Jokowi Hadiri KTT G-20, Seperti Ini Ketatnya Pengamanan Antiteror

Siswanto

Minggu, 15 November 2015 | 20:50 WIB
Jokowi Hadiri KTT G-20, Seperti Ini Ketatnya Pengamanan Antiteror
Ilustrasi helikopter. (Shutterstock)

Suara.com - Pascateror bom di Paris, Prancis, Jumat (13/11/2015) malam waktu setempat, Pemerintah Turki melakukan langkah-langkah keamanan di tempat pertemuan para Kepala Negara Group 20 (G-20) di dekat kota pesisir Antalya mulai hari Minggu (15/11/2015). Langkah yang dilakukan juga untuk mengantisipasi ancaman yang dilakukan oleh kelompok radikal ISIS.

Turki menurunkan 12 ribu tentara dan polisi. Selain itu, militer Turki mengatakan udara sistem pertahanan di sekitar area pertemuan akan dikunci untuk mencegah kemungkinan rudal pesawat tak berawak atau serangan lain yang dianggap memungkinkan. Helikopter untuk keamanan pun disiagakan yang berkeliling area pertemuan dan titik strategis lain, dikutip dari situs resmi Sekretariat Kabinet RI.

Keamanan yang dilakukan secara ketat juga di antaranya adalah menggunakan sistem pengenalan wajah dipasang di jalan raya, dari bandara Antalya ke kantong pantai dari kota Belek dan sekitar hotel di mana para pemimpin dunia akan tinggal.

Kedua, wilayah udara dan pantai laut di wilayah Antalya akan ditutup untuk lalu lintas normal. Selama pertemuan, tidak ada wisatawan diizinkan untuk tinggal di hotel di Belek. Seseorang yang tidak memiliki tanda pengenal juga dilarang untuk memasuki area G-20.

Apabila ada kesalahan untuk masuk area meski menggunakan tanda pengenal, peserta akan diminta untuk berbalik arah dan masuk dengan melalui pintu masuk yang seharusnya digunakan. Selain itu juga hotel yang telah ditunjuk dalam zona KTT telah dilengkapi dengan kaca antipeluru.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memimpin langsung inspeksi di Antalya dan memberikan penjelasan tentang langkah-langkah keamanan yang dilakukan oleh pemerintah Turki. Peningkatan keamanan ini bukan tanpa alasan karena pada bulan Oktober lalu, ibu kota Ankara telah dibom dan ISIS dianggap bertanggung jawab dengan tewasnya 102 orang atas pemboman tersebut.

Untuk itulah terkait masalah keamanan, hingga kesempatan terakhir, Gedung Putih belum mengumumkan di mana Presiden Obama akan tinggal. Sebagai informasi, anggota G-20 terdiri dari 19 negara dan Uni Eropa. Anggota G-20 mewakili 85 persen dari output ekonomi dunia. Untuk itulah, keamanan menjadi salah satu prasyarat penyelenggaraan pertemuan tingkat tinggi pada 15-16 November 2015 kali ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Senjata Kalashnikov untuk Menyerang Paris Ditemukan di Mobil

Senjata Kalashnikov untuk Menyerang Paris Ditemukan di Mobil

News | Minggu, 15 November 2015 | 20:43 WIB

Menlu Retno: Penanganan WNI di Prancis Ada Lima Hotline

Menlu Retno: Penanganan WNI di Prancis Ada Lima Hotline

News | Minggu, 15 November 2015 | 20:29 WIB

Di KTT G-20 Turki, Jokowi akan Bicara Counter Terorisme

Di KTT G-20 Turki, Jokowi akan Bicara Counter Terorisme

News | Minggu, 15 November 2015 | 20:24 WIB

Obama Sebut Teror di Paris Sudah Kelewatan

Obama Sebut Teror di Paris Sudah Kelewatan

News | Minggu, 15 November 2015 | 20:16 WIB

Terkini

Tandatangani SKB dengan Menteri PKP, Mendagri Dukung Percepatan Pembangunan 3 Juta Rumah

Tandatangani SKB dengan Menteri PKP, Mendagri Dukung Percepatan Pembangunan 3 Juta Rumah

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:31 WIB

Integrasi Data Kependudukan Perkuat Stabilitas Keamanan di Tengah Volatilitas Global

Integrasi Data Kependudukan Perkuat Stabilitas Keamanan di Tengah Volatilitas Global

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:24 WIB

Mahasiswa Trisakti Bubar Usai Audiensi, DPR Janji Tindak Lanjuti Tuntutan

Mahasiswa Trisakti Bubar Usai Audiensi, DPR Janji Tindak Lanjuti Tuntutan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:24 WIB

Mendagri Cek Penerima Bantuan Bedah Rumah, Perkuat Akses Hunian Layak bagi MBR

Mendagri Cek Penerima Bantuan Bedah Rumah, Perkuat Akses Hunian Layak bagi MBR

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:17 WIB

KPK Buka Alasan Tak Lanjutkan Kasus MBG: Hindari Duplikasi Penegakan Hukum

KPK Buka Alasan Tak Lanjutkan Kasus MBG: Hindari Duplikasi Penegakan Hukum

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:11 WIB

Dasco Temui Mahasiswa, DPR Janji Tindak Lanjuti Sejumlah Tuntutan

Dasco Temui Mahasiswa, DPR Janji Tindak Lanjuti Sejumlah Tuntutan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:08 WIB

Dinilai Langkah Berani! Gibran Ajak Mahasiswa Ikut Kunker ke Papua demi Buka Ruang Dialog?

Dinilai Langkah Berani! Gibran Ajak Mahasiswa Ikut Kunker ke Papua demi Buka Ruang Dialog?

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:07 WIB

Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar

Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:50 WIB

Tak Cukup Dipenjara, Migrant Watch Desak Mafia TPPO Dimiskinkan Lewat Jerat TPPU

Tak Cukup Dipenjara, Migrant Watch Desak Mafia TPPO Dimiskinkan Lewat Jerat TPPU

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:34 WIB

Survei LPI: Jokowi Jadi Magnet Dongkrak Citra Positif PSI

Survei LPI: Jokowi Jadi Magnet Dongkrak Citra Positif PSI

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:29 WIB