Gubernur Jatim: Sebanyak 24 Kabupaten Dilanda Kekeringan

Liberty Jemadu

Kamis, 30 Juli 2015 | 23:34 WIB
Gubernur Jatim: Sebanyak 24 Kabupaten Dilanda Kekeringan
Gubernur Jawa Timur Soekarwo. [Antara/Suryanto]

Suara.com - Gubernur Jawa Timur, Soekarwo menyatakan sebanyak 24 Kabupaten/kota di wilayah Jawa Timur dilanda kekeringan karena diprediksi musim kemarau akan terjadi lebih lama yaitu hingga bulan November.

"Tahun 2014 sebanyak 624 desa yang tersebar di 22 Kabupaten/Kota mengalami kekeringan, sedangkan pada tahun ini desa yang mengalami kekeringan berkurang sekitar 33 desa, namun untuk wilayah Kabupaten bertambah menjadi dua wilayah yaitu di Madiun dan Lumajang karena diprediksi musim kemarau akan terjadi lebih lama," kata Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, di Pasuruan, Kamis.

Ia mengatakan, peta area kekeringan tersebar merata di seluruh Jawa Timur, mulai dari Pulau Madura, kawasan Tapal Kuda atau Jawa Timur bagian timur hingga kawasan Mataraman atau Jawa Timur bagian barat karena musim kemarau yang sebelumnya hanya terjadi 4,5 bulan, kini diprediksi akan lebih lama menjadi 6 bulan.

"Sebanyak 7 desa di Kecamatan Sartan di Madiun dan Lumajang yang menjadi perhatian kami karena merupakan wilayah baru yang terdampak kekeringan, sehingga kami sudah menyiapkan anggaran sebanyak Rp3,3 miliar untuk mendistribusikan air bersih maupun pembangunan tandon air ke beberapa desa yang mengalami kekeringan," ujarnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, di Jawa Timur wilayah Kabupaten/Kota yang masuk dalam kategori kekeringan adalah di Bojonegoro, selebihnya masuk dalam kategori masih persiapan dalam kekeringan, seperti di wilayah Madiun dan Lumajang yang masih tergolong baru dilanda kekeringan.

"Bantuan air bersih atau drooping ini ada beberapa ketentuannya, jika jaraknya satu kilometer hingga tiga kilometer, maka akan menjadi tanggungjawab dari pemerintah Kabupaten/Kota tersebut, namun jika lebih dari tiga kilometer, maka provinsi juga harus ikut membantu masyarakat yang kekurangan air bersih," paparnya.

Menurut dia, untuk mengatasi kekeringan, maka bisa dilakukan dengan memperbanyak penampung air "geomembrane" karena terbukti bisa mengatasi kekeringan. Selain memperbanyak membangun sumur resapan di daerah kekeringan, pemerintah juga harus berperan aktif untuk menjaga kondisi lingkungan sekitar.

"Luasan daerah Jawa Timur sekitar 47 kilometer persegi dan rata-rata per kilometernya terdapat 700 orang. Dengan demikian tekanan terhadap alam luar biasa, sehingga perlu adanya penjagaan kondisi lingkungan sekitar dengan menanam pohon yang mampu menahan dan menyimpan air, seperti pohon sengon," tuturnya.

Ia meminta kepada Perhutani, Badan Lingkungan Hidup (BLH) dan Kehutanan merumuskan kembali fungsi hutan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, agar masyarakat tidak menebang pohon hutan sekaligus meningkatkan peran hutan sebagai penyimpan air untuk mengurangi kekeringan di masa mendatang. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PDAM Bekasi Bersiap Hadapi Dampak Kekeringan

PDAM Bekasi Bersiap Hadapi Dampak Kekeringan

News | Minggu, 26 Juli 2015 | 04:50 WIB

JK: Pemerintah Punya  Cadangan Beras Atasi Kekeringan

JK: Pemerintah Punya Cadangan Beras Atasi Kekeringan

News | Senin, 13 Juli 2015 | 05:15 WIB

Musim Kemarau, Wagub DKI Ajak Warga Tabung Air

Musim Kemarau, Wagub DKI Ajak Warga Tabung Air

News | Rabu, 08 Juli 2015 | 16:31 WIB

Desa di Gunung Rinjani Dilanda Kekeringan

Desa di Gunung Rinjani Dilanda Kekeringan

News | Minggu, 28 Juni 2015 | 11:40 WIB

Jangan Panik Hadapi El Nino

Jangan Panik Hadapi El Nino

News | Senin, 22 Juni 2015 | 08:31 WIB

BMKG: Indonesia Dilanda Kekeringan Panjang Juli-November

BMKG: Indonesia Dilanda Kekeringan Panjang Juli-November

News | Rabu, 17 Juni 2015 | 19:11 WIB

Jokowi: El Nino Bikin Semua Deg-degan

Jokowi: El Nino Bikin Semua Deg-degan

News | Rabu, 27 Mei 2015 | 16:24 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×