PPP: Jadi Peratap, Parpol Justru Jadi Beban Bangsa

Liberty Jemadu

Minggu, 06 September 2015 | 04:24 WIB
PPP: Jadi Peratap, Parpol Justru Jadi Beban Bangsa
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi Muktamar Surabaya Romahurmuziy (tengah). [Antara/M Risyal Hidayat]

Suara.com - Partai politik di Tanah Air diharapkan tidak ikut meratapi masalah yang sedang dihadapi bangsa Indonesia sebagai bagian dari sistem untuk membantu pemerintah dalam menyelesaikan masalah, demikian dikatakan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (5/9/2015).

"Kalau ikut meratapi, berarti kita menempatkan diri dalam permasalahan," kata lelaki yang akrab disapa Romi itu di sela-sela pelantikan DPW PPP Sumut.

Menurut dia parpol memiliki peranan penting dalam menyelesaikan masalah bangsa, termasuk perlambatan pertumbuhan yang kini terasa. Namun parpol diharapkan menyebarkan informasi sesat yang menyamakan masalah ekonomi yang dihadapi sekarang dengan krisis pada 1998.

Romi mengatakan kesalahan informasi bisa menjadikan parpol penyebar ketakutan dan bukan pemberi solusi bagi masyarakat yang sedang berjuang keluar dari himpitan ekonomi. Harapan serupa juga disampaikan Romi kepada masyarakat yang ikut latah menyebarkan informasi yang sesat melalui media sosial.

"Memang meneruskan, tetapi itu justru menyebarkan ketakutan," katanya.

Ia mengatakan, masalah ekonomi yang terjadi di Indonesia merupakan fenomena global yang juga terjadi di seluruh belahan dunia. Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo sudah menyiapkan berbagai program yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah yang ada.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masalah bangsa, rakyat juga harus berperan seperti berhenti untuk membeli berbagai produk impor dan lebih mengutamakan produk dalam negeri.

"Kalau ada dukuh Palembang, jeruk dari Karo, salak Sidempuan, kenapa harus membeli buah impor?" kata Romahurmuziy.

Karena itu, kata dia, seluruh parpol di Tanah Air, terutama PPP harus dapat memelopori gerakan untuk membeli produk lokal. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jusuf Kalla Siap Mediasi PPP

Jusuf Kalla Siap Mediasi PPP

News | Senin, 13 Juli 2015 | 00:16 WIB

Terkini

Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!

Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:39 WIB

Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap

Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:31 WIB

Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!

Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:14 WIB

KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG

KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG

News | Senin, 22 Juni 2026 | 21:54 WIB

Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!

Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 21:16 WIB

Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir

Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:35 WIB

Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI

Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:24 WIB

Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa

Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:21 WIB

Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik

Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:16 WIB

DPR Bukan Tukang 'Stempel' Pemerintah! Saan Mustopa Kalim Fungsi Kontrol Parlemen Tetap Tajam

DPR Bukan Tukang 'Stempel' Pemerintah! Saan Mustopa Kalim Fungsi Kontrol Parlemen Tetap Tajam

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:07 WIB