Rapat MKD Alot, Angota MKD Sampai Gebrak Meja

Laban Laisila, Bagus Santosa

Senin, 30 November 2015 | 17:23 WIB
Rapat MKD Alot, Angota MKD Sampai Gebrak Meja
Pergantian Wakil Ketua MKD

Suara.com - Rapat internal Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) berjalan alot. Rapat ini pun diskors selama 30 menit dan berhenti pada sekitar pukul 16.30 WIB, setelah rapat berlangsung selama 2 jam lebih.

Sedianya, rapat internal sore ini beragendakan penentuan jadwal sidang kasus Ketua DPR Setya Novanto yang dilaporkan Menteri ESDM Sudirman Said karena mencatut nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dalam perpanjangan kontrak PT. Freeport Indonesia.

"Karena ada pihak yang ingin menganulir keputusan tanggal Selasa 24 November. Sampai ada gebrak-gebrak meja," kata Anggota MKD Syarifuddin Sudding usai rapat diskors.

Pada saat itu, MKD telah memutuskan perkara Setya Novanto untuk dilanjutkan dan persidangannya terbuka, serta Sudirman Said dianggap memiliki legal standing dalam pelaporan ini.

Sudding menerangkan, ada anggota fraksi di MKD yang ingin menganulir keputusan pada tanggal 24 November itu dengan alasan baru masuk ke MKD. Saat ditegaskan, Fraksi Golkar yang menginginkan hal itu, Sudding memberikan pembenaran.

"Ada yang ingin menganulir itu, dengan alasan rekaman yang tidak utuh dan perlu divalidasi, dan sebagainya, termasuk soal legal standing. Padahal perdebatan soal itu sudah selesai. (Golkar?) Iya,iya, ada beberapa fraksi yang lain," kata Politisi Hanura ini.

Dalam beberapa waktu terdekat ini, sejumlah Fraksi melakukan rotasi anggota di MKD. Mereka yang melakukan rotasi adalah satu orang dari Fraksi Demokrat, dua orang dari Fraksi PAN, satu orang dari Fraksi Nasdem, satu orang dari Fraksi PDI Perjuangan dan tiga orang dari Fraksi Golkar.

Wakil Ketua MKD Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, para anggota yang baru masuk ini meminta penjelasan tentang proses yang sudah terjadi di MKD.

"Perlu penjelasan kepada yang baru masuk. Yang baru masuk perlu waktu untuk memahami sehingga pimpinan menjelaskan kemudian disharing yang baru, yang baru pun menanggapi, sehingga waktunya sekarang diskors," kata dia.

Wakil Ketua MKD Junimart Girsang mengatakan, yang meminta putusan itu dianulir adalah karena cacat hukum. Salah satu poinnya karena pandangan ahli bahasa soal legal standing pelapor yang diminta MKD hanya satu orang. Seharusnya, validatas itu dilakukan lebih dari dua orang.

"Ada juga permintaan agar dua ahli yang dihadirkan, ahli tatanegara. Ini kan bukan masalah tata negara, ini kan masalah istilah 'dapat'. Bukan masalah tata negara," ujar Junimart.

Anggota MKD dari Fraksi Golkar Ridwan Bae mengatakan, pendapat Fraksi Golkar bukan maksud menganulir putusan yang ada. Tapi mempertanyakan keabsahan keputusan tanggal 24 November. Dia juga meluruskan, selain Golkar, ada fraksi lain juga meminta putusan ini dianulir, yaitu PAN, PDI Perjuangan, Gerindra, dan PPP.

"Karena verifikasi terhadap bukti awal itu sama sekali tidak lakukan. Mereka hanya menerima verifikasi adminitrasi dan itu jadi polemik karena seorang menteri tidak boleh mengadukan anggota DPR," kata dia.

Kemudian, Ridwan juga menerangkan soal legal standing telah diputuskan untuk memanggil dua ahli, yaitu ahli bahasa dan ahli hukum tata negara. Namun, yang dihadirkan hanya ahli bahasa tanpa ahli hukum tata negara.

"Tidak hadirnya ahli hukum maka harus ditunda sambil menunggu. Tapi karena terburu-buru karena desakan masyarakat, kata sidang tadi mereka lanjutkan, hanya mendengarkan ahli bahasa. Apa korelasinya ahli bahasa sama ahli hukum. Itu perbedaan kami," ujar dia.

Lebih anehnya lagi, sambung dia, dalam ketentuan yang ada, setelah verifikasi terjadi dan lengkap baru diajukan tindak lanjut. Tapi ternyata, MKD menindaklanjuti justru ketika verifikasi berjalan sambil menjalankan verifikasi mereka menetapkan jadwal-jadwal persidangan.

"Ini kan keanehan semua. Saya ingin ini jelas dan terang, bahwa politisasi tercipta hanya untuk mencari persoalan," kata Ridwan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tuntut Setya Novanto Mundur

Tuntut Setya Novanto Mundur

Foto | Senin, 30 November 2015 | 15:57 WIB

Anggota MKD Curiga Usulan Pansus Untuk Hentikan Kasus Setnov

Anggota MKD Curiga Usulan Pansus Untuk Hentikan Kasus Setnov

News | Senin, 30 November 2015 | 15:13 WIB

Fraksi Golkar di MKD Dorong Pembentukan Pansus PT. Freeport

Fraksi Golkar di MKD Dorong Pembentukan Pansus PT. Freeport

News | Senin, 30 November 2015 | 14:24 WIB

Baru Duduk di MKD, Kahar Muzakir Sesumbar Akan Profesional

Baru Duduk di MKD, Kahar Muzakir Sesumbar Akan Profesional

News | Senin, 30 November 2015 | 14:20 WIB

Terkini

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 23:56 WIB

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 23:23 WIB

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

×