Pembentukan Kader Bela Negara Dimulai 22 Oktober

Pebriansyah Ariefana, Erick Tanjung

Senin, 19 Oktober 2015 | 14:14 WIB
Pembentukan Kader Bela Negara Dimulai 22 Oktober
Jendral TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu mengatakan, program pembentukan kader bela negara akan diresmikan pada Rabu (22/10/2015) nanti. Ditargetkan, Pemerintah akan menciptakan sebanyak 100 juta kader bela negara selama 10 tahun ke depan.

‎"Bela negara akan tanggal 22 Oktober diresmikan," kata Ryamizard di DPR RI, Jakarta, Senin (19/10).

Dia menuturkan, anggaran untuk pelatihan kader ‎dari APBN. Namun ia tak menyebutkan berapa anggaran untuk program pembentukan kader bela negara tersebut.

"Anggaran itu banyak, mau anggarkan sendiri dari APBN ada," ujarnya.

Menurutnya, program bela negara itu salah satu bentuk untuk menanamkan nasionalisme bagi warga negara agar mencintai bangsa dan republik ini.

"Sekarang saya tanya, kamu (wartawan) cinta nggak sama negara ini. Kalau cinta, itu kamu sudah bela negara," ujarnya.

Dia membandingkan Warga Amerika Serikat yang ikut bela negara, dengan warga Indonesia yang masih sangat sedikit. Dia mengklaim, saat ini sudah banyak masyarakat yang ingin mendaftar ke Kementerian Pertahanan RI untuk menjadi kader dan mengikuti pelatihan bela negara.

"Sekarang banyak yang sudah mau daftar ke Kemhan minta dilatih (bela negara," tuturnya.

Dia menambahkan, program bela negara ini adalah amanat konstitusi, UUD 1945.

"Undang-undangnya ada dalam UUD 45', hak dan kewajiban setiap warga negara. Kalau mau dibuat khusus (UU-nya) silahkan, tapi ini sudah ada UU-nya," pungkasnya.

Sebelumnya, Ryamizard mengatakan program pembentukan kader bela negara merupakan gagasan pemerintah untuk mempersiapkan warga negara dalam menghadapi dua ancaman, baik militer maupun non militer. Dia menekankan kalau program ini bukan wajib militer dan tidak selalu berkonotasi mengangkat senjata.

Kementerian Pertahanan akan menyelenggarakan pembentukan kader pembina bela negara mulai 19 Oktober 2015 di 45 kabupaten dan kota secara serentak.

Melalui pelatihan tersebut, kementerian mencanangkan tahun ini berhasil menyiapkan 4.500 warga sipil pembina kader bela negara. Di tahun-tahun berikutnya, para pembina tersebut yang akan melatih warga sipil lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Wujudkan Program Bela Negara, Ical: Indonesia Tak Kekurangan Duit

Wujudkan Program Bela Negara, Ical: Indonesia Tak Kekurangan Duit

News | Jum'at, 16 Oktober 2015 | 20:03 WIB

Ahok Dukung Program Bela Negara

Ahok Dukung Program Bela Negara

News | Kamis, 15 Oktober 2015 | 15:48 WIB

Luhut: Program Bela Negara Tak Bebani Keuangan Negara

Luhut: Program Bela Negara Tak Bebani Keuangan Negara

News | Kamis, 15 Oktober 2015 | 14:00 WIB

Ini yang Paling Ditakutkan Bila Ada Program Bela Negara

Ini yang Paling Ditakutkan Bila Ada Program Bela Negara

News | Rabu, 14 Oktober 2015 | 15:47 WIB

Program Bela Negara Bisa Jadi Beban Buat APBN

Program Bela Negara Bisa Jadi Beban Buat APBN

News | Rabu, 14 Oktober 2015 | 15:10 WIB

Menkopolhukam: Program Bela Negara Bukan Wajib Militer

Menkopolhukam: Program Bela Negara Bukan Wajib Militer

News | Selasa, 13 Oktober 2015 | 16:14 WIB

Komisi I DPR: Program Bela Negara Perlu UU

Komisi I DPR: Program Bela Negara Perlu UU

DPR | Selasa, 13 Oktober 2015 | 14:27 WIB

Bedanya Bela Negara Zaman Dulu dan Sekarang

Bedanya Bela Negara Zaman Dulu dan Sekarang

News | Selasa, 13 Oktober 2015 | 14:14 WIB

Politisi PDI Perjuangan Serukan Payung Hukum Program Bela Negara

Politisi PDI Perjuangan Serukan Payung Hukum Program Bela Negara

News | Selasa, 13 Oktober 2015 | 14:10 WIB

Soal Program Bela Negara, Fadli Zon: Fokus Saja ke Ekonomi!

Soal Program Bela Negara, Fadli Zon: Fokus Saja ke Ekonomi!

News | Selasa, 13 Oktober 2015 | 12:32 WIB

Terkini

KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA

KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:44 WIB

GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya

GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:22 WIB

GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri

GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:41 WIB

Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA

Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:28 WIB

Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri

Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:24 WIB

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:55 WIB

Anak 5 Tahun Bongkar Dugaan Pembunuhan Ibunya di Tambora

Anak 5 Tahun Bongkar Dugaan Pembunuhan Ibunya di Tambora

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:36 WIB

KPK Cecar Yaqut soal Barang Bukti Kasus Korupsi Haji yang Telah Dikumpulkan Penyidik

KPK Cecar Yaqut soal Barang Bukti Kasus Korupsi Haji yang Telah Dikumpulkan Penyidik

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 10:50 WIB

Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi

Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:18 WIB

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:55 WIB