Kawasan Angeline Dibunuh Diperciki 'Air Suci'

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 09 Agustus 2015 | 17:59 WIB
Kawasan Angeline Dibunuh Diperciki 'Air Suci'
Sesaji upacara pembersihan pascapembunuhan Angeline, Minggu (9/8/2015). (suara.com/Luh Wayanti)

Suara.com - Rumah ibu angkat Angeline, Margaret disiram air suci atau tirta. Penyiraman itu dalam rangka upacara pembersihan pascapembunuhan Angeline di rumah tersebut.

Rumah Margaret di Jalan Sedap Malam No. 26, Denpasar. Di rumah itu, Angeline tewas terbunuh. Mayatnya dipendam di belakang rumah dekat kandang ayam. Margaret dan mantan satpamnya ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan.

Sekitar pukul 17.00 WITA pemangku desa dan puluhan warga desa adat Bumi Kebonkuri masuk ke rumah Margaret. Mereka memercikkan air.

Air tersebut dipercikkan ke semua area rumah. Mulai dari halaman rumah, hingga lokasi jenazah Angeline dipendam sebelum ditemukan. Pemercikan air suci itu sebelum dilakukannya upacara diupacara Pementas Kalangan.

Upacara pementas kalangan itu bertujuan untuk membersihkan rumah, tanah dan lingkungan sekitar tempat tinggal Angeline semasa hidup bersama Margaret.

Ketut Noviantari salah satu warga yang ikut memercikkan air suci itu mengatakan pemercikan air suci dilakukan karena akan ada upacara Pementas Kalangan. Upacara itu tujuanya untuk membersihkan rumah, tanah, dan lingkungan dari roh-roh jahat. Selain itu juga supaya tidak terlihat angker.

"Setelah kami memercikan air suci ini, kami akan melakukan upacara Pementas Kalangan," ujarnya di lokasi upacara, Minggu (9/8/2015).

Sementara itu dipertigaan jalan Sedap Malam juga dilakukan upacara besar yang sama-sama tujuanya untuk membersihkan alam.

Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta menghadiri upacara Wraspati Kalpa Pengresi Gana di Bumi Kebonkuri. Menurutnya, upacara ini merupakan langkah niskala untuk menetralisir keletehan. Terlebih pembunuhan juga pernah terjadi sebelum kasus Angeline di wilayah ini.

"Selain langkah sekala yang dilakukan melalui proses hukum, upaya niskala juga tetap harus dilaksanakan," katanya.

Dia menyampaikan masyarakat Bali yang mayoritas beragama Hindu meyakini ada faktor lain yang memicu tindakan di luar nalar tersebut. Wagub berharap, tawur yang digelar dapat memberi vibrasi positif agar desa adat tersebut kembali bersih dari kekotoran niskala. Dengan demikian, peristiwa serupa tidak akan terulang di kemudian hari.

"Kami berharap tidak ada kejadian yang mengerikan lagi,"pungkasnya.

Sementara itu, upacara Wraspati Kalpa Pangrsi Gana untuk membersihan dan menetralisir dampak buruk dari tragedi pembunuhan Angeline itu menghabiskan dana sekitar Rp70 juta.

Prajuru (petugas adat) desa adat Bumi Kebonkuri, Kesiman, Denpasar, I Ketut Sutapa mengatakan, upacara ini menghabiskan dana sekitar Rp70 juta. Dana tersebut dana dari iuran desa adat, dan dari pemerintah provinsi.

"Kami tidak bisa melakukan upacara ini sendirian. Kami mendapatkan bantuan dari pemerintah," ujarnya di lokasi acara.

Dana tersebut untuk membeli keperluan upacara. "Upacara ini memang membutuhkan dana yang tidak sedikit. Karena memang membutuhkan sesajen (banten) yang banyak," terangnya.

Seperti diketahui, banten atau sesajen itu ada beberapa macam. Seperti ada banten dengan isian beras dengan warna-warni. Selain itu ada anjing berwana cokelat dan bermoncong hitam, serta ada beberapa ekor ayam. (Luh Wayanti)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Sesaji Upacara Pembersihan Pascapembunuhan Angeline

Ini Sesaji Upacara Pembersihan Pascapembunuhan Angeline

News | Minggu, 09 Agustus 2015 | 16:11 WIB

'Usir' Menteri, Bekas Satpam Ibu Angkat Angeline Diberi Bonus

'Usir' Menteri, Bekas Satpam Ibu Angkat Angeline Diberi Bonus

News | Jum'at, 07 Agustus 2015 | 06:30 WIB

Kalau Mangkir Lagi, Bekas Satpam Rumah Angeline Dijemput Paksa

Kalau Mangkir Lagi, Bekas Satpam Rumah Angeline Dijemput Paksa

News | Kamis, 06 Agustus 2015 | 07:13 WIB

Komnas PA Mengaku Tidak Tahu Soal Uang Duka untuk Angeline

Komnas PA Mengaku Tidak Tahu Soal Uang Duka untuk Angeline

News | Rabu, 05 Agustus 2015 | 15:38 WIB

Kemana Nasib Uang Sumbangan Duka Untuk Angeline?

Kemana Nasib Uang Sumbangan Duka Untuk Angeline?

News | Rabu, 05 Agustus 2015 | 14:30 WIB

Menteri Yohana Surati Kapolri Stop Cara Damai Tangani Kasus Anak

Menteri Yohana Surati Kapolri Stop Cara Damai Tangani Kasus Anak

News | Minggu, 02 Agustus 2015 | 12:03 WIB

Terkini

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:45 WIB

Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:15 WIB

Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?

Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:00 WIB

AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?

AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:55 WIB

Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!

Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:46 WIB

Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai

Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:40 WIB

Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat

Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:09 WIB

Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura

Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:01 WIB

Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026

Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 20:50 WIB

Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki

Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 20:00 WIB