RI Tolak Ajakan Cina Latihan Militer Bersama di Laut Cina Selatan

Senin, 19 Oktober 2015 | 12:27 WIB
RI Tolak Ajakan Cina Latihan Militer Bersama di Laut Cina Selatan
Pasukan gabungan TNI di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Kamis (10/9). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyatakan pemerintah Indonesia menolak tegas ajakan Cina untuk menggalang negara-negara Asean untuk melakukan latihan perang bersama di laut Cina Selatan. Sebab, latihan tempur di laut tersebut dapat memicu konflik antar negara.

"TNI harus segaris dan mematuhi apa yang menjadi kebijakan pemerintah.‎ Pemerintah Indonesia bertekad mewujudkan peace and stability di laut Cina Selatan," kata Gatot jelang rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR di gedung Parlemen, Senayan, Senin (19/10/2015).

Dia menegaskan pemerintah Indonesia telah mengimbau semua negara-negara Asean agar jangan melakukan kegiatan militer di laut Cina Selatan, mengingat resikonya bisa meningkatkan tensi ketegangan antar bangsa.

"Artinya, TNI diajak negara manapun untuk latihan bersama yang meningkat tensi di laut Cina Selatan sebaiknya tidak dilakukan, tanpa terkecuali," kata dia.

Ia menegaskan meski banyak pengamat yang berpendapat latihan militer bersama semacam itu bisa meredakan ketegangan antara Cina, Vietnam, dan beberapa negara lain, namun TNI harus tetap patuh pada kebijakan negara.

"Sekarang apapun alasan media, saya patuh terhadap Pemerintah Indonesia," kata dia.

Namun, ketika ditanya mengenai apakah rapat dengan Komisi I siang ini juga akan membahas ajakan Cina tersebut, ia enggan menjawab.

"Tanyakan ke DPR," ujarnya.

‎Ajakn latihan militer bersama Cina pada tahun 2016 disampaikan oleh Menteri Pertahanan Cina, Chang Wanquan, dalam pertemuan informal menteri pertahanan negara-negara Asean.

Wanquan mengatakan latihan bersama akan dipusatkan pada penyelamatan di laut dan bantuan bencana.

"Latihan akan menjadi salah satu cara untuk mencapai tujuan bersama memecahkan perselisihan dan mengendalikan risiko," demikian pernyataan Wanquan, Jumat (16/10/2015).

Usulan tersebut muncul sepekan setelah Amerika Serikat mengumumkan untuk mempertimbangkan pengiriman kapal laut ke wilayah Laut China Selatan yang selama ini diklaim oleh Cina. Langkah AS dinilai untuk menegur Cina atas klaim wilayah perairan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI