Anggota DPR Desak Polisi Ungkap Pembunuhan Aktivis di Lumajang

Laban Laisila, Bagus Santosa

Selasa, 29 September 2015 | 13:08 WIB
Anggota DPR Desak Polisi Ungkap Pembunuhan Aktivis di Lumajang
Ilustrasi pembunuhan. (Freedigitalphotos/Toa55)

Suara.com - Wakil Ketua Komisi III DPR Mulfachri Harahap mengatakan, ada yang tidak nyaman dengan Salim Kancil, aktivis dan juga petani, asal Lumajang. Akibatnya, Salim tewas di duga dibunuh oleh orang tidak dikenal di Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasuruan, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

"Saya kira polisi wajib secepatnya mencari siapa aktor intelektual, ini karena eksekutor bukan aktornya utamanya. Karena ada di belakang yang tidak dengan nyamannya Kancil itu," ujar Mulfachri di DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (29/9/2015).

Menurutnya, masalah ini berawal dari perizinan lahan. Politisi PAN ini mengatakan, meminta aparat setempat harus menyelidiki proses perizinan itu.

"Kalau kita berhadapan dengan investor, biasanya penguasa berpihak kepada investor," ujar dia.

Dia menambahkan, ini menjadi bukti karena kebebasan dan hak menyatakan pendapat bisa dikebiri oleh kepentingan tertentu.

"Ada kekuatan besar sesungguhnya ini, dan ini  harus diungkap, ini salah satu kejadian kayak gini kalau tidak cepat akan membuat kretifitas, dan perbedaan, di masyarakat ada akan mati secara perlahan-lahan," katanya.

Peristiwa penganiayaan dan pembunuhan tersebut terjadi pada, Sabtu pagi 26 September 2015. Petani yang tewas terbunuh yakni Salim Kancil.

Di mana menurut laporan, Salim dijemput oleh sejumlah preman yang disinyalir suruhan kepala desa dari rumahnya dan dibawa ke Kantor Desa Selok Awar-Awar.

‎Salim dianiaya secara beramai-ramai dengan kedua tangan terikat. Setelah meninggal, mayatnya dibuang di tepi jalan dekat areal perkebunan warga.

‎Sementara korban penganiayaan lainnya, Tosan, saat ini mengalami luka parah dan dalam kondisi kritis di rumah sakit di Malang. Dia juga dijemput paksa di rumahnya. Tosan dihajar beramai-ramai di dekat rumahnya sebelum diselamatkan warga dan dilarikan ke rumah sakit.

S‎alim Kancil dan Tosan, termasuk petani dari sekian banyak petani lainnya yang kukuh bertahan melakukan penolakan secara terbuka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Komnas PA: Pembunuhan Balita di Papua Lebih Sadis dari Angeline

Komnas PA: Pembunuhan Balita di Papua Lebih Sadis dari Angeline

News | Selasa, 29 September 2015 | 07:20 WIB

Korban Pembunuhan Hidup Lagi Setelah 31 Tahun

Korban Pembunuhan Hidup Lagi Setelah 31 Tahun

News | Selasa, 29 September 2015 | 07:45 WIB

Ini Alibi Ali Tomcat, Tersangka Pembunuhan Petugas Parkir Senayan

Ini Alibi Ali Tomcat, Tersangka Pembunuhan Petugas Parkir Senayan

News | Senin, 28 September 2015 | 20:22 WIB

Polisi Kesulitan Cari Pisau yang Dipakai Ali Tomcat buat Membunuh

Polisi Kesulitan Cari Pisau yang Dipakai Ali Tomcat buat Membunuh

News | Senin, 28 September 2015 | 16:34 WIB

Selama Jadi Tukang Parkir, Ali Tomcat Maling Duit Setiap Hari

Selama Jadi Tukang Parkir, Ali Tomcat Maling Duit Setiap Hari

News | Senin, 28 September 2015 | 14:30 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×