Pemerintah Terus Intensifkan Pemadaman Titik Api

Ardi Mandiri

Rabu, 21 Oktober 2015 | 02:11 WIB
Pemerintah Terus Intensifkan Pemadaman Titik Api
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Panjaitan [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Pemerintah terus mengintensifkan pemadaman titik api yang berada di sejumlah wilayah, baik dengan personil militer dan kepolisian serta komponen lainnya dengan menggunakan berbagai peralatan.

Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangan pers usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden Jakarta, Selasa malam, mengatakan kondisi di lapangan berdasarkan pemantauan memang masih memerlukan penanganan serius.

"Saya bersama, Pak Willem tadi kami melihat ke Ogan Kemiring Ilir ke Sumatera Selatan bersama Kapolri, Panglima TNI dan Ibu Siti, kita lihat mengenai perkembangan di daerah," kata Luhut.

Menko Polhukam menambahkan, "kekeringan masih cukup parah dan kita naik helikopter dan melihat tingkat kebakaran masih cukup parah di beberapa titik kami melihat langkah langkah yang dilakukan harus lebih masif." Dipaparkannya, saat ini diperlukan tambahan 15 pesawat dan juga dari pengalaman BNPB dalam menangani kebakaran hutan dan asap yang pernah terjadi sebelumnya, bagaimana upaya yang tepat dan maksimal untuk memadamkan kebakaran.

Sementara itu Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya mengatakan titik api masih cukup banyak dan upaya pemadaman akan terus dilakukan berkoordinasi dengan berbagai pihak dan juga pemangku kepentingan.

Sebelumnya, Pemerintah akan membagi tanggung jawab mencegah dan mengatasi kebakaran hutan dengan pemerintah daerah dan perusahaan yang memiliki hak pengusahaan hutan (HPH).

"Memang nantinya tidak dikerjakan oleh pemerintah pusat sendiri. Tapi pemerintah provinsi, kabupaten juga akan kita berikan beban yang sama dan kemudian juga perusahaan," kata Presiden Joko Widodo dalam wawancara khusus dengan Antara bersama-sama dengan RRI dan TVRI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10).

Kepala Negara mengatakan permasalahan kebakaran hutan dan juga asap sudah berlangsung selama 18 tahun terakhir sehingga harus segera diatasi sekaligus disiapkan pencegahannya agar tidak terus-menerus terjadi di masa mendatang.

"Korporasi juga harus bertanggung jawab dan mereka juga harus memiliki sarana dan prasarana untuk menghadapi kebakaran hutan, tidak bisa 18 tahun kita terbakar dan memiliki masalah yang sama," kata Presiden.

Penanganan asap dan kebakaran hutan yang terjadi tahun ini, Presiden mengatakan selain pemadaman api dengan mengerahkan 19.000 personil TNI dan Polri serta komponen lainnya, juga dilakukan pembangunan kanal-kanal pengendali kebakaran khususnya untuk lahan gambut.

"Solusi yang dikerjakan adalah membangun kanal bersekat, Blocking kanal, tapi ini kan perlu waktu, sekali lagi ini bukan hanya 100 hektare, 1.000 hektare atau 10.000 hektare, ini menyangkut 1,7 juta hektare yang ada, ini bukan sesuatu yang mudah, kita sudah kerahkan TNI Polri, sekarang ini sudah 11.000 ditambah 8.000, ada 19.000 tapi sekali lagi ini butuh waktu karena membuat kanal bersekat itu memerlukan waktu dan tenaga," paparnya.

Meski demikian, Presiden menggarisbawahi kembali peran pemerintah daerah dan juga masyarakat sekitar wilayah yang terbakar, agar bersama-sama pemerintah pusat melakukan langkah pencegahan agar tahun depan hal tersebut tidak terulang.

"Sehari-hari yang mengerti sekitar pemerintahan daerah, sebetulnya kalau dari awal ditangani akan berbeda, juga masyarakat saya kira punya peran yang besar. Juga pemerintah kabupaten, provinsi, masyarakat di sekitar itu. Karena saat awal-awal api itu muncul sebenarnya mereka yang lebih tahu. Tapi kalau sudah membesar seperti ini yang butuh kerja sama," kata Presiden.

Namun demikian, Kepala Negara berkeyakinan semua langkah yang dilakukan untuk memadamkan api dan menghilangkan asap akibat kebakaran hutan dapat berhasil, sepanjang semua pihak bekerja bersama-sama. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Satu Pendaki Tewas di Gunung Lawu Sulit Diidentifikasi

Satu Pendaki Tewas di Gunung Lawu Sulit Diidentifikasi

News | Selasa, 20 Oktober 2015 | 07:47 WIB

Penderita ISPA di Kaltim Capai 39.804 Orang

Penderita ISPA di Kaltim Capai 39.804 Orang

Health | Selasa, 20 Oktober 2015 | 06:42 WIB

Pemerintah Klaim Sudah Guyur Hutan dengan 96 Juta Liter Air

Pemerintah Klaim Sudah Guyur Hutan dengan 96 Juta Liter Air

News | Selasa, 20 Oktober 2015 | 06:01 WIB

Terkini

Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina

Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina

News | Senin, 01 Juni 2026 | 23:46 WIB

Teddy ke Dino Patti Djalal: Jangan Kaburkan Fakta Hasil Lawatan Prabowo

Teddy ke Dino Patti Djalal: Jangan Kaburkan Fakta Hasil Lawatan Prabowo

News | Senin, 01 Juni 2026 | 22:56 WIB

Teddy: Lawatan Luar Negeri Prabowo untuk Bangun Kedekatan dengan Pemimpin Dunia

Teddy: Lawatan Luar Negeri Prabowo untuk Bangun Kedekatan dengan Pemimpin Dunia

News | Senin, 01 Juni 2026 | 22:48 WIB

Kebakaran Melanda Permukiman Padat di Kemayoran, 33 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran Melanda Permukiman Padat di Kemayoran, 33 Mobil Damkar Dikerahkan

News | Senin, 01 Juni 2026 | 22:41 WIB

Dihadiri Wamen Ekraf, Borobudur Peace & Prosperity Festival Gaungkan Persatuan Lintas Budaya

Dihadiri Wamen Ekraf, Borobudur Peace & Prosperity Festival Gaungkan Persatuan Lintas Budaya

News | Senin, 01 Juni 2026 | 22:39 WIB

DPRD DKI Minta Ragunan Evaluasi Total Sistem Keamanan Usai Anak Jatuh ke Kandang Gajah

DPRD DKI Minta Ragunan Evaluasi Total Sistem Keamanan Usai Anak Jatuh ke Kandang Gajah

News | Senin, 01 Juni 2026 | 22:00 WIB

Bukan Sekadar Seremonial, Seskab Teddy Beberkan 7 Prestasi Diplomasi Prabowo: Investasi Rp 2.430 T

Bukan Sekadar Seremonial, Seskab Teddy Beberkan 7 Prestasi Diplomasi Prabowo: Investasi Rp 2.430 T

News | Senin, 01 Juni 2026 | 21:27 WIB

Tim Jibom Temukan 'Granat Maut' di Lokasi Ledakan Biak, Olah TKP Terpaksa Ditunda

Tim Jibom Temukan 'Granat Maut' di Lokasi Ledakan Biak, Olah TKP Terpaksa Ditunda

News | Senin, 01 Juni 2026 | 21:18 WIB

Seskab Teddy: Lawatan Luar Negeri Bukan Gagah-gagahan, Prabowo Tanggung Kelebihan Biaya

Seskab Teddy: Lawatan Luar Negeri Bukan Gagah-gagahan, Prabowo Tanggung Kelebihan Biaya

News | Senin, 01 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jalan Lenteng Agung Ditutup hingga Selasa Pagi

Jalan Lenteng Agung Ditutup hingga Selasa Pagi

News | Senin, 01 Juni 2026 | 21:03 WIB