Romarhurmuziy: Indonesia Mulai Kehilangan Empat "Aset Sosial"

Arsito Hidayatullah | Suara.com

Minggu, 06 September 2015 | 18:47 WIB
Romarhurmuziy: Indonesia Mulai Kehilangan Empat "Aset Sosial"
Rapimnas PPP Kubu Romahurmuziy

Suara.com - Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy mengatakan, bangsa Indonesia telah kehilangan empat "aset sosial" yang sangat dibutuhkan untuk menjadi negara besar.

"Keempatnya adalah kearifan bangsa, tetapi kini mulai hilang," kata Romahurmuziy di Medan, baru-baru ini, seusai melantik pengurus PPP Sumut.

Dikatakan Romahurmuziy, aset pertama milik bangsa Indonesia yang mulai hilang itu adalah kesetiakawanan dan solidaritas sosial, yang semakin memudar dari kehidupan masyarakat.

Menututnya, tanpa disadari, fenomena yang berkembang kini adalah munculnya masyarakat egois, dan tidak menghiraukan kondisi sekitar selagi tidak mengganggu urusan pribadi.

"Prinsipnya, selagi tidak mengganggu, biarkan saja," katanya.

Selaku parpol Islam, PPP menurutnya menyayangkan kondisi itu, karena dinilai tidak sesuai dengan ajaran dalam Al Quran yang mengajarkan konsep ta'awanu, yakni saling tolong-menolong dalam kebaikan.

Lantas, aset kedua bangsa Indonesia yang hilang, menurut Romahurmuziy lagi, adalah kesabaran. Ini memunculkan fenomena masyarakat yang terlalu mudah menyalahkan orang lain.

Kondisi itu berlanjut dalam kehidupan berpolitik, sehingga situasi yang kurang menguntungkan selalu disikapi dengan tuntutan agar pembuat kebijakan yang sedang berkuasa untuk turun dari jabatan.

"Setiap ada sedikit kegagalan (pemerintah), selalu diselesaikan dengan tuntutan untuk diturunkan," kata Romahurmuziy.

Dia menilai, seluruh elemen bangsa harusnya mampu bersabar menantikan proses dari berbagai program yang sedang dijalankan pemerintah. Dia pun menyebut, kondisi yang sama dialami PPP yang sedang dihadapkan pada masalah hukum yang belum selesai, meski telah berjalan hampir setahun.

"Kita harus bersabar. Barangkali PPP sedang diuji untuk melompat lebih tinggi pada Pemilu 2019," katanya pula.

Aset lain yang hilang dari bangsa Indonesia, sambung Romahurmuziy, adalah kesopanan. Hal ini ditandai dengan banyaknya komentar yang kurang layak terhadap orang lain, termasuk pemerintah.

Salah satu fenomena terhadap hilangnya kesopanan itu menurutnya, dapat dilihat dari perkembangan media sosial (medsos) yang memudahkan seseorang untuk mengomentari orang lain, bahkan dengan cara yang menyakitkan. Tanpa disadari, masyarakat mulai senang untuk menceritakan sesuatu yang buruk tentang orang, meski belum tentu benar.

"Dengan ada sosmed, seolah-olah kita bebas mengomentari orang lain," katanya lagi.

Terakhir menurut Romahurmuziy, aset lain yang juga hilang adalah sikap adil, sehingga memunculkan kemiskinan dan ketimpangan sosial.

"Dalam Islam, sangat dilarang untuk berbuat tidak adil, meski dengan alasan apa pun," ujarnya. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Suryadharma Angkat Topi ke JK, Berharap PPP Juga Didamaikan

Suryadharma Angkat Topi ke JK, Berharap PPP Juga Didamaikan

News | Senin, 08 Juni 2015 | 17:50 WIB

Suryadharma Sebut Romahurmuziy Cuma Pion yang Digerakkan Orang

Suryadharma Sebut Romahurmuziy Cuma Pion yang Digerakkan Orang

News | Senin, 08 Juni 2015 | 16:36 WIB

Musala  Kantor DPP PPP Dirubuhkan, Kubu Romi akan Lapor Polisi

Musala Kantor DPP PPP Dirubuhkan, Kubu Romi akan Lapor Polisi

News | Kamis, 04 Juni 2015 | 12:46 WIB

Terkini

Prabowo 'Pamer' Proyek 100 GW Surya RI di ASEAN, Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Prabowo 'Pamer' Proyek 100 GW Surya RI di ASEAN, Ingatkan Ancaman Krisis Energi

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:49 WIB

Cegah Kelelahan dan Dominasi Elit, Titi Anggraini Desak Pemisahan Pemilu Nasional-Daerah

Cegah Kelelahan dan Dominasi Elit, Titi Anggraini Desak Pemisahan Pemilu Nasional-Daerah

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:22 WIB

Kepala Daerah dan PPPK Tak Perlu Khawatir, Pelaksanaan Pasal 146 UU HKPD Akan Diatur Melalui UU APBN

Kepala Daerah dan PPPK Tak Perlu Khawatir, Pelaksanaan Pasal 146 UU HKPD Akan Diatur Melalui UU APBN

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:00 WIB

Prabowo di KTT ASEAN: Dunia Sedang Genting, BIMP-EAGA Harus Lebih Adaptif dan Berdampak

Prabowo di KTT ASEAN: Dunia Sedang Genting, BIMP-EAGA Harus Lebih Adaptif dan Berdampak

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:53 WIB

Dari Jombang hingga Pati: Mengapa Ponpes Terus Menjadi Titik Merah Predator Seks?

Dari Jombang hingga Pati: Mengapa Ponpes Terus Menjadi Titik Merah Predator Seks?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:35 WIB

Sesumbar Donald Trump Usai 3 Kapal Perang AS Dibombardir Iran di Selat Hormuz

Sesumbar Donald Trump Usai 3 Kapal Perang AS Dibombardir Iran di Selat Hormuz

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:34 WIB

Skenario Jahat Zionis Israel Terkuak! Ciptakan Krisis Malnutrisi di Gaza

Skenario Jahat Zionis Israel Terkuak! Ciptakan Krisis Malnutrisi di Gaza

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:26 WIB

Viral Tampilan Sederhana Sultan Brunei Saat Wisuda Anak, Netizen: Tapi Jamnya Rp2,3 Miliar

Viral Tampilan Sederhana Sultan Brunei Saat Wisuda Anak, Netizen: Tapi Jamnya Rp2,3 Miliar

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:21 WIB

Era Baru Dimulai, Robot Rp234 Juta Disumpah Jadi Biksu Buddha

Era Baru Dimulai, Robot Rp234 Juta Disumpah Jadi Biksu Buddha

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:19 WIB

Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Bakal Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Resmi WHO

Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Bakal Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Resmi WHO

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:07 WIB