Fadli Zon Bantah Pembahasan RUU Proglenas 2015 Mangkrak

Siswanto | Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Jum'at, 28 Agustus 2015 | 14:40 WIB
Fadli Zon Bantah Pembahasan RUU Proglenas 2015 Mangkrak
Ketua DPR Setya Novanto dan dua Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah (suara.com/Agung Sandy Lesmana)

Suara.com - Wakil Ketua DPR dari Fraksi Gerindra Fadli Zon membantah jika anggota dewan hanya sibuk mengurus rencana tujuh proyek pembangunan gedung DPR ketimbang menjalankan fungsi legislasi dalam merampungkan Rancangan Undang-Undang dalam Program Legislasi Nasional tahun 2015.

"Tidak mangkrak, sebelum dalam penyusunan dan pembahasan kita kan memang start-nya agak terlambat karena waktu itu ada perbedaan-perbedaan, jadi prolegnas itu baru ditetapkan awal januari kalau tidak salah, semua dalam pembahasan dan saya kira pada masa sidang ini akan menghasilkan sejumlah UU," kata Fadli di gedung DPR, Jumat (28/8/2015).

Menurutnya belum rampungnya RUU lantaran saat ini setiap anggota di dalam komisi ditugaskan untuk mengurus penyusunan dan pembahasan RUU tersebut. Fadli mengklaim jika proses legislasi di DPR masih berjalan.

"Itu sudah menjadi tugas dari setiap anggota. Nah ini yang kemudian membuat pembahasannya sedikit lebih lama ketimbang dilimpahkan semuanya kepada badan legislasi seperti pada periode lalu, dan memang akan lebih mendalam, dengan harapan bahwa hasil UU akan lebih berkualitas," kata Fadli.

"Jadi tidak ada masalah saya kira, ini berjalan terus. Yang lainnya juga pengawasan kita jalankan. Budgeting kita jalankan. UU kita jalankan. Memang sedang dalam proses," tambahnya.

Menurut Fadli ada sejumlah RUU dalam Prolegnas yang belum diterima ataupun bisa ditolak.

"Misalnya RUU KKR (Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi), RUU KHUP itu dari tahun 60an, jadi ya sesuaikan aja. Ada yang memang kita menjadi prioritaskan dengan cepat seperti JPSK (Jaring Pengaman Sistem Keuangan), kita juga mempercepat kalau terjadi masalah dengan krisis kita," kata dia.

Terlebih Fadli mengaku jika sudah separuh RUU yang sudah dibahas dan dirampungkan. Dia juga mengatakan tidak semua prioritas pembahasan RUU bakal dirampungkan pada tahun ini.

"Saya kira bisa lebih dari separuh dari yang kita targetkan. Mungkin sekitar 20 RUU. Karena kan belum tentu yang lain juga diterima. Tergantung situasi politik," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Di Pidato Paripurna, Setya Novanto Pamerkan Situs DPR

Di Pidato Paripurna, Setya Novanto Pamerkan Situs DPR

News | Jum'at, 28 Agustus 2015 | 12:02 WIB

HUT DPR ke 70, Ketua DPR Bacakan Laporan Kinerja Satu Tahun

HUT DPR ke 70, Ketua DPR Bacakan Laporan Kinerja Satu Tahun

DPR | Jum'at, 28 Agustus 2015 | 10:36 WIB

Anang Hermansyah: RUU Kebudayaan Bukan untuk Mengatur Ekspresi

Anang Hermansyah: RUU Kebudayaan Bukan untuk Mengatur Ekspresi

News | Jum'at, 28 Agustus 2015 | 06:41 WIB

RUU Kebudayaan Diharap Dapat Berikan Payung Hukum bagi Seniman

RUU Kebudayaan Diharap Dapat Berikan Payung Hukum bagi Seniman

DPR | Kamis, 27 Agustus 2015 | 20:12 WIB

Terkini

KPAI: Anak Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta Berpotensi Alami Trauma Serius!

KPAI: Anak Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta Berpotensi Alami Trauma Serius!

News | Minggu, 26 April 2026 | 15:11 WIB

AS Perketat Aturan Kartu Hijau, Pemohon yang Mendukung Palestina akan Ditolak

AS Perketat Aturan Kartu Hijau, Pemohon yang Mendukung Palestina akan Ditolak

News | Minggu, 26 April 2026 | 14:28 WIB

Rektor Paramadina: Penutupan Prodi Visi Jangka Pendek, Kampus Bukan Sekadar Cetak Pekerja!

Rektor Paramadina: Penutupan Prodi Visi Jangka Pendek, Kampus Bukan Sekadar Cetak Pekerja!

News | Minggu, 26 April 2026 | 14:25 WIB

Polisi Sikat Markas Narkoba Viral di Kebon Melati, 9 Orang Ditangkap dari Pinggir Rel!

Polisi Sikat Markas Narkoba Viral di Kebon Melati, 9 Orang Ditangkap dari Pinggir Rel!

News | Minggu, 26 April 2026 | 13:55 WIB

Menaker Yassierli: Lulusan Perguruan Tinggi harus Miliki Strategi Triple Readiness Hadapi Era AI

Menaker Yassierli: Lulusan Perguruan Tinggi harus Miliki Strategi Triple Readiness Hadapi Era AI

News | Minggu, 26 April 2026 | 13:50 WIB

Penghargaan Pemda Strategi Tingkatkan Kinerja dan Kepercayaan Publik

Penghargaan Pemda Strategi Tingkatkan Kinerja dan Kepercayaan Publik

News | Minggu, 26 April 2026 | 13:45 WIB

Wamensos Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Jalan Emas Putus Rantai Kemiskinan

Wamensos Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Jalan Emas Putus Rantai Kemiskinan

News | Minggu, 26 April 2026 | 13:25 WIB

KPAI Ungkap Dugaan Pelanggaran Berlapis di Kasus Daycare Litte Aresha Yogyakarta!

KPAI Ungkap Dugaan Pelanggaran Berlapis di Kasus Daycare Litte Aresha Yogyakarta!

News | Minggu, 26 April 2026 | 13:07 WIB

Hari Kekayaan Intelektual 2026, Kementerian Hukum Dorong Industri Olahraga dan Inovasi Nasional

Hari Kekayaan Intelektual 2026, Kementerian Hukum Dorong Industri Olahraga dan Inovasi Nasional

News | Minggu, 26 April 2026 | 12:14 WIB

Duel Lawan Begal! Karyawan Sablon di Jakbar Bersimbah Darah Demi Pertahankan Motor dan HP

Duel Lawan Begal! Karyawan Sablon di Jakbar Bersimbah Darah Demi Pertahankan Motor dan HP

News | Minggu, 26 April 2026 | 12:07 WIB