Soal Mutu Pendidikan, Indonesia Diminta Belajar dari Vietnam

Pebriansyah Ariefana | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Selasa, 08 Desember 2015 | 14:44 WIB
Soal Mutu Pendidikan, Indonesia Diminta Belajar dari Vietnam
Hari pertama masuk sekolah, Senin (27/7). (Antara)

Suara.com - Jurang antara si kaya dan si miskin di Indonesia semakin melebar dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah pun dituntut untuk menyelesaikan permasalah ketimapangan ini agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial.

Senior Poverty Economist Bank Dunia, Matthew Wai-Poi menjelaskan, salah satu faktor yang mendoring ketimpangan di Indonesia semakin melebar karena masyarakat kesulitan mengakses makanan yang bergizi dan mendapatkan sanitasi yang layak. Pasalnya, gizi dan sanitasi yang layak sangat penting bagi tumbuh kembang seseorang dalam meningkatkan kualitas hidupnya.

“Hampir 39 persen anak-anak Indonesia mengalami permagizi buruk dan sanitasi yang tidak layak. Satu dari tiga anak Indonesia tidak dapat kesempatan yang sama, dari makanan dan sanitasi. Ini akhirnya memengaruhi ke perkembangan otak mereka. Untuk meningkatkan keterampilan dan kecerdasan mereka, gizi menjadi sangat penting," ujar Matthew di Ballroom XXI Jakarta Theater, Jakarta, Selasa 8 Desember 2015.

Jika seseorang mendapatkan asupan gizi yang buruk dapat menganggu tumbuh kembang mereka dari segi kognitif. "Contohnya, akhirnya mereka ngga tumbuh dengan baik, dari segi tinggi pasti mereka akan berbeda dengan anak-anak yang mendapatkan gizi baik. Terus pendidikan dari keluarga yang diberikan banyak keterbatasan," tegasnya.

Selain itu, permasalahan kedua adalah mengenai fasilitas pendidikan yang hingga saat ini dianggap tidak memadai, khususnya di wilayah luar pulau Jawa. Akhirnya, masyarakat yang tinggal di daerah pulau Jawa akan kesulitan mendapatkan pekerjaan karena tidak memiliki keterampilan yang lebih baik karena kualitas pendidikan yang buruk.

"Masih banyak sekolah yang di daerah terpencil di luar pulau Jawa masih minim fasilitas seperti listrik, peralatan pendidikan yang memadai, bahkan kualitas guru juga rendah. Penelitian mengatakan Anak-anak di Jawa bisa membaca 26 kata lebih cepat daripada di Nusa Tenggara Timur (NTT)," kata Matthew.

Menurut Matthew, hal ini lantaran pemerintah tidak menggunakan anggaran pendidikannya dengan baik unuk memperbaiki infrastruktur pendidikan dan kualitas pendidikan di daerah-daerah terluar. Ia mengatakan, Indonesia bisa meniru seperti Vietnam yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan di negaranya lebih baik.

"Mungkin Indonesia bisa belajar dengan Vietnam, di mana antara Vietnam dan Indonesia kesenjangannya tidak berbeda jauh, namun Vietnam bisa menciptakan kualitas pendidikan yang lebih baik. Padahal alokasi anggarannya juga tidak berbeda jauh dengan Indonesia di bidang pendidikan. Vietnam 20 persen sedangkan Indonesia 21 persen," ungkapnya.

Ia mengatakan, Vietnam menciptakan kuliatas pendidikannya dengan baik dengan cara memperbaiki dan meningkatkan kurikulum. Selain itu, mereka memberikan upah kepada para guru yang tinggi agar para guru dapat meningkatkan kualitasnya.

"Di Vietnam gaji guru SMA itu tiga kali lipat lebih besar dari Produk Domestik Bruto mereka, sedangkan di Indonesia hanya setengah dari PDB. Ini sudah terlihat masih buruknya kualitas pendidikan di Indonesia," tegasnya.

Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau kepada pemerintah Indonesia untuk memperbaiki kesenjangan atau ketimpangan-ketimpangan yang terjadi saat ini. Agar masyarakat di Indonesia dapat meningkatkan kehidupannya lebih layak dan mampu bersaing dengan negara-negara lain terutama dalam MAsyarakat Ekonomi ASEAN mendatang.

"Yang terpenting memperbaiki kualitas pendidikan dan sanitasi yang baik. Agar Sumber Daya Manusia di Indonesia bisa mendapatkan pekerjaan yang lain dan dapat bersaing dengan negara-negara lain," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hari Gini Masih Ada Murid Belajar Beratapkan Langit

Hari Gini Masih Ada Murid Belajar Beratapkan Langit

News | Jum'at, 04 Desember 2015 | 10:37 WIB

UI Masuk 200 Universitas Terbaik "THE BRICS"

UI Masuk 200 Universitas Terbaik "THE BRICS"

News | Jum'at, 04 Desember 2015 | 09:13 WIB

Bank Ekonomi Berdayakan Masyarakat Melalui Literasi Keuangan

Bank Ekonomi Berdayakan Masyarakat Melalui Literasi Keuangan

Press Release | Jum'at, 27 November 2015 | 15:09 WIB

Tabungan Simpanan Pelajar Mulai Rp1000 Tanpa Potongan Bulanan

Tabungan Simpanan Pelajar Mulai Rp1000 Tanpa Potongan Bulanan

Bisnis | Jum'at, 27 November 2015 | 14:07 WIB

Pemerintah Akui Minat Baca di Indonesia Masih Rendah

Pemerintah Akui Minat Baca di Indonesia Masih Rendah

News | Jum'at, 27 November 2015 | 13:11 WIB

Simpanan Pelajar di Bank Mandiri Sudah Lebih Dari 5 Ribu Rekening

Simpanan Pelajar di Bank Mandiri Sudah Lebih Dari 5 Ribu Rekening

Bisnis | Jum'at, 27 November 2015 | 13:04 WIB

Sudah 27 Bank Konvensional & Syariah  Ikut Program Simpel OJK

Sudah 27 Bank Konvensional & Syariah Ikut Program Simpel OJK

Bisnis | Jum'at, 27 November 2015 | 10:50 WIB

Bank OCBC NISP Gelar Program I Love Science

Bank OCBC NISP Gelar Program I Love Science

Press Release | Sabtu, 21 November 2015 | 13:37 WIB

Terkini

Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa

Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:55 WIB

Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?

Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:55 WIB

Kabar Duka, Legislator 3 Periode NasDem Tamanuri Meninggal Dunia

Kabar Duka, Legislator 3 Periode NasDem Tamanuri Meninggal Dunia

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:53 WIB

Arus Balik Lebaran: Contraflow Tol Japek KM 70 Sampai KM 36 Arah Jakarta Berlaku Malam Ini

Arus Balik Lebaran: Contraflow Tol Japek KM 70 Sampai KM 36 Arah Jakarta Berlaku Malam Ini

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:48 WIB

Antisipasi Dinamika Global, Kemhan-TNI Siapkan Langkah Efisiensi BBM dan Skema 4 Hari Kerja

Antisipasi Dinamika Global, Kemhan-TNI Siapkan Langkah Efisiensi BBM dan Skema 4 Hari Kerja

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:41 WIB

Waspada, BMKG Sebut Jabodetabek Dikepung Hujan Lebat dan Angin Kencang Malam Ini

Waspada, BMKG Sebut Jabodetabek Dikepung Hujan Lebat dan Angin Kencang Malam Ini

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:38 WIB

Ikuti Jejak Yaqut, Noel Mau Ajukan Tahanan Rumah ke KPK

Ikuti Jejak Yaqut, Noel Mau Ajukan Tahanan Rumah ke KPK

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:35 WIB

Bikin Iri Donald Trump, Iran Izinkan Kapal Tanker Jepang Lewat Selat Hormuz

Bikin Iri Donald Trump, Iran Izinkan Kapal Tanker Jepang Lewat Selat Hormuz

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:35 WIB

Kemenko Kumham Imipas Pastikan Pelayanan Masyarakat Berjalan Optimal Saat Idul Fitri

Kemenko Kumham Imipas Pastikan Pelayanan Masyarakat Berjalan Optimal Saat Idul Fitri

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:31 WIB

Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di Terminal Kampung Rambutan Diprediksi Terjadi 25 Maret

Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di Terminal Kampung Rambutan Diprediksi Terjadi 25 Maret

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:25 WIB