Arab Saudi Dituding Ingin Rusak Kesepakatan COP21 Paris

Suwarjono | Suara.com

Rabu, 09 Desember 2015 | 16:38 WIB
Arab Saudi Dituding Ingin Rusak Kesepakatan COP21 Paris
Pertemuan COP21 di Lebourget, Paris. [suara.com/Laban Laisila]

Suara.com - Salah satu negara produsen minyak terbesar dunia, Arab Saudi, dituduh tengah berusaha menggagalkan kesepakatan konferensi tingkat tinggi perubahan iklim atau Conference of Parties (COP)21 Paris. Tudingan disampaikan oleh Direktur Perubahan Iklim Action Network, Wael Hmaidan saat memberikan pandangan di forum konferensi yang berlangsung di Le Bourget, Paris, Prancis (9/12/2015)

Tuduhan upaya Arab Saudi menggagalkan kesepakatan COP21 Paris ini disampaikan Hmaidan setelah melihat berbagai upaya negosiator Arab Saudi yang mengkawatirkan tentang masa depan perekonomian mereka yang hampir seluruhnya tergantung pada bahan bakar fosil.

“Sementara upaya negara-negara berkembang yang semakin vokal, dan tengah berupaya meningkatkan ambisi untuk mempercepat transisi teknologi, untuk meninggalkan bahan bakar fosil, selalu mereka mencoba memblokir,” kata Hmaidan.

Salah satu target ambisius yang menjadi bahan pembicaraan cukup keras dalam draft kesepakatan Paris adalah upaya menurunkan suhu di bawah 1,5 derajat celsius untuk membatasi pemanasan global. Upaya ambisius ini mendapat dukungan lebih dari 100 negara, termasuk negara kepulauan dengan dataran rendah, hingga negara berpopulasi besar seperti Uni Eropa dan Amerika Serikat.

Dalam draft kesepakatan Paris disebutkan pilihan pengurangan suhu ini di bawah 1,5 derajat atau 1,5 derajat hingga 2 derajat celcius. Efek keputusan ini sangat berpengaruh dan menentukan langkah-langkah yang akan dilakukan berbagai negara untuk menurunkan suhu. Termasuk Indonesia.

Meskipun Arab Saudi masuk dalam 15 negara maju, namun menolak upaya mengembangkan “Green Climate Fund” untuk membantu negara-negara miskin mengatasi pemanasan global. Negosiator Arab Saudi menuntut jika pulau-pulau kecil seperti Kiribati diberi kompensasi untuk perubahan iklim, mereka juga harus dilindungi dari kehilangan pendapatan minyak di masa depan, karena telah mencari bantuan keuangan untuk memperoleh teknologi energi.

Meski Arab Saudi ngotot menolak kesepakatan suhu 1,5 derajat celcius, namun Mesir telah resmi mendukung kesepakatan penurunan suhu 1,5 derajat pada awal pembicaraan. Namun negara-negara Arab sebagai sebuah blok belum mendukung target ambisius ini.

“Kami merasa Arab Saudi memainkan peran pengganggu dalam merusak posisi negara-negara arab lainnya. Sangat disayangkan bahwa kelompok Arab adalah satu-satunya kelompok yang menentang kesepakatan 1,5 derajat celsius,” kata Hmaidan.

Padahal sebelumnya, seperti dilansir The Guardian, Arab Saudi menunjukkan sikap lebih terbuka terhadap agenda KTT perubahan iklim Paris ini.  Sebagai negara yang telah lama memainkan peran serius di setiap KTT perubahan iklim,  sejak bulan lalu sudah menyampaikan rencana untuk turut memerangi perubahan iklim. Seperti pada bulan Mei lalu, Menteri Sumber Daya Energi dan Perminyakan Arab Saudi, Ali Al Naimi mengakui perekonomian global bergerak menjauh dari bahan bakar fosil dan mengatakan Arab Saudi siap untuk bergerak ke arah sana.

“Di Arab Saudi, kami menyadari pada akhirnya kami tidak akan membutuhkan bahan bakar fosil. Hanya saya tidak tahu kapan waktunya, apakah tahun 2040, 2015 atau sesudahnya,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini yang Unik dari Pertemuan COP21 Paris

Ini yang Unik dari Pertemuan COP21 Paris

News | Selasa, 08 Desember 2015 | 16:07 WIB

Penentuan Keputusan Pertemuan COP21 Dimulai Hari Ini

Penentuan Keputusan Pertemuan COP21 Dimulai Hari Ini

News | Senin, 07 Desember 2015 | 15:58 WIB

Jokowi Berangkat ke Pertemuan COP21 di Paris Besok

Jokowi Berangkat ke Pertemuan COP21 di Paris Besok

News | Sabtu, 28 November 2015 | 18:59 WIB

Jelang Pertemuan COP21, Sekjen PBB: Manusia Tidak Punya Planet B

Jelang Pertemuan COP21, Sekjen PBB: Manusia Tidak Punya Planet B

News | Selasa, 20 Oktober 2015 | 05:45 WIB

Terkini

Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel

Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 21:45 WIB

Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?

Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 21:15 WIB

Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG

Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 20:14 WIB

Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?

Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:44 WIB

Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!

Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:36 WIB

Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga

Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:29 WIB

Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara

Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:21 WIB

Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu

Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:06 WIB

Sebut Prabowo Anggap Gagasannya Suci, Sobary: Oh Paus Saja Ndak Begitu Bung!

Sebut Prabowo Anggap Gagasannya Suci, Sobary: Oh Paus Saja Ndak Begitu Bung!

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:00 WIB

Tak Ada Ampun! Hanya 6 Hari Pasca Penggerebekan, Pemprov DKI Sikat Habis Izin B Fashion Hotel

Tak Ada Ampun! Hanya 6 Hari Pasca Penggerebekan, Pemprov DKI Sikat Habis Izin B Fashion Hotel

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:58 WIB