Titik Panas di Sumsel Masih Tinggi

Ardi Mandiri

Sabtu, 17 Oktober 2015 | 03:12 WIB
Titik Panas di Sumsel Masih Tinggi
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar menyampaikan informasi terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Jumlah titik panas atau "hotspot" di Sumatera Selatan masih tinggi dan terdeteksi paling banyak dibandingkan dengan beberapa provinsi terdekat di wilayah Sumatera Bagian Selatan.

"Berdasarkan pemantauan melalui satelit satelit Terra-Aqua, di wilayah Sumatera Selatan terdeteksi 537 titik panas, sedangkan di Jambi 97 titik panas, Bangka Belitung 64 titik panas, Lampung 38 titik panas, dan Bengkulu tujuh titik panas," kata Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten BMKG Sumatera Selatan Indra Purnama, di Palembang, Jumat.

Dia menjelaskan, jumlah titik panas yang terdeteksi di lima wilayah Provinsi Sumbagsel itu pada musim pancaroba atau peralihan dari kemarau ke musim hujan Oktober 2015 ini berfluktuasi, namun cenderung mengalami peningkatan.

"Titik panas di Sumsel dan beberapa provinsi tetangga lainnya itu akhir-akhir ini memicu terjadi kebakaran hutan dan lahan sehingga bencana kabut asap yang sedang ditanggulangi oleh tim gabungan belum bisa diatasi dengan baik," ujarnya.

Melihat jumlah titik panas terdeteksi cukup banyak di wilayah Sumbagsel, masyarakat yang berada di daerah tersebut diimbau meningkatkan kewaspadaan serta pengawasan terhadap lahan pertanian, perkebunan, dan kawasan hutan di sekitar lingkungan tempat tinggal dan aktivitas lainnya.

Dengan kewaspadaan yang tinggi dan pengawasan lingkungan secara maksimal, diharapkan jika terjadi kebakaran hutan dan lahan dapat diatasi dengan cepat secara bersama-sama sehingga tidak memperparah kabut asap yang telah mengganggu berbagai aktivitas dan kesehatan masyarakat dalam dua bulan terakhir, kata Indra.

Sebelumnya, Wakil Komandan Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Sumatera Selatan Yulizar Dinoto mengatakan bahwa pihaknya saat ini berupaya meningkatkan kegiatan operasi darat dan udara untuk melakukan pemadaman terutama pada lahan gambut di kawasan Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Akhir-akhir ini jumlah titik panas masih cukup banyak sehingga perlu dilakukan upaya meminimalkan dan menghilangkan "hotspot" itu serta memadamkan kebakaran hutan/lahan yang kini asapnya masih mengganggu berbagai aktivitas seperti penerbangan serta banyak masyarakat yang terserang penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).

Tim Indonesia bersama beberapa negara yang tergabung dalam satgas penanggulangan bencana kabut asap Sumatera Selatan saat ini fokus memadamkan kebakaran lahan gambut di Kabupaten Ogan Komering Ilir.

"Tim satgas gabungan saat ini fokus melakukan operasi pemadaman terutama melalui udara menggunakan helikopter dan pesawat milik BNPB dan beberapa negara sahabat seperti Singapura, Malaysia, dan Australia yang memiliki kemampuan melakukan pengeboman air "water bombing" dengan kapasitas 6.000-15.000 liter air pada lahan gambut di Kabupaten Ogan Komering Ilir yang paling banyak terdapat titik panas," ujarnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kabut Asap, Menkes: Kalau Tak Ada Masker, Bisa Pakai Sapu Tangan

Kabut Asap, Menkes: Kalau Tak Ada Masker, Bisa Pakai Sapu Tangan

News | Jum'at, 16 Oktober 2015 | 16:52 WIB

Terkini

Belanja Fashion Bisa Dapat Hadiah dan Ketemu Amel Carla, Ada Promo hingga 70% di 9to9

Belanja Fashion Bisa Dapat Hadiah dan Ketemu Amel Carla, Ada Promo hingga 70% di 9to9

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 21:57 WIB

Manchester City Dinyatakan Bersalah atas 114 dari 115 Dakwaan Pelanggaran Finansial, Apa Hukumannya?

Manchester City Dinyatakan Bersalah atas 114 dari 115 Dakwaan Pelanggaran Finansial, Apa Hukumannya?

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 21:51 WIB

Analis Sebut Pendekatan Terukur Dasco Lindungi Stabilitas Sistem Presidensial

Analis Sebut Pendekatan Terukur Dasco Lindungi Stabilitas Sistem Presidensial

News | Jum'at, 25 September 2026 | 21:19 WIB

Drama Rubber Set di GOR Bandung! Mental Juara Bawa UNS Rajai Campus League Badminton 2026

Drama Rubber Set di GOR Bandung! Mental Juara Bawa UNS Rajai Campus League Badminton 2026

Sport | Jum'at, 25 September 2026 | 21:17 WIB

Ekonomi Gelap Menggurita di Indonesia, Sektor Legal dan Pajak Terancam Makin Tertekan

Ekonomi Gelap Menggurita di Indonesia, Sektor Legal dan Pajak Terancam Makin Tertekan

News | Jum'at, 25 September 2026 | 21:16 WIB

Terancam Sanksi Disiplin Berat, Oknum Pejabat Satpol PP Kabupaten Tangerang Dilaporkan ke Polisi

Terancam Sanksi Disiplin Berat, Oknum Pejabat Satpol PP Kabupaten Tangerang Dilaporkan ke Polisi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 21:13 WIB

PM Israel Netanyahu Sebut Delegasi yang Walk Out sebagai 'Moral Cowards'

PM Israel Netanyahu Sebut Delegasi yang Walk Out sebagai 'Moral Cowards'

Video | Jum'at, 25 September 2026 | 21:05 WIB

Dari BRGM ke BPGMN, Bisakah Badan Baru Prabowo Cegah Karhutla Berulang?

Dari BRGM ke BPGMN, Bisakah Badan Baru Prabowo Cegah Karhutla Berulang?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 21:02 WIB

Bappisus dan Menimipas Usut Dugaan 'Kamar Khusus' Berbayar bagi Napi di Lapas Cibinong

Bappisus dan Menimipas Usut Dugaan 'Kamar Khusus' Berbayar bagi Napi di Lapas Cibinong

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 20:58 WIB

Transaksi Haji Isam dan BYAN Masih Gelap, BEI Akan Obok-obok Pasar Negosiasi

Transaksi Haji Isam dan BYAN Masih Gelap, BEI Akan Obok-obok Pasar Negosiasi

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 20:56 WIB

×