Petugas Kesehatan Diminta Lebih Proaktif Pantau Jamaah Haji

Arsito Hidayatullah

Senin, 14 September 2015 | 05:59 WIB
Petugas Kesehatan Diminta Lebih Proaktif Pantau Jamaah Haji
Kloter Pertama Calon Haji

Suara.com - Jamaah calon haji Indonesia meminta agar para petugas kesehatan lebih proaktif memantau kondisi jamaah terutama yang berisiko tinggi dan memberikan pelayanan lebih baik sehingga bisa menekan angka jamaah sakit atau meninggal di luar sarana kesehatan.

Hal itu disampaikan jamaah yang menginap di pemondokan nomor 801, Hotel Al Jawhara, di wilayah Jarwal, Mekkah, Minggu, ketika 12 Amirul Hajj mengunjungi penginapan terbesar itu.

"Masukan (jamaah) itu konstruktif dan bagus, bagaimana tim kesehatan bisa lebih proaktif memantau kondisi jamaahnya," ujar Ketua Amirul Hajj Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin usai meninjau pemondokan dengan kapasitas 21.600 orang itu.

Apalagi, lanjut dia, pemondokan yang besar tentu membutuhkan layanan kesehatan yang bisa menjangkau lebih banyak jamaah.

Tim kesehatan pada PPIH tahun ini, diakuinya telah membuat klinik satelit kloter (kelompok terbang) sebagai perantara bagi jamaah yang sakit sebelum dirujuk Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) yang ada di Mekkah.

Dengan adanya klinik kloter dan sektor diharapkan jamaah yang sakit bisa ditangani lebih awal. Namun layanan kesehatan memang harus diperluas mengingat tahun ini banyak sekali jamaah masuk kategori berisiko tinggi (Risti).

Sebelumnya Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Mekkah PPIH 1436H/2015 dr Thafsin Alfarizi mengakui tahun ini jamaah Risti lebih banyak dari perkiraannya, yaitu dari sekitar 88.000 orang menjadi di atas 100 ribu orang.

Puas Lebih jauh Lukman Hakim Saifuddin sebagai Ketua Amirul Hajj, mengatakan sebagian besar jamaah di pemondokan yang terdiri dari lima menara itu merasa puas dengan kondisi kamar hotel dan kualitas katering.

"Mereka merasa nyaman, apalagi jarak dari sini ke Masjidil Haram bisa berjalan kaki," katanya.

Oleh karena itu, ia mengatakan akan menyewa kembali penginapan tersebut. "Mudah-mudahan kita bisa mempertahankan (sewa) tempat ini tahun depan," ujarnya.

Bangunan yang luas dengan daya tampung jamaah yang besar, kata dia, juga akan dijadikan model untuk pemondokan haji di Mekkah pada tahun depan guna menjaga kualitas layanan.

Pada kesempatan itu, juga diakuinya, jamaah meminta agar layanan katering di Mekkah ditambah seperti di Madinah, yaitu dua kali makan dan satu kali makanan ringan.

"Hampir sebagian besar jamaah minta katering di tambah tidak hanya sehari," kata Lukman Hakim Saifuddin.

Tahun ini untuk pertama kalinya pemerintah cq Kemenag (PPIH) memberikan layanan katering makan siang kepada jamaah di Mekkah selama 15 kali, dengan menu nasi dan dua lauk pauk, serta sayuran, buah-buahan, serta dua botol air minum. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menteri Agama Sudah Kunjungi Korban Crane di Masjidil Haram

Menteri Agama Sudah Kunjungi Korban Crane di Masjidil Haram

News | Sabtu, 12 September 2015 | 08:02 WIB

Terkini

Meutya Hafid Gandeng Polri Perangi Judi Online hingga Penipuan Digital

Meutya Hafid Gandeng Polri Perangi Judi Online hingga Penipuan Digital

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:09 WIB

Dari Cegil hingga Rizz: Fenomena Algoritma Medsos Mengubah Gaya Bahasa Gen Z

Dari Cegil hingga Rizz: Fenomena Algoritma Medsos Mengubah Gaya Bahasa Gen Z

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:07 WIB

Pilar Penting Bangsa, Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Pemerintah Perkuat Kelembagaan Pesantren

Pilar Penting Bangsa, Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Pemerintah Perkuat Kelembagaan Pesantren

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:04 WIB

Mugiyanto Ungkap Data HAM yang Bakal Dibuka ke Publik, dari Desa Sadar HAM hingga Pengaduan Warga

Mugiyanto Ungkap Data HAM yang Bakal Dibuka ke Publik, dari Desa Sadar HAM hingga Pengaduan Warga

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:01 WIB

Review Film Wonderland: Dunia Kecil untuk Mereka yang Belum Rela Kehilangan

Review Film Wonderland: Dunia Kecil untuk Mereka yang Belum Rela Kehilangan

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Gaya Dosen Gen Z di Medan Saat Mengajar Jadi Sorotan, Warganet Ikut Terpukau

Gaya Dosen Gen Z di Medan Saat Mengajar Jadi Sorotan, Warganet Ikut Terpukau

Sumut | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:58 WIB

Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng

Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng

Kaltim | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:56 WIB

Bros Mencolok Lamine Yamal di Gala Ballon d'Or 2026 Curi Perhatian: Pernah Dipakai Bintang Hollywood

Bros Mencolok Lamine Yamal di Gala Ballon d'Or 2026 Curi Perhatian: Pernah Dipakai Bintang Hollywood

Bola | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:55 WIB

Viral Dituding Bangun Kopdes di Tengah Hutan Jalur Trabas, Peratin di Lambar Buka Suara

Viral Dituding Bangun Kopdes di Tengah Hutan Jalur Trabas, Peratin di Lambar Buka Suara

Lampung | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:54 WIB

Karhutla Berulang, Tata Air Gambut Jadi Kunci Lindungi Habitat Satwa

Karhutla Berulang, Tata Air Gambut Jadi Kunci Lindungi Habitat Satwa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:54 WIB

×