman Erat dengan Xi Jinping, Pakar Etika Bilang Begini

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:51 WIB

Hantavirus Strain Andes Bisa Menular Antar Manusia, Tapi Harus Kontak Erat dan Lama

Hantavirus Strain Andes Bisa Menular Antar Manusia, Tapi Harus Kontak Erat dan Lama

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:40 WIB

Pesan Xi Jinping Saat Bertemu Donald Trump, Singgung Hubungan China dan AS

Pesan Xi Jinping Saat Bertemu Donald Trump, Singgung Hubungan China dan AS

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:38 WIB

Dinkes DKI Ungkap Penyebab Keracunan 252 Siswa Usai Santap MBG di 3 SDN Kawasan Cakung

Dinkes DKI Ungkap Penyebab Keracunan 252 Siswa Usai Santap MBG di 3 SDN Kawasan Cakung

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:26 WIB

Bukan Solusi! FSGI Sebut jika Final LCC 4 Pilar MPR Diulang Berdampak Psikis dan Berpotensi Digugat

Bukan Solusi! FSGI Sebut jika Final LCC 4 Pilar MPR Diulang Berdampak Psikis dan Berpotensi Digugat

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:56 WIB

Penjelasan Nadiem Soal Harta Naik Rp4,87 Triliun: Itu Nilai IPO GoTo, Bukan Korupsi Chromebook

Penjelasan Nadiem Soal Harta Naik Rp4,87 Triliun: Itu Nilai IPO GoTo, Bukan Korupsi Chromebook

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:49 WIB

Asteroid Terdeteksi Mendekat Sangat Cepat ke Arah Orbit Bumi, Jaraknya Lebih Dekat dari Bulan

Asteroid Terdeteksi Mendekat Sangat Cepat ke Arah Orbit Bumi, Jaraknya Lebih Dekat dari Bulan

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:43 WIB

Prostitusi Berkedok Karaoke di Jakbar Terbongkar, Ada Anak di Bawah Umur

Prostitusi Berkedok Karaoke di Jakbar Terbongkar, Ada Anak di Bawah Umur

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:36 WIB

Dokter Stephen Kornfeld Keluar Ruang Isolasi Biokontainer Meski Hasil Tes Hantavirus Meragukan

Dokter Stephen Kornfeld Keluar Ruang Isolasi Biokontainer Meski Hasil Tes Hantavirus Meragukan

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:33 WIB

Momen Haru Nadiem Makarim Peluk Pasukan Ojol Usai Dituntut 18 Tahun Bui: Tuhan Tidak Diam

Momen Haru Nadiem Makarim Peluk Pasukan Ojol Usai Dituntut 18 Tahun Bui: Tuhan Tidak Diam

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:30 WIB